BKG

Fransin, (2017) Upaya Peningkatan Serapan Fosfor pada Krisan Potong (Chrysanthemum morifolium R.) dengan Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan MA (Mikoriza Arbuskula) pada Tanah Andisol. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bunga Krisan potong berkembang pesat sebagai komoditas komersial di Indonesia dengan prospek yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya produksi krisan di Indonesia, yaitu 185 juta tangkai pada 2010, 305 juta tangkai pada 2011, 397 juta tangkai pada 2012, 387 juta tangkai pada 2013, 427 juta tangkai pada 2014 dan 442 juta tangkai pada 2015 (BPS, 2016). Bunga potong krisan banyak dibudidayakan pada daerah dataran tinggi yang sebagian diantaranya merupakan tanah Andisol dengan permasalahan utama pada tingginya kandungan Al dan Fe yang berpotensi mengikat fosfor pada tanah sehingga menjadi tidak tersedia bagi tanaman. PGPR dan Mikoriza arbuskula (MA) berpotensi dalam menyediakan P-tersedia bagi tanaman dari P-terikat melalui ekskresi asam-asam organik dan enzim. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Mikoriza Arbuskula (MA) terhadap pertumbuhan, hasil dan serapan fosfor pada krisan potong di tanah Andisol. Penelitian dilakukan pada Maret 2013 hingga Juli 2013 di Desa Junggo, Kota Batu yang berada pada ketinggian 1400 m di atas permukaan laut, dengan jenis tanah Andisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan yang terdiri dari kombinasi antara kepadatan konsentrasi PGPR dan aplikasi MA. Kombinasi tersebut adalah : P0 (tanpa PGPR dan tanpa MA), P1 (5 x 106 cfu ml-1 PGPR), P2 (10 x 106 cfu ml-1 PGPR), P3 (20 x 106 cfu ml-1 PGPR), P4 (30 x 106 cfu ml-1 PGPR), P5 (MA), P6 (5 x 106 cfu ml-1 PGPR + MA), P7 (10 x 106 cfu ml-1 PGPR + MA), P8 (20 x 106 cfu ml-1 PGPR + MA), P9 (30 x 106 cfu ml-1 PGPR + MA). Peubah yang diamati meliputi komponen pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, luas daun, saat muncul bunga, berat kering tanaman dan komponen hasil yaitu panjang tangkai, diameter bunga, kadar P tanaman, P tersedia tanah dan serapan P tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan konsentrasi PGPR dan MA mampu memberikan hasil yang berbeda nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman (pangamatan 35 hst hingga 77 hst), bobot kering panen, panjang tangkai bunga, kadar P tanaman, P tersedia tanah pada pengamatan 40 hst dan panen serta serapan P tanaman. Tetapi tidak berbeda nyata pada parameter pengamatan luas daun, umur berbunga dan diameter bunga. Perlakuan PGPR konsentrasi 20 x 106 cfu ml-1 memberikan hasil tertinggi pada parameter kadar P tanaman dan serapan P tanaman. Perlakuan PGPR konsentrasi 20 x 106 cfu ml-1 + MA memberikan hasil tertinggi P tersedia tanah pada 40 hst dan perlakuan PGPR konsentrasi 5 x 106 cfu ml-1 + MA memberikan hasil tertinggi P tersedia tanah saat panen.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/127/051702701
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132034
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item