BKG

Novrianti, Ratih (2016) Pengaruh Prosentase Perompesan Daun pada Stek Batang dan Posisi Penanaman Stek terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ubi Jalar (Ipomea batatas L.) Varietas Sari. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman ubi jalar saat ini telah dikembangkan secara luas dengan varietas yang beragam. Hal ini cukup beralasan karena selain dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pangan alternatif, umbi ubi jalar memiliki kandungan gizi yang tinggi. Berdasar dari tingginya pemanfaatan tersebut menyebabkan permintaan umbi ubi jalar terus meningkat. Produksi umbi ubi jalar masih dapat memenuhi permintaan ubi jalar di dalam negeri, tetapi dengan semakin sempit luas area panen dari tahun ke tahun, menimbulkan kekhawatiran terjadinya penurunan produksi ubi jalar di Indonesia. Beberapa bentuk pendekatan intensifikasi yang dapat dilakukan adalah melalui inovasi penanaman. Umumnya tanaman ubi jalar ditanam menggunakan stek pucuk, dengan posisi tegak. Namun demikian, dari hasil penelitian menyatakan bahwa penanaman dengan posisi miring, pertumbuhan tanaman yang dihasilkan lebih baik, dan umbi yang dihasilkan juga lebih banyak (Legese et al., 2011). Selain itu, penanaman dengan posisi horizontal juga menghasilkan memberikan hasil umbi lebih banyak, umbi besar-besar, dan bentuknya seragam (Juanda dan Cahyono, 2000). Selain kemiringan sudut, permasalahan lain yang umumnya ditemui pada budidaya tanaman ubi jalar adalah perompesan. Pada dasarnya perompesan daun bertujuan untuk menekan laju evaportranspirasi yang dapat menyebabkan tanaman layu dan terkulai. Layu dan terkulainya batang tanaman tersebut menyebabkan kemampuan tumbuh tanaman rendah, dan bahkan akan mati apabila kemampuan tanaman untuk pemulihan tidak segera terjadi. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperlajari pengaruh perompesan dan posisi stek pada tanaman ubi jalar varietas Sari, dan menentukan perompesan dan posisi stek yang paling tepat pada tanaman ubi jalar varietas Sari. Sedangkan untuk hipotesis yang diajukan adalah perompesan daun 50% pada berbagai posisi stek akan diperoleh pertumbuhan dan hasil paling tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2016 di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi KP. Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Alat dan bahan yang digunakan meliputi cangkul, sabit, tugal, ember, penggaris, timbangan analitik, meteran, jangka sorong, oven, LAM (Leaf Area Meter), dan kamera. Bahan tanam yang digunakan ialah stek pucuk tanaman ubi jalar varietas sari dipotong 25 cm - 30 cm, air, pupuk kandang, pupuk N (Urea : 46% N), pupuk P (SP 36 : 36% P2O5) dan pupuk K (KCl : 50% K2O), dan insektisida. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT), dengan 3 ulangan. Perlakuan perompesan daun ditempatkan sebagai petak utama, yang terdiri dari tanpa dirompes (P0), daun dirompes 50% (P1 ), daun dirompes 100% (P2), sedangkan posisi penanaman stek ditempatkan sebagai anak petak terdiri dari 3 posisi, yang terdiri dari posisi stek 30o (S1), posisi stek 60o (S2), posisi stek 90o (S3). Pengamatan dilakukan secara destruktif dengan mengambil 2 tanaman contoh untuk setiap kombinasi perlakuan. Pengamatan tersebut meliputi komponen pertumbuhan dan hasil pada saat tanaman berumur 35 hst, 50 hst, 65 hst, 80 hst, komponen panen pada saat tanaman berumur 112 hst, dan analisis pertumbuhan tanaman, serta R/C rasio. Komponen pertumbuhan meliputi jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman. Komponen hasil meliputi jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman. Komponen panen meliputi, jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, bobot umbi ekonomis per tanaman, panjang umbi, diameter umbi, bobot umbi per petak panen, hasil umbi per hektar. Analisis pertumbuhan tanaman meliputi laju pertumbuhan relatif, dan indeks pembagian. Data pengamatan yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata dari perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji perbandingan antar perlakuan dengan menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi nyata antara perlakuan prosentase perompesan daun dan posisi penanaman stek hanya terjadi pada pengamatan jumlah umbi per tanaman dan bobot umbi per tanaman. umumnya jumlah umbi maupun bobot umbi per tanaman paling tinggi didapatkan pada perlakuan tanpa perompesan daun dan perompesan sebagian daun yang diikuti dengan posisi penanaman stek 90o. Sedangkan pengaruh nyata antara perlakuan prosentase perompesan daun dan posisi penanaman stek terjadi pada pengamatan panen dengan didapatkan hasil lebih tinggi pada perlakuan tanpa perompesan dan perompesan sebagian daun pada posisi penanaman stek 90o. Namun demikian, berdasarkan perhitungan analisis usahatani, perlakuan prosentase perompesan daun yang lebih efisien yaitu tanpa perompesan daun, dengan R/C rasio sebesar 2,10.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/900/051612300
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131902
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item