BKG

Setyawan, AnggaAdy (2016) Pengaruh Volume Kompos pada Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poir) dalam Sistem Vertikultur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) merupakan tanaman yang dapat tumbuh lebih dari satu tahun dan termasuk kedalam famili Convolvulaceae. Kangkung memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang akarnya menyebar kesegala arah. Bagian dari tanaman kangkung yang paling penting ialah bagian batang muda dan daun yang dimanfaatkan sebagai sayur-mayur, selain rasanya yang enak kangkung juga memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, dalam 100 g kangkung mengandung energi 29 kal, protein 3 g, lemak 0,3 g, karbohidrat 5,4 g, vitamin B1 0,07 mg, dan vitamin C 32 mg. Pentingnya sayuran sebagai sumber gizi dan serat memicu peningkatan kebutuhan masyarakat akan jumlah kesadaran untuk mengkonsumsi sayuran. Kebutuhan masyarakat akan jumlah gizi yang dibutuhkan berbanding lurus dengan peningkatan pertumbuhan jumlah penduduk yang sekaligus memicu peningkatan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan industri. Semakin sempitnya lahan produktif di daerah perkotaan tentu menuntut adanya suatu cara untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan terbatas tersebut agar tetap produktif, salah satunya budidaya tanaman dengan sistem vertikultur. Namun sejauh ini dalam sistem budidaya secara vertikultur belum diketahui perbandingan volume kompos pada media tanam arang sekam dan tanah yang tepat agar tanaman dapat tumbuh dan memiliki hasil yang optimal. Menurut Prayugo (2007) media tanam memiliki empat fungsi, yakni untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang baik, sebagai penyedia unsur hara, mampu memegang air yang tersedia bagi tanaman, dapat melakukan pertukaran udara antara akar dan atmosfer di atas media dan harus dapat menyokong pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hal ini maka perlu adanya penelitian mengenai volume kompos pada media tanam yang tepat dengan budidaya sistem tanam vertikultur dapat menghasilkan hasil yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai dengan bulan Januari 2016 di Roof Garden Gedung Sentral Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Percobaan yang dilakukan merupakan percobaan perlakuan, dengan rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat 6 perlakuan dengan 4 ulangan sehingga diperoleh 24 unit vertikultur. Beberapa perlakuan yang digunakan ialah tanah + arang sekam + kompos (1:1:0), tanah + arang sekam + kompos (1:1:1), tanah + arang sekam + kompos (1:1:2), tanah + arang sekam + kompos (1:1:3), tanah + arang sekam + kompos (1:1:4), tanah + arang sekam + kompos (1:1:5). Pengamatan dilakukan dengan 2 cara yaitu pengamatan dengan metode non destruktif dan pengamatan hasil. Pengamatan komponen pertumbuhan dimulai pada saat tanaman berumur 9 hari setelah tanam dengan interval 3 hari sekali yaitu 9, 12, 15, 18, 21, 24, dan 27 hst. Parameter pengamatan pertumbuhan, hasil panen dan biomassa yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun, bobot segar total per tanaman (g), bobot segar konsumsi per tanaman (g), bobot segar non konsumsi per tanaman (g), panjang akar per tanaman (cm), jumlah cabang akar per tanaman. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam uji F pada taraf 5 %. Apabila terdapat pengaruh maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh akibat perlakuan pemberian kompos dengan perbandingan yang berbeda-beda pada berbagai macam parameter pengamatan pertumbuhan dan hasil. Pada perlakuan P2 yakni penggunaan media tanam tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1 memberikan pengaruh pertumbuhan dan hasil yang optimal bila dibandingkan dengan perlakuan lain. Perlakuan P2 memberikan hasil dengan nilai rata-rata 19,43 pada parameter tinggi tanaman; 9,59 pada parameter pengamatan jumlah daun; 5,47 g bobot segar total tanaman; 4,58 g bobot segar konsumsi per tanaman; 1,44 g bobot segar non konsumsi per tanaman; 12,33 cm panjang akar per tanaman; dan 28,73 jumlah cabang akar per tanaman. Media tanam Tanah, Arang Sekam, dan Kompos dengan perbandingan 1:1:1 dapat meningkatkan pertumbuhan sebesar 15% pada parameter tinggi tanaman, 16% pada parameter jumlah daun, 49% pada parameter bobot segar total tanaman, 49% pada parameter bobot segar konsumsi per tanaman, 48% pada parameter bobot segar non konsumsi per tanaman, dan 7% pada parameter jumlah cabang akar, jika dibandingkan dengan perlakuan tanpa media kompos.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/898/051612213
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131899
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item