BKG

Istiqomah, (2017) Kajian Iklim (Suhu Kardinal dan Curah Hujan) Terhadap Pembentukan Buah Alami (Natural fruit) Pada Tanaman Nanas (Ananas comosus L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Nanas adalah komoditas hortikultura yang sangat potensial dan penting di dunia. Salah satu produsen dan eksportir nanas kalengan terbesar di Indonesia adalah PT. Great Giant Pineapple yang terletak di Terbanggi Besar, Lampung Tengah. PT. Great Giant Pineapple tercatat sebagai tiga besar produsen nanas di dunia. Buah nanas yang dibudidayakan oleh PT Great Giant Pineapple adalah varietas Smooth cayenne yang sangat cocok sebagai nanas kaleng. Masalah yang dihadapi oleh PT Great Giant Pineapple (PT GPP) adalah munculnya buah alami pada tanaman nanas. Buah alami dapat merusak rencana produksi dikarenakan buah alami muncul lebih dahulu dibandingkan buah yang dihasilkan dari hasil flowering induction. Buah alami dapat matang terlebih dahulu, sehingga harus dipanen terlebih dahulu agar buah tidak busuk. Waktu panen menjadi maju dari jadwal panen yang telah direncanakan, sehingga biaya produksi meningkat. Buah alami memiliki beberapa faktor pemicu, salah satunya adalah faktor iklim, seperti suhu minimum, suhu kardinal,curah hujan, hari hujan, intensitas hujan, lama penyinaran, dan intensitas penyinaran. Suhu kardinal merupakan suhu yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman. Suhu kardinal yang dibutuhkan oleh tanaman adalah berbeda-beda tergantung pada jenis tanamannya. Dimana suhu yang berada dibawah batas Maksimum atau diatas optimum ini tidak baik untuk tanaman. Pada penelitian kali ini, akan mengkaji tentang hubungan antara suhu kardinal dan curah dengan hasil buah alami. Penelitian dilaksanakan di PT Great Giant Pineapple Plantation Group 1 pada bulan Mei sampai Juni 2016. Pengambilan data untuk buah alami dan buah hasil forcing di ambil pada bagian panen Plantation Group 1, sementara untuk data iklim di ambil di stasiun klimatologi PT Great Giant Pineapple Departemen Reseacrh and Development. Alat yang di gunakan dalam penelitian ini berupa alat tulis, kamera, perangkat lunak seperti Microsoft Excel, dan juga Microsoft Word. Bahan yang digunakan adalah data buah alami dan buah hasil forcing (bobot panen, bobot buah, diameter buah, umur berbunga dan umur panen) selama Januari 2014 sampai Mei 2016, data iklim dari Agustus 2013 sampai Januari 2016. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi Non Participant Observation dan metode observasi langsung. Analisis yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi dan analisis regresi linier berganda. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa rata-rata hujan tahunan terendah pada tahun 2011 dengan curah hujan tahunan sebesar 1655 mm/tahun yang terdistribusi dalam 120 hari hujan, curah hujan tertinggi terjadi pada tahun 2014 dengan nilai sebesar 2808,5 mm/tahun yang terdistribusidalam 177 hari hujan. Suhu maksimum paling besar terjadi pada tahun 2014 dengan suhu sebesar 33,8°C, suhu minimum yang paling kecil terjadi pada tahun 2015 dengan suhu sebesar 21°C. Suhu kardinal yang paling besar adalah 11,2°C yang terjadi pada tahun 2014. Lama penyinaran paling tinggi adalah 6,63 jam, terjadi pada tahun 2015, sedangkan lama penyinaran paling rendah terjadi pada tahun 2006 dengan lama penyinaran sebesar 4,16 jam. Arah hubungan positif didapat dari nilai korelasi antara curah hujan dan hari hujan terhadap bobot panen buah alami. Nilai koefisien yang paling tinggi adalah (r = 0,44) untuk variabel curah hujan dan hari hujan (r = 0,36). Peningkatan produksi terjadi dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi. Curah hujan yang tinggi membawa peningkatan jumlah air sehingga produksi etilen meningkat dan menyebabkan tanaman menjadi berbunga. Dengan meningkatnya curah hujan, maka akan merangsang pembungaan sehingga tanaman akan berbunga lebih cepat. Variabel suhu kardinal memiliki pengaruh besar terhadap kenaikan bobot panen buah alami. Setiap berkurangnya 1°C suhu kardinal, akan meningkatkan bobot panen buah alami sebanyak 148,556 ton/ha. Variabel suhu minimum memiliki pengaruh besar terhadap kenaikan bobot buah, diameter buah, umur berbunga, dan umur panen. Setiap berkurangnya 1°C suhu minimum akan meningkatkan 0,05 kg bobot buah, meningkatkan 0,53 cm diameter buah, memajukan umur berbunga dan umur panen sebesar 0,45 bulan dan 0,63 bulan. Bobot panen, diameter buah, umur berbunga, dan umur panen buah alami menunjukkan hasil yang berbeda dibandingkan dengan bobot panen, diameter buah, umur berbunga, dan umur panen buah hasil forcing. Bobot panen buah alami menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan bobot buah hasil forcing, diameter buah lebih rendah dibandikan buah hasil forcing, serta umur berbunga dan umur panen yang lebih cepat daripada buah hasil forcing.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/101/051702431
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132007
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item