BKG

Alfulaila, Nur (2016) Pengaruh Aplikasi Herbisida Campuran Topramezon dan Atrazin serta Penyiangan Gulma Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Gulma ialah tumbuhan pada suatu areal tanaman yang mengganggu tanaman utama dan keberadaanya tidak dikehendaki. Pengaruh gulma terhadap tanaman dapat terjadi secara langsung yaitu dalam hal bersaing untuk mendapatkan unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh. Secara tidak langsung, sejumlah gulma merupakan inang dari hama dan penyakit (Murrieni, 2010). Beberapa penelitian menunjukkan korelasi negatif antara bobot kering gulma dan hasil jagung, dengan penurunan hasil hingga 95% (Violic, 2000). Beberapa metode pengendalian gulma yang dapat dilakukan diantaranya pengendalian gulma secara kimiawi yaitu dengan pemberian herbisida dan secara fisik yaitu penyiangan. Menurut Duke et al. (1991) dan Vencill et al. (2002) penggunaan herbisida sejenis secara terus menerus dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan resistensi gulma. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menurunkan resistensi gulma adalah dengan melakukan pencampuran beberapa bahan aktif herbisida (Rao, 2000). Beberapa herbisida yang diformulasikan untuk pengendalian gulma pada tanaman jagung diantaranya herbisida berbahan aktif Topramezon dan Atrazin. Kedua herbisida ini memiliki persistensi yang cukup singkat (Syngeta, 2010) dan telah dibuktikan memiliki hubungan yang sinergis sehingga dapat digunakan sebagai herbisida campuran pada areal tanaman jagung. Selain pemberian herbisida, pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara penyiangan, penyiangan yang tepat biasanya dilakukan sebelum gulma memasuki fase generatif (Sukman danYakup, 2002). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan herbisida campuran Topramezon dan Atrazin serta penyiangan untuk mengendalikan gulma sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Hipotesis yang diajukan adalah : 1. Perlakuan penyiangan (14, 28 dan 42) hst dapat menurunkan bobot kering gulma hingga 50 % dibandingkan dengan perlakuan tanpa pengendalian gulma 2. Aplikasi herbisida campuran Topramezon dan Atrazin serta penyiangan umur 28 hst dapat menurunkan bobot kering gulma dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan penyiangan (14, 28 dan 42) hst sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 hingga Januari 2015 bertempat di kebun percobaan Universitas Brawijaya, yang terletak di desa Jatikerto, kecamatan Kromengan kabupaten Malang. Jenis tanah daerah tersebut adalah Alfisol yang didominasi lempung liat pada ketinggian tempat 303 mdpl. Bahan yang digunakan adalah benih jagung varietas pertiwi 3. Pupuk yang digunakan adalah urea, SP-36, dan KCl, herbisida yang digunakan adalah herbisida dengan bahan aktif Topramezon 330 g/l dan Atrazin 500 g/l dan adjuvant (bahan perekat) 330 g/l. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK), yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu : dosis herbisida campuran (Topramezon dan Atrazin) dan penyiangan gulma yang diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan dalam penelitian meliputi : P1 Tanpa pengendalian gulma, P2 Penyiangan pada (14, 28 dan 42) hst, P3 Herbisida campuran ii (Topramezon 80 ml ha-1+ Atrazin 1500 ml ha-1+ adjuvant 1000 ml ha-1), P4 Herbisida campuran (Topramezon 80 ml ha-1+ Atrazin 1500 ml ha-1+ adjuvant 1000 ml ha-1) dan penyiangan 28 hst, P5 Herbisida campuran (Topramezon 120 ml ha-1+ Atrazin 2250 ml ha-1+ adjuvant 1500 ml ha-1), P6 Herbisida campuran (Topramezon 120 ml ha-1+ Atrazin 2250 ml ha-1+ adjuvant 1500 ml ha-1) dan penyiangan 28 hst. Pengamatan terdiri dari pengamatan gulma dan pengamatan bobot kering gulma, sedangkan pengamatan jagung dilakukan secara non destruktif dan komponen hasil. Pengamatan non destruktif meliputi : tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun. Pengamatan panen meliputi : Diameter tongkol, panjang tongkol, bobot kering tongkol, bobot kering biji per tanaman, bobot 1000 biji dan bobot pipilan kering per ha. Apabila didapatkan pengaruh perlakuan yang nyata akan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Penyiangan pada 14, 28 dan 42 hst menghasilkan bobot pipilan kering sebesar 12.36 ton ha-1 dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan herbisida campuran (Topramezon 120 ml ha-1 + Atrazin 2250 ml ha-1 + adjuvant 1500 ml ha-1) dan penyiangan 28 hst sebesar 11.74 ton ha1. Aplikasi herbisida campuran (Topramezon 120 ml ha-1 + Atrazin 2250 ml ha1+ adjuvant 1500 ml ha-1) dan penyiangan 28 hst mampu menghemat biaya hingga 20.84% dibandingkan perlakuan penyiangan pada (14, 28 dan 42) hst. Gulma yang dominan pada perlakuan diantaranya ; Cyperus rontundus, Cynodon dactilon, Digitaria setigera R. & S., dan Portulaca oleracea L.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/87/051602733
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131868
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item