BKG

FaliaNandaNurAlifah, (2016) Pengaruh Pemangkasan Pucuk Dan Dosis Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) memiliki potensi yang cukup besar sebagai sayuran untuk dikembangkan karena berperan memenuhi kebutuhan konsumsi nasional dan komoditas ekspor. Luas areal penanaman tanaman buncis di Indonesia tiap tahun terus meningkat, tetapi produktivitasnya masih rendah. Hal ini dikarenakan skala usahatani yang dikelola oleh petani masih kecil dan belum intensif dalam pemeliharaannya. Teknologi yang mampu meningkatkan produksi yaitu pemangkasan pucuk. Pemangkasan pucuk bertujuan untuk menghentikan dominansi apikal dan memfokuskan hasil asimilat pada perkembangan organ-organ generatif seperti bunga dan polong. Pemangkasan pucuk ini diduga dapat meningkatkan kualitas hasil secara nyata apabila diberi rangsangan pupuk kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pupuk kalium dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis apabila dilakukan pemangkasan pucuk. Penelitian dilaksanakan di screenhouse STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian), Tanjung, Malang pada bulan Februari – Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah pemangkasan pucuk dengan dua taraf, yaitu tanpa pemangkasan pucuk (P0) dan pemangkasan pucuk pada saat memasuki fase generatif awal (P1). Faktor kedua adalah dosis pupuk KCl dengan empat taraf, yaitu 0 kg/ha (P1), 50 kg/ha (P2), 100 kg/ha (P3), dan 150 kg/ha (P4). Jadi terdapat 8 kombinasi perlakuan yang masing-masing kombinasi diulang tiga kali sehingga total berjumlah 24 satuan percobaan. Setiap plot percobaan (kombinasi perlakuan) terdapat 8 tanaman sehingga total populasi tanaman dalam percobaan ini adalah 192 tanaman. Variabel-variabel yang diamati adalah luas daun (dm2 tan-1), umur mulai berbunga (HST), jumlah bunga (buah tan-1), umur mulai panen (HST), Laju Pertumbuhan Tanaman (LPR), jumlah polong (buah tan-1), panjang polong (cm), diameter polong (cm), dan bobot segar polong (g tan-1). Semua data hasil pengamatan selanjutnya ditabulasikan kemudian dianalisa menggunakan Analisa Varian. Dari hasil Analisa Varian jika menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan melakukan pengujian Uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan pucuk memberikan pengaruh nyata pada luas daun (dm2 tan-1), jumlah bunga (buah tan-1), LPR, jumlah polong (buah tan-1), dan bobot segar polong (g tan-1). Perlakuan pemangkasan pucuk memberikan hasil yang nyata lebih tinggi dibandingkan tanpa pemangkasan pucuk. Perlakuan pupuk KCl memberikan pengaruh pada semua parameter pengamatan, kecuali panjang polong (cm) dan diameter polong (cm). Terdapat interaksi antara perlakuan pemangkasan pucuk dan dosis pupuk KCl terhadap LPR dan bobot segar polong (g tan-1). Jadi dapat disimpulkan bahwa dosis optimum pupuk KCl apabila dilakukan pemangkasan pucuk adalah 147,6 kg KCl ha-1 dan apabila tanpa dilakukan pemangkasan pucuk adalah 121,9 kg KCl ha-1.

English Abstract

Snap beans (Phaseolus vulgaris L.) has great potential to be developed as a vegetable because of their role to occupy the equirement of national consumption and export. Snap beans are a source of protein that has an affordable price. Snap beans growing areas in Indonesia each year continues to rise, but productivity is still low. This is because the scale of farming that managed by farmers still small and not intensive to maintain. Technology that can increase the production of which is prunning shoots. Prunning aims to stop the shoot apical dominance and focus the results of assimilate on the development of generative organs such as flowers and pods. Prunning shoots could be expected to improve significantly the quality results when given a stimulus of potassium. This study aims to determine the contribution of potassium fertilizers in increasing the growth and yield of snap beans if done prunning shoots. Research held in STPP (Agricultural High School) screenhouse, Tanjung, Malang in February – May 2016. This study used a Randomized Block Design (RBD) arranged as factorial with two factors. The first factor is prunning shoot with two levels, those without prunning shoot (P0) and prunning shoots at the time of entering the generative phase beginning (P1). The second factor is the dose of KCl fertilizer with four levels, those 0 kg / ha (P1), 50 kg / ha (P2), 100 kg / ha (P3), and 150 kg / ha (P4). So there are 8 treatment combinations, each combination is repeated three times so the total amount was 24 units of the experiment. Each experimental plot (combination treatment) there are eight plants so that the total population of plants in this experiment was 192 plants. The variables that observed were leaf area (dm2 plant-1), age at flowering (DAP), the number of flowers (piece plant-1), age at harvest (DAP), RGR (Relative Growth Rate), number of pods (piece plant-1), pod length (cm), pod diameter (cm), and pod fresh weight (g plant-1). All subsequent observation data are tabulated and analyzed using varian analysis. Variant analysis of results if it shows significant, then followed by testing Honestly Significant Difference test at 5% level. The results showed that prunning shoots give significant effect on leaf area (dm2 plant-1), number of flowers (piece plant-1), RGR, number of pods (piece plant-1), and fresh weight of pods (g plant-1). Treatment of prunning shoots provide a higher yield than without prunning shoots. Potassium fertilizer treatment give significant effect on all parameters of observation, except for pod length (cm) and diameter pod (cm). There is interaction between treatment of prunning shoots and doses of KCl on the RGR and fresh weight of pods (g plant-1). So we can conclude that optimum dose of KCl fertilizer if prunning shoots is 147,6 kg KCl ha-1 and if without prunning shoots is 121,9 kg KCl ha-1.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/859/051611790
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131856
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item