BKG

Bili, Verawati Karlinda (2017) Pengaruh Aplikasi Biourin Sapi, Kompos Kotoran Sapi Dan Penambahan N Anorganik Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) ialah jenis sayuran daun yang memiliki potensi ekonomi dan agribisnis yang baik serta memiliki kandungan gizi yang cukup. Peningkatan konsumsi selada bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk sehingga menimbulkan permasalahan penggunaan bahan anorganik secara berlebihan, kualitas tanah dan kontinuitas. Penggunaan bahan organik ditujukan untuk menekan penggunaan bahan anorganik serta sebagai usaha dalam keberlanjutan pertanian. Pupuk anorganik merupakan pendukung tumbuh kembanganya tanaman yang telah terbukti dapat meningkatkan hasil panen namun Duaja (2012) menyebutkan bahwa penggunaan secara terus menerus dan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan dapat menurunkan kualitas beberapa komoditas sayuran. Hartatik dan Widowati (2006) menjelaskan bahwa biourin sapi memiliki kandungan hara yang lengkap serta hormon auksin untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami dekomposisi dan memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang lengkap serta bahan organik yang diperlukan untuk menghasilkan humus yang berguna bagi tanah. Nitrogen (N) memiliki pengaruh yang paling besar terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas sayuran dimana N memiliki peran penting pada fase pertumbuhan vegetatif tanaman. Untuk menambah ketersediaan N dalam tanah maka pemupukan N sangat diperlukan, namun untuk menekan penambahan N anorganik yang berlebih maka dilakukan kombinasi dengan mengaplikasikan biourin sapi dan kompos kotoran sapi karena diketahui biourin sapi dan kompos kotoran sapi memiki kandungan N yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terbaik pemberian biourin sapi, kompos kotoran sapi dan penambahan pupuk N anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.). Pemberian biourin sapi (1 L urin sapi : 5 kg kotoran sapi : 50 L air), 10 ton ha-1 kompos kotoran sapi dan 50 kg ha-1 urea akan memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penilitian telah dilaksanakan pada bulan Mei 2016 sampai bulan Agustus 2016 di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan ketinggian tempat 1000 m dpl, curah hujan 2471 mm/tahun, suhu rata-rata harian 18-240C, kelembaban 78% dan jenis tanah alluvial. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlukan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari : P1: Tanpa Bio urin sapi + tanpa urea + tanpa kompos kotoran sapi; P2 : Bio urin sapi (1 L urin sapi : 5 kg kotoran sapi : 25 L air); P3 : Bio urin sapi (1 L urin sapi : 5 kg kotoran sapi : 50 L air); P4 : 25 kg ha-1 urea; P5 : 50 kg ha-1 urea; P6 : 5 ton ha-1 kompos kotoran sapi; P7 : 10 ton ha-1 kompos kotoran sapi; P8 : Bio urin sapi (1 L urin sapi : 5 kg kotoran sapi : 25 L air) + 25 kg ha-1 urea +5 ton ha-1 kompos kotoran sapi; P9 : Bio urin sapi (1 L urin sapi : 5 kg kotoran sapi : 50 L air) + 50 kg ha-1 urea +10 ton ha-1 kompos kotoran sapi. Parameter yang diamati ialah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman per hektar, bobot segar total konsumsi tanaman per hektar, bobot kering total tanaman, dan indeks panen. Analisis data menggunakan analisis ragam uji F pada taraf 5% untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari perlakuan. Apabila terdapat pengaruh nyata dari perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji antar perlakuan menggunakan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi pengaruh nyata pada komponen pertumbuhan panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, indeks luas daun pada perlakuan biourin sapi (1 L urin sapi : 5 kg kotoran sapi : 50 L air) + 50 kg ha-1 urea +10 ton ha-1 kompos kotoran sapi, namun tidak ada pengaruh pada laju pertumbuhan tanaman. Perlakuan biourin sapi (1 L urin sapi : 5 kg kotoran sapi : 50 L air) + 50 kg ha-1 urea +10 ton ha-1 kompos kotoran sapi juga memberi pengaruh nyata pada komponen hasil selada yaitu kenaikan bobot segar tanaman mencapai 39,91 % dan pada bobot segar konsumsi sebesar 45 % dibanding tanpa bio urin sapi + tanpa urea + tanpa kompos kotoran sapi.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/125/051702699
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132032
Text
Verawati Karlinda Bili.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item