BKG

Rahmanda, Riefna (2016) Respon Dua Varietas Kedelai (Glycine max (L) Merr) Terhadap Perbedaan Intensitas Cahaya pada Sistem Agroforestry Berbasis Sengon. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai ialah komoditi penting yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Produksi kedelai saat ini setiap tahunnya semakin menurun, penurunan produksi kedelai tersebut dipengaruhi oleh faktor menurunnya luas lahan, rendahnya produktifitas kedelai yang dicapai, banyaknya persaingan harga antar komoditi yang menyebabkan harga kedelai semakin melemah dan kepemilikan lahan yang mayoritas kecil (Dirjen Tanaman Pangan, 2013). Semakin banyaknya minat masyarakat pada kedelai dan semakin bertambahnya populasi penduduk, tidak diimbangi dengan luasan lahan pertanian yang ada atau tersedia di Indonesia. Saat ini lahan yang tersedia secara luas berada di areal perhutanan atau biasa disebut Agroforestry. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kedelai varietas Argomulyo dan Wilis terhadap intensitas cahaya yang berbeda pada agroforestry sengon. Sedangkan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ialah kedelai varietas Argomulyo lebih tahan naungan sengon sampai umur 6 tahun dibandingkan dengan varietas Wilis. Penelitian dilaksanakan pada areal perkebunan Sengon dengan tiga intensitas cahaya yang berbeda di Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai bulan Desember 2014 sampai dengan Maret 2015. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain cangkul, cetok, timbangan analitik, Leaf Area Meter (LAM), oven, LUX meter, Spektofotometer, meteran, alat tulis dan kamera digital. Bahan yang digunakan pada penelitian ini ialah benih kedelai varietas Argomulyo dan Wilis, juga pupuk Anorganik yang digunakan sesuai rekomendasi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Tersarang (Nested Design) dengan empat ulangan. Faktor pertama ialah perlakuan intensitas cahaya pada lahan sengon, meliputi: (1) Penanaman pada naungan sengon umur 2 tahun, (2) Penanaman pada naungan sengon umur 4 tahun, dan (3) Penanaman pada naungan sengon umur 6 tahun. Faktor kedua ialah perlakuan dua varietas kedelai, meliputi: (1) Varietas Argomulyo dan (2) Varietas Wilis. Pengamatan komponen pertumbuhan tanaman antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, jumlah klorofil, jumlah bunga, jumlah polong, bobot kering polong, bobot kering tanaman dan bintil akar efektif. Sedangkan komponen pengamatan panen antara lain bobor polong per tanaman, bobot per polong, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji dan produktifitas per hektar. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh nyata antar perlakuan, data pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam atau uji F dengan taraf 5%. Dan jika perlakuan berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Penelitian menunjukkan bahwa varietas Argomulyo lebih tahan naungan dibandingkan varietas Wilis, karena penurunan pertumbuhan dan hasil dalam naungan sengon umur 2 tahun sampai 6 tahun menunjukkan penurunan yang stabil.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/88/051602734
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131879
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item