BKG

Cahyani, AgustinaRizky (2016) Pengaturan Waktu Tanam dan Jumlah Bibit Tanaman Padi Gogo (Oryza sativa L.) Pada Pola Tanam Tumpangsari Dengan Tanaman Ubi Kayu (Manihot esculenta),. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman Ubi kayu (Manihot esculenta) merupakan salah satu tanaman bahan pangan utama selain tanaman biji-bijian dan tanaman kentang. Budidaya ubi kayu (Manihot esculenta) sering dilakukan dengan pola tanam tumpangsari dengan berbagai cara yang ditujukkan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Tumpangsari adalah penananaman dua tanaman atau lebih secara bersamaan pada lahan dan waktu yang sama. Pengaturan waktu tanam dan jumlah bibit dalam tumpangsari yaitu untuk mengatur daya kompetisi antar tanaman pokok tanaman dengan tanaman sela. Salah satu tanaman yang sering ditanam secara tumpangsari dengan ubi kayu adalah tanaman padi gogo. Penanaman padi gogo perlu pengaturan waktu tanam yang tepat dan populasi tanaman agar kompetisi dengan tanaman ubi kayu dapat diminimalisir. Hasil penelitian (Faruck, Rahman dan Hasan (2009) menyatakan bahwa penggunaan bibit/lubang tanaman masing-masing 1 bibit, 2 bibit, 3 bibit menghasilkan bobot gabah kering masing-masing 3,63 ton ha-1, 3,92 ton ha-1, 3,78 ton ha-1. Pemilihaan tumpangsari ubi kayu dengan padi gogo dikarenakan kedua tanaman tersebut mampu tumbuh pada lahan kering. Penggunaan model pola tanam yang tepat pada tumpangsari ubi kayu dengan padi gogo diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan dapat memaksimalkan penggunaan lahan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memperoleh produksi ubi kayu (Manihot esculenta) dan padi gogo yang optimal dengan upaya memeperkecil kompetisi antar tanaman yakni dengan pengaturan waktu tanam dan jumlah bibit padi gogo (Oryza sativa L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Surat Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri dengan ketinggian 200 meter dpl. Suhu udara berkisar antara 23º C sampai dengan 31º C dengan tingkat curah hujan rata-rata sekitar 1652 mm per tahun. Alat yang digunakan dalam penelitian meliputi alat pengolah tanah traktor Yanmar, Leaf Area Meter (LAM) Leaf Area Meter tipe LI – 3100, timbangan analitik Scout-Pro 2000 g, oven merk Binder, kamera Redmi 1s, alat tulis, laptop Toshiba NP270E4V, meteran, penggaris, amplop coklat ukuran 29×40 cm. Bahan yang digunakan dalam penelitian meliputi bibit padi gogo varietas Situ Bagendit, bibit ubi kayu varietas Cecek Ireng , pupuk organik, pupuk anorganik (Phonska 300 kg dan Urea 150 kg untuk tanaman ubi kayu, 200 kg Phonska dan 150 kg untuk tanaman padi), furadan, insektisida nabati (Beauveria bassiana) dan herbisida Roundup. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dan Orthogonal Kontras untuk perlakuan kontrol (monokultur ubi kayu). Petak utama adalah waktu tanam yaitu : tanaman padi gogo ditanam 1 minggu sebelum tanam ubi kayu, tanaman padi gogo ditanam 2 minggu sebelum tanam ubi kayu, tanaman padi gogo ditanam 3 minggu sebelum tanam ubi kayu. dan anak petak adalah perlakuan jumlah bibit tanaman padi gogo, yaitu : 1 bibit tanaman padi/rumpun, 3 bibit tanaman padi/rumpun, 5 bibit tanaman padi/rumpun. Pengamatan tanaman ubi kayu dilakukan secara non destruktif dan destruktif. Pengamatan pertumbuhan dilakukan secara non destruktif Pada umur 40, 55, 70 HST. Pengamatan destruktif dilakukan pada saat panen. Pengamatan non destruktif meliputi : tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman ubikayu dan tanaman padi. Pengamatan destruktif dan pengamatan panen meliputi, ubikayu : luas daun, berat segar umbi saat panen, berat kering total tanaman saat panen. Sedangkan pengamatan destruktif dan pengamatan panen tanaman padi gogo ialah luas daun, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir, hasil gabah kering panen, berat kering total tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam uji F pada taraf 5% untuk mengetahui interaksi di antara perlakuan apabila terdapat pengaruh nyata maka akan dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan : Perlakuan tumpangsari padi gogo dengan berbagai waktu tanam dan jumlah bibit tidak menurunkan berat segar umbi tanaman ubi kayu pada umur 120 HST. Tumpangsari padi gogo 2 minggu sebelum tanam dengan 3 bibit dan 3 minggu sebelum tanam dan 1 bibit menghasilkan umbi ubi kayu yang lebih tinggi dibanding perlakuan lain, yakni berturut-turut 494,72 g/tanaman, 704,98 g/tanaman.bila dipanen pada umur 4 bulan. Semua perlakuan tumpangsari padi gogo dengan ubi kayu mempunyai hasil gabah kering panen padi gogo yang tidak berbeda nyata, yakni berkisar 3,51 – 4,47 ton/ha. Perlakuan tumpangsari padi gogo dan ubi kayu mampu meningkatkan Nilai Kesetaraan Lahan hingga 1,94.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/883/051612198
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131883
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item