BKG

AndraFatiqhaArsy, (2016) Pengaruh Aplikasi Ga3 Terhadap Fruit Set Dan Hasil Tanaman Terung (Solanum Melongena L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan tanaman sayuran dari famili Solanaceae. Di Indonesia terung dikonsumsi secara segar dan sebagai bahan olahan yang memiliki nilai gizi tinggi, yakni protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi,vitamin A, B dan C (Husni et al., 2003). Data konsumsi terung di Indonesia pada tahun 2004 sebesar 2,55 kg per kapita hingga pada tahun 2012 konsumsi menjadi sebesar 3,49 kg per kapita (Statistik Konsumsi Pangan, 2012). Pada total produksi terung, di tahun 2004 mencapai 312.351 ton hingga pada tahun 2014 produksi total mencapai 557.053 ton (Badan Pusat Statistik, 2015). Pada budidaya terung sering dijumpai bunga terung yang gugur atau gagal membentuk buah. Diketahui tingkat fruit set pada tanaman terung dan paprika yakni 30% hingga 40% (Quagliotti, 2000). Guna meningkatkan fruit set pada tanaman terung tersebut dibutuhkan teknologi budidaya yang tepat seperti pemupukan, aplikasi mulsa dan kondisi lingkungan yang sesuai. Dengan teknik budidaya yang baik diharapkan hasil tanaman dapat mencapai optimal. Kerontokan bunga dapat dipengaruhi oleh kandungan hormon endogen pada tanaman. Rendahnya konsentrasi auksin dan giberelin menyebabkan sel pada organ bunga mudah mengalami senescene atau penuaan (Taiz dan Zeiger, 2007). Sehingga, dibutuhkan penambahan hormon eksogen atau zat pertumbuhan tanaman seperti GA3 untuk menginduksi pembentukan organ tanaman terutama organ bunga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi antara konsentrasi GA3 dan varietas terung terhadap pertumbuhan dan hasil terung. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat interaksi antara konsentrasi GA3 dengan varietas terung terhadap pertumbuhan dan hasil, pada konsentrasi GA3 45 ppm meningkatkan fruit set dan hasil terung. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari sampai Juli 2016 di desa Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat 400 m dpl. Alat-alat yang digunakan adalah cangkul, timbangan analitik, kamera, penggaris, meteran, gembor, gunting, polybag, ajir bambu, gelas ukur 1000 mL, jangka sorong, mortar, penggaris, botol semprot volume 1000 ml, oven. Bahan yang digunakan adalah bibit terong ungu varietas Mustang, terong hijau varietas Milano, GA3 dari tablet Gibgro 20T (20% GA3 dalam 5 g per tablet), pupuk kandang kambing, pupuk nitrogen (Urea), pupuk kalsium (KCl), pupuk fosfor (SP-36) dan pestisida. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok dan diulang sebanyak 4 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi giberelin dengan 3 taraf : G0 (0 ppm), G1 (15 ppm), G2 (30 ppm) dan G3 (45 ppm). Faktor kedua adalah dua varietas terung yakni M1 (Mustang), M2 (Milano). Kombinasi perlakuan yang didapat adalah sebagai berikut : M1G0, M1G1, M1G2, M1G3, M2G0, M2G1, M2G2, M2G3. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 32 unit percobaan.Pengamatan dilakukan pada komponen pertumbuhan dan komponen panen. Pengamatan pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga dan jumlah cabang produktif. Pengamatan panen meliputi jumlah buah per tanaman, bobot per buah, bobot buah per tanaman, panjang buah, diameter buah, presentase fruit set, bobot kering total tanaman. Data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisa dengan (Uji F) ragam taraf 5 % yang bertujuan untuk mengetahui nyata atau tidak nyata pengaruh dari perlakuan. Bila hasil pengujian diperoleh perbedaan yang nyata antar perlakuan maka akan dilanjutkan dengan uji perbandingan antar perlakuan dengan menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi GA3 dan varietas terung pada pengamatan diameter batang dan jumlah daun, yakni pada perlakuan konsentrasi GA3 45 ppm. Varietas Milano lebih respon terhadap GA3 dibanding dengan varietas Mustang Perlakuan konsentrasi GA3 45 ppm berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, luas daun, jumlah cabang produktif, bobot buah per tanaman, panjang buah dan berat kering total tanaman. Pada perlakuan perlakuan varietas, Mustang memilki hasil tertinggi pada tinggi tanaman bobot per buah dan berat kering total tanaman. Pada varietas Milano memilki hasil tertinggi pada diameter batang, luas daun per tanaman, jumlah bunga, jumlah cabang produktif, jumlah buah, bobot buat total per tanaman, panjang buah dan fruit set 17,81% lebih tinggi dibanding varietas Mustang.

