BKG

Rahmanda, Arif (2017) Pengaruh Aplikasi Kombinasi Biourin Sapi Dengan EM4, Kotoran Sapi Dan Pupuk Anorganik Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kacang merah ialah komoditas hortikultura yang dimanfaatkan bijinya untuk kesehatan tubuh manusia. Kacang merah sangat disenangi oleh kebanyakan orang, karena memiliki kandungan gizi yang lengkap diantaranya adalah protein, karbohidrat, vitamin, serat dan mineral. Produksi kacang merah di Indonesia fluktuatif selama 5 tahun terakhir. Pada tahun 2011 produksi kacang merah mencapai 92.508 ton, kemudian meningkat menjadi 103.376 ton pada tahun 2013 dan menurun pada tahun 2015 menjadi 42.388 ton (BPS, 2016). Salah satu hal yang menyebabkan produksi kacang merah fluktuatif, ialah penurunan kesuburan tanah pada lahan budidaya. Disisi lain penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dan berlebihan, yang tidak diimbangi dengan penggunaan pupuk organik menyebabkan tanah menjadi terdegradasi (Kurniawan et al., 2014). Salah satu cara untuk mengatasinya ialah dengan cara pemberian pupuk organik maupun pupuk anorganik secara berimbang. Bahan organik memiliki berbagai macam bentuk, salah satunya berupa kotoran sapi maupun biourin sapi. Biourin sapi ialah hasil pengolahan limbah urin ternak dengan cara fermentasi. Pada pembuatan biourin sapi ditambahkan aktivator yaitu EM4. Karena EM4 akan mempercepat fermentasi bahan organik sehingga unsur hara yang terkandung akan cepat terserap dan tersedia bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi kombinasi biourin sapi dengan EM4, kotoran sapi dan pupuk anorganik, dan untuk mendapatkan kombinasi yang tepat antara biourin sapi dengan EM4, kotoran sapi dan pupuk anorganik pada pertumbuhan dan hasil kacang merah. Hipotesis penelitian ini ialah pemberian kombinasi biourin sapi dengan kotoran sapi dan pupuk anorganik yang tepat akan memberikan pertumbuhan dan hasil yang optimal pada tanaman tanaman kacang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Sekarputih, Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2016. Alat yang digunakan dalam penelitian ini ialah cangkul, meteran, label, tugal, oven, timbangan analitik, penggaris, sprayer, tugal, drum, gembor, kamera digital, LAM dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini ialah benih kacang merah, biourin sapi (urin sapi, feses sapi dan air), kotoran sapi, pupuk urea, pupuk SP-36, pupuk KCl dan air. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 9 perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 27 satuan percobaan. Yang terdiri dari : P1 : 100 % Pupuk anorganik (100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1, 100 kg K2O ha-1), P2 : 100 % Pupuk organik (Kotoran sapi 10 ton ha-1), P3 : 50 % Pupuk anorganik (50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1, 50 kg K2O ha-1) dan 50% Pupuk organik (Kotoran sapi 5 ton ha-1), P4 : Biourin dan 100 % Pupuk anorganik (100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1, 100 kg K2O ha-1), P5 : Biourin dan 100 % Pupuk organik (Kotoran sapi 10 ton ha-1), P6 : Biourin dan 50 % Pupuk anorganik (50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1, 50 kg K2O ha-1) dan 50% Pupuk organik (Kotoran Sapi 5 ton ha-1), P7 : Biourin dengan EM4 dan 100 % Pupuk anorganik (100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1, 100 kg K2O ha-1), P8 : Biourin dengan EM4, 100 % Pupuk organik (Kotoran sapi 10 ton ha-1), P9 : Biourin dengan EM4, 50 % Pupuk anorganik (50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1, 50 kg K2O ha-1) dan 50% Pupuk organik (Kotoran sapi 5 ton ha-1). Pengamatan pertumbuhan tanaman kacang merah meliputi panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks luas daun. Pengamatan pertumbuhan dilakukan pada saat tanaman berumur 14 HST, 28 HST, 42 HST dan 56 HST. Pengamatan panen meliputi jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dan bobot biji kacang merah (ton ha-1). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F taraf 5% dan apabila terjadi pengaruh nyata akibat perlakuan yang diberikan maka maka dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf p = 0,05 untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi kombinasi biourin sapi dengan EM4, kotoran sapi dan pupuk anorganik memberikan hasil yang lebih baik daripada tanpa menggunakan aplikasi kombinasi perlakuan. Tanaman yang diberi perlakuan biourin dan 100% anorganik memberikan hasil bobot biji ha-1 sebesar 4,53 ton ha-1 lebih tinggi 27,2% dibandingkan tanaman yang hanya diberi perlakuan 100% organik. Pemberian aplikasi kombinasi biourin dengan 100% organik, biourin dan 50% anorganik + 50% organik, biourin yang dicampur EM4 dan 100% anorganik, biourin yang dicampur dengan EM4 dan 100% organik dan biourin yang dicampur dengan EM4 dan 50% anorganik + 50% organik, mempunyai bobot biji tanaman-1 dan ha-1 tidak berbeda nyata dengan biourin dan 100% anorganik

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/124/051702698
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132031
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item