BKG

Prayogo, Bangun (2016) Respon Pembungaan Tanaman Blue Daze (Evolvulus glomeratus) Terhadap Naungan dan Dosis Pupuk NPK. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Blue daze (Evolvulus glomeratus) merupakan salah satu tanaman ground cover yang memiliki bunga berwarna biru. Tanaman blue daze juga banyak digunakan sebagai tanaman hias gantung. Tanaman ini sangat cocok tumbuh di daerah tropis, namun blue daze juga dapat ditanam di taman kering (rock garden). Tanaman blue daze memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi. Selain itu, secara ekologi tanaman ini termasuk tanaman ground cover yang dapat mengurangi run off, menyerap air, menambah bahan organik tanah melalui batang, ranting dan daun mati yang jatuh.Menahan daya perusak butir-butir hujan yang jatuh dari aliran air di atas permukaan tanah. Tanaman blue daze dapat ditemukan di kawasan Jalan Bandung dan Jalan Ijen di Kota Malang, Jawa Timur. Kendala yang ditemukan di lapang yaitu tanaman blue daze yang terdapat di kawasan Jalan Bandung banyak yang ternaungi oleh pohon, sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman blue daze terhambat dan mengakibatkan bunga yang keluar pada pagi hari jarang terlihat. Hal ini berbeda dengan tanaman blue daze yang terdapat di kawasan Jalan Ijen, tanaman blue daze di kawasan Jalan Ijen mempunyai bunga yang mekar secara sempurna dan hampir semua tanaman blue daze tumbuh dengan baik dan menghasilkan bunga. Hal ini dikarenakan tanaman blue daze yang tumbuh di kawasan Jalan Ijen tidak ternaungi pohon sehingga cahaya matahari dapat langsung terkena tanaman blue daze, sehingga pembungaan dan pertumbuhan tanaman blue daze dapat berkembang secara optimal. Toleransi naungan yang mempengaruhi tampilan tanaman blue daze perlu dilakukan pengujian agar diperoleh lokasi penanaman dan pemberian pupuk NPK yang dapat menghasilkan penampilan tanaman dengan jumlah bunga optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh naungan dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman blue daze.Penelitian ini mempunyai dugaan bahwa naungan dan dosis pupuk NPK akan mempengaruhi pembungaan tanaman blue daze. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2015 di Desa Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur yang terletak pada ketinggian ±491 mdpl dengan suhu udara rata-rata antara 20 – 24 0C. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, cetok, gembor, tali rafia, penggaris, polybag, kertas label, bambu, lux meter, thermometer, kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan yaitu bibit tanaman blue daze, pupuk NPK, tanah, air, dan kompos, kandang, dan paranet 25%, 50%, 75%. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan tersarang dengan 3 kali ulangan. Naungan digunakan sebagai perlakuan pada petak utama (N) yang terdiri dari 4 level yaitu: N0 = 0%, N1 = 25%, N2 = 50%, N3 = 75%. Pemupukan NPK (g/tanaman) digunakan sebagai anak petak yang terdiri dari 3 level yaitu: P0 = 0 g/tanaman, P1 = 2 g/tanaman, P2 = 4 g/tanaman. Dari kedua perlakuan tersebut, diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan lahan, persiapan media, persiapan bahan tanam, aplikasi perlakuan, pengamatan, serta perawatan tanaman. Pengamatan dilakukan 1 minggu setelah tanam yaitu pada 7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, dan 56 HST. Adapun parameter yang akan diamati yaitu: jumlah bunga (tangkai), diameter bunga (cm), panjang tanaman (cm), luas daun (cm), jumlah daun (helai), warna bunga, jumlah kuncup (tangkai), panjang ruas (cm), lama bunga mekar (hari), dan bobot kering tanaman (g/tan). Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisa dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh nyata pada perlakuan. Jika ada pengaruh nyata (F hitung > F Tabel 5%), maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan naungan dan pemberian dosis pupuk NPK. Perlakuan naungan memberikan pengaruh nyata pada komponen vegetatif dan generatif yang meliputi panjang tanaman, panjang ruas, jumlah daun, jumlah kuncup, jumlah bunga, warna bunga dan bobot kering tanaman. Sedangkan pemberian dosis pupuk NPK tidak berpengaruh nyata pada semua komponen pengamatan. Pada parameter pengamatan bobot kering tanaman, peningkatan naungan berpengaruh dengan bobot kering tanaman, dari hasil penelitian didapatkan bahwa semakin tinggi naungan maka semakin rendah nilai bobot kering tanaman (61%). Peningkatan naungan berpengaruh terhadap luas daun sebesar 7%, selain itu peningkatan luas daun mengakibatkan penurunan jumlah bunga sebesar 57%.