English Abstract

Eggplant (Solanum melongena L.) is the plant as family Solanaceae. Commonly, in Indonesia the Eggplant can be consumed both as the fresh and cooked meal since it contain of protein, fat, carbohydrat, calcium, phosphor, iron, and vitamin A, B and C (Husni et al.,2003). Consuming of eggplant regards to national data base information that in 2004-2012 about at 2,55 to 3,49 kg per capita (Statistik Konsumsi Pangan, 2012). Moreover, the total eggplant production in 2004 to 2014 reached 312.351 ton and increased almost two folds around at 557.053 ton (Badan Pusat Statistik, 2015). The usual flower of eggplant has problem while their flower fail to form the fruit. There are several reasons regards to their condition are the flower drops before performing the fruit. According to Quagliotti, (2000) the former research presented that the level of fruit set on the eggplant and paprika only around at 30% to 40%. Therefore, the research is important to understanding how the agronomical practice modify the fruit set hence increase the percentage of fruit set on eggplant. Such kind of the agronomical practices could be conducted is to apply the exogenous hormones to held the endogenous hormones to be active and supported the physiology mechanism into flowering and forming the fruits. Due to the number of flower to be formed still lowest then, important to apply the GA3 as the exogenous hormones (Taiz and Zeiger, 2007). The objective of the research is to obtain the interaction between the GA3 concentration and the varieties on growth and yield of eggplant. Than, the hypothesis of the research is the concentration GA3 at the level 45 ppm could increase the fruit set and yield of eggplant. This research have been conducted in Sananrejo village Malang East Java, was localized at 400 m above sea level from February until July 2016. The equipment used analytic balance, hoe, digital camera, ruler, plastic polybag, beacker glass 1000 mL, mortar, caliper, hand sprayer 1000 mL, and oven (Heraeus). The material are 20% GA3 into the tablet are content in Gibgro 20T varieties of eggplant are Mustang and Milano, organic fertilizer, Urea, SP-36, KCl and pesticides. The research was design in Randomized as the factorial experiment. The first factor are level of GA3: G0 (0 ppm), G1 (15 ppm), G2 (30 ppm) and G3 (45 ppm), while the second factor are the varieties: M1 (Mustang), M2 (Milano). Therefore the experiment combination are: M1G0, M1G1, M1G2, M1G3, M2G0, M2G1, M2G2, M2G3 for 32 units by four replication. The observation was conducted involved the growth component and yield. Meanwhile the growth component are: length of plant, diameter of stem, number of leaves, leaves area, number of flower, and number of branched–productive. The observation of yield component are fresh weight per fruit and weight fruit per plant, length of fruit, diameter of fruit, percentage of fruit set, and dry weight of plant. The compiled data analyzed by Varian analysis at 5% continued by LSD 5%. The analyzed data show that there is interaction between concentration of GA3 and varieties of eggplant on the diameter of stem, and number of leaves at 45 ppm of GA3. The Milano variety have much response to GA3 application then that of Mustang variety. The GA3 on 45 ppm significantly affected to length of plant, leaves area, number of productive branch, weight of fruit per plant, length of fruit, and dry weight of plant. Meanwhile the parameter were affected by the differ of Mustang variety was observed on length of plant, fresh weight per fruit and dry weight per plant. Milano variety affected diameter of stem, leaves area per plant, number of flower, number of productive branch, length of fruit, diameter of fruit, total dry weight of plant and percentage of fruit set 17,81% that higher than Mustang.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/843/051611774
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131847
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item