BKG

Purwanto, Galih (2016) Optimalisasi Waktu Pemberian Mulsa Jerami Pada 2 Varietas Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Pada Musim Penghujan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bawang merah adalah jenis tanaman sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia (2014), jumlah produksi bawang merah di Indonesia terus meningkat dari tahun 2011 hingga tahun 2013. Untuk tetap meningkatkan produksi bawang merah, diperlukan teknik budidaya yang baik pula terutama pada musim penghujan. Salah satu teknik budidaya untuk meningkatkan produksi bawang merah yaitu dengan memperbaiki iklim mikro di sekitar tanaman. Teknik modifikasi iklim mikro dapat dilakukan dengan menggunakan mulsa. Aplikasi mulsa merupakan salah satu upaya menekan pertumbuhan gulma, memodifikasi keseimbangan air, suhu dan kelembaban tanah serta menciptakan kondisi yang sesuai bagi tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik (Fithriadi, 2000). Penggunaan mulsa organik seperti mulsa jerami padi merupakan pilihan alternatif yang tepat karena dapat memanfaatkan limbah jerami di areal persawahan. Untuk memaksimalkan penggunaan mulsa jerami bagi tanaman bawang merah perlu diketahui waktu penggunaan mulsa jerami yang tepat bagi tanaman guna mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu penggunaan mulsa jerami yang tepat pada setiap varietas bawang merah dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa jerami pada varietas bawang merah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu semakin cepat pemberian mulsa semakin menekan pertumbuhan gulma, dan semakin baik pertumbuhan tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juni 2015 di Desa Siman, Kepung, Kediri, Jawa Timur. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit bawang merah varietas Thailand dan Bauji, jerami padi, pupuk kandang 20 t ha-1, NPK 73 kg ha-1 dan pupuk untuk kocor NPK 65,5 kg ha-1, KNO3 8,2 kg ha-1, DGW 2,7 kg ha-1 dan air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor yaitu waktu penggunaan mulsa jerami dan varietas bawang merah. Faktor pertama penggunaan varietas bawang merah yaitu V1 = Thailand, V2 = Bauji. Sedangkan faktor kedua waktu penggunaan mulsa jerami yaitu D0 (control) = tanpa mulsa jerami, D1 = 10 HST, D2 = 20 HST, D3 = 30 HST, D4 = 40 HST. Perlakuan tersebut diulang tiga kali dan setiap petak percobaan terdiri dari 70 tanaman, sehingga jumlah tanaman pada seluruh petak percobaan sebanyak 2100 tanaman. Pengamatan yang dilakukan pada 15, 30, 45, 60 hari setelah tanam (HST) pada 8 tanaman sampel. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah ii daun rumpun-1, jumlah anakan rumpun-1 pada 15, 30, 45 hst dan jumlah umbi rumpun-1, berat basah umbi rumpun-1, berat kering umbi rumpun-1, berat kering umbi ha-1, suhu dan kelembaban tanah. Data pengamatan yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian (ANOVA) Rancangan Petak Terbagi (RPT). Bila hasil pengujian diperoleh perbedaan yang nyata maka akan dilanjutkan dengan uji perbandingan masing-masing perlakuan dengan menggunakan Uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara varietas bawang merah dengan pemberian mulsa jerami pada berat umbi ha-1. Pengamatan jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah dan kering umbi rumpun-1, bobot basah dan kering umbi ha-1 menunjukkan hasil yang lebih tinggi pada pemberian mulsa jerami 10 hst (D1) dibandingkan dengan perlakuan yang lain baik pada varietas Thailand maupun Bauji. Hal tersebut dikarenakan semakin cepat aplikasi mulsa jerami dilakukan maka akan semakin baik pula pertumbuhan tanaman dikarenakan mulsa jerami yang berfungsi untuk menekan pertumbuhan gulma, sebagai bahan organik tanah, memperbaiki infiltrasi air hujan dan juga memperbaiki iklim mikro tanah. Sedangkan penggunaan varietas Thailand dan Bauji tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah dan kering umbi rumpun-1 dan dapat dikarenakan sifat dan karakter varietas tersebut yang merupakan varietas lokal unggul dan non-lokal unggul.

English Abstract

Shallot is a kind of preferably crops for Indonesian. According to Indonesia Statistics (2014), the shallot production in Indonesia increased during the year of 2011 to 2013. In order to keep improving the shallot production, a good cultivation technique is needed especially in the rainy season. One of cultivation techniques to increase shallot production is by improving the microclimate around the plant. Microclimate modification techniques can be performed by using mulch. The Application of mulch is one of the efforts to suppress weed growth, modify the balance of water, temperature and soil moisture then also create appropriate conditions for the plants, and so the plants can grow and develop properly (Fithriadi, 2000). The use of organic mulch, such as rice straw mulch, is a good alternative option because waste straw can be beneficial for the rice fields. To maximize the use of straw mulch for shallot plants, it is required to know the proper time for using straw mulch to optimize the plant growth. The purposes of this research are to determine a proper use of straw mulch on each shallot variety and specify the effect of mulching straw on shallot varieties. The hypothesis of this research is the faster mulch allocation the more pressure of the weed growth, and the more preferable the shallot growth. This research was conducted from April to June 2015 in Siman village, Kepung, Kediri, East Java. The materials utilized in this research were shallot germ Bauji and Thailand varieties, rice straw, stable fertilizer 20 t ha-1, NPK 73 kg ha-, liquid fertilizer NPK 65,5 kg ha-1, KNO3 8,2 kg ha-1, DGW 2,7 kg ha-1 , and also water. This research used a Split Splot Design with 2 factors namely shallot varieties and straw mulch time usage. The first factor involved shallot varieties V1 = Thailand, and V2 = Bauji. The second factor involved straw mulch time usage such as D0 (control) = no straw mulch, D1 = 10 dap, D2 = 20 dap, D3 = 30 dap, and D4 = 40 dap. The treatments were repeated three times and in each plot consisted of 70 plants, so there were 2100 plants. The observations were done on 15, 30, 45, 60 days after planting (dap) at 8 samples of plant. The observed variables were the plant height (cm), the number of leaves/clump, the number of tillers/clump at 15, 30, 45 HST and the number of tuber/clump, the tuber fresh weight/clump, the tuber dry weight/clump, and the tuber dry weight ha-1. The observational data was analyzed by using analysis of variance (ANOVA). When there was an significant differences toward the test results, the process would be continued by doing a comparison test of each clone used the BNT test at 5% level. The results showed that there was an interaction between the shallot varieties and the allocation of straw mulch time usage in the weight of shallot ha-1. iv The observation from number of leaves, number of tillers, tuber fresh and dry weight/clump, and also tuber fresh and dry weight ha-1 pointed that the higher result in the provision of 10 dap (D1) straw mulch compared to the other treatments of either Thailand or Bauji variety. It was caused by the faster application of staw mulch, the better plant growth because straw mulch functioned to push the weed growth, as soil organic matter. In addition, it could be used for improving) infiltration of rain water, as well as fixing the microclimate land. Whilst the use of Thailand and Bauji variety did not significantly affect to the plant height, the number of leaves, the number of tillers, the tuber fresh and dry weight/clump. Furthermore, it also could be caused by the characteristics of local and non-local superior varieties.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/981/051700057
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131984
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item