English Abstract

Blue daze (Evolvulus glomeratus) is one of the ground cover plant that has blue flowers. Plant blue daze is also widely used as an ornamental plant. This plant is very suitable to grow in tropical areas, but blue daze can also be planted in the dry garden (rock garden). Plant blue daze has aesthetic value and economy. In addition, this plant is ecologically including plant ground cover that can reduce run off, absorb water, increasing soil organic matter through the stem, twigs and dead leaves that fall. Vandal power holding details of the rain that falls from the flow of water above ground level. Blue daze plants can be found in the area of Bandung and the Ijen Street in Malang, East Java. Obstacles found in the airy plant blue daze i.e. contained in the area of Bandung wich many roads sheltered trees, thus causing the plant growth blue daze is hampered and resulting flowers that come out in the morning is rarely seen. This contrasts with plant blue daze in Ijen Street area, plant blue daze in Ijen Streen area have flower that are blooming perfectly and virtually all plant blue daze grow well and produce flower. This is because the plant blue daze that grow in the area of the road not sheltered in the tree so the Ijen sunlight can be directly exposed to plant blue daze, so the flowering and plant growth blue daze can develop optimally. Shade tolerance that affects the appearance of the plant blue daze testing needs to be done so that the retrieved location of planting and a NPK can produce the appearance of the plant blue daze testing needs to be done so that the retrieved location of planting and NPK can produce the appearance of plants with optimum amount of interest. The purpose of this research is to know the influence of NPK fertilizers and shade against the growth and flowering of the plants blue daze. This research has alleged that shade and fertilizer NPL dosage will affect flowering plants blue daze. Research has been conducted in May to July 2015 in the village Bareng, District Klojen, Malang City, East Java which lies at an altitude of approximately ±491 mdpl with average temperatures between 20 – 240C. Tools used in this research is the hoe, trowel, gembor, raphia rope, ruler, paper label, polybag, bamboo, lux meter, thermometer, camera, and stationery. Materials used i.e. blue daze plant seed fertilizer NPK, soil, water, and compost, cage, and paranet 25%, 50%, 75%. Implementation of the research done using nested design 3 times repeats. Shade used as treatment at the main plot (N) consisting of 4 levels, namely: N0= 0%, N1= 25%, N2= 50%, N3= 75%. Fertilizing NPK (g/plant) is used as a child of compartments which consists of 3 levels namely: P0 = 0 g/plant, P1 = 2 g/plant, P2 = 4 g/plant. The treatment of the two, retrieved 12 treatment combinations. Implementation of research include land preparation, preparation of media material for planting, treatment, observation, application and maintenance of the plant. Obbservations are conducter 1 week after planting that is at 7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, and 56 DAP. As for the parameters that will be observed, namely : the amount of interest (the stalk), flower diameter (cm), length plants (cm), broad leaves (cm), number of leaves (blades), the color of the flowers, the number of buds (stalk), the length of the internode (cm), long-blooming flowers (day), and dry weight of the plant(g/plant) The data gained from the observations analyzed using the analysis range (F test) at the 5% lever to find out the real influence on treatment. If there are any real influence (F calculate > F table 5%), then continued with test BNT 5% level to know the differences between the treatments. Based on the result of the research show that is not the case the interaction between preferential treatment shade and NPK fertilizer dosing. Real influence shade treatment on vegetative and generative components wich include the length of the plant, the length of segment, the number of leaves, the number of buds, number of flowers, the colors of the flowers and the dry weight of the plant. While the NPK fertilizer dosing is not a real component on all influential observations. On the dry weight of the plant, from the research results obtained that the higher auspices then the lower the value of the dry weight of the plant (61%). Increased influence on broad leaf shade of 7% in addition, the vast increase in the number of flower leaves resulting in a decrease of 57%.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/988/051700289
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131991
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item