BKG

Wibowo, TiaraRizki (2016) Pengaruh Lama Vernalisasi Umbi Terhadap Pembungaan Dan Hasil Biji Pada Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang telah lama diusahakan oleh petani dan mempunyai prospek baik serta mampu memberikan keuntungan yang menjanjikan. Peningkatan permintaan bawang merah oleh masyarakat masih belum terpenuhi dikarenakan hasil umbi yang telah dipanen akan digunakan kembali sebagai bahan tanam. Salah satu solusi yang bisa dilakukan dengan penggunaan biji dalam proses penanamannya yang dikenal dengan nama true shallot seed (TSS) dimana dengan perbanyakan melalui biji hasil jauh lebih menguntungkan dibandingkan menggunakan umbi (Sumarni, 2012). Kendala utama dalam memproduksi TSS di Indonesia adalah kemampuan berbunga. Perlakuan suhu rendah atau sering disebut vernalisasi merupakan salah satu cara untuk merangsang pembungaan yang lebih awal pada tanaman yang diberikan pada umbi-umbi tanaman tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perlakuan vernalisai umbi yang tepat untuk menginisiasi pembungaan pada tiga varietas bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2016 bertempat di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor yaitu Varietas Bawang Merah sebagai faktor pertama dan lama vernalisasi sebagai faktor kedua. Varietas Bawang Merah sebagai faktor pertama terdiri dari Varietas Sumenep (V1), Varietas Nganjuk-1 (V2) dan Varietas Nganjuk-2 (V3). Lama vernalisasi sebagai faktor kedua terdiri dari tanpa perlakuan vernalisasi (P0), lama vernalisasi 2 minggu (P1), lama vernalisasi 3 minggu (P2) dan lama vernalisasi 4 minggu (P3), sehingga didapatkan 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan. Parameter pengamatan yang diamati adalah karakter kuantitatif yaitu panjang tanaman, jumlah anakan, umur awal berbunga, persentase tanaman berbunga per petak, jumlah bunga per umbel, jumlah umbel per petak, panjang tangkai umbel, diameter tangkai umbel, jumlah kapsul per tanaman, jumlah kapsul bernas, jumlah kapsul hampa, jumlah biji per tanaman, jumlah umbi per tanaman dan bobot umbi per tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dengan taraf 5%. Apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil dari penelitian ini adalah Perlakuan vernalisasi yang dilakukan tidak mampu menginisiasi pembungaan pada Varietas Sumenep. Varietas Nganjuk-1 dengan perlakuan vernalisasi 2 minggu mampu mempercepat pembungaan dan perlakuan vernalisasi 4 minggu memberikan hasil biji terbanyak. Varietas Nganjuk-2 dengan perlakuan vernalisasi 2 minggu mampu mempercepat pembungaan dan hasil biji lebih banyak dibandingkan tanpa vernalisasi.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/905/051612305
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131907
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item