BKG

SigitBimantara, Dhimas (2016) Multiplikasi Kultur Meristem Stroberi Kultivar Earlibrite dengan Penambahan Konsentrasi Hormon BAP dan Kinetin. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Keterbatasan bibit dan seleksi kultivar yang masih rendah menyebabkan stroberi masih terbatas untuk di budidayakan di Indonesia. Perbanyakan dengan cara konvensional membutuhkan waktu yang panjang serta kualitas bibit yang belum terjamin dan virus dan penyakit. Beberapa jenis virus yang menyerang stroberi antara lain adalah Strawberry Mottle Virus (SMoV), Strawberry Ven Bending Virus (SVBV), Strawberry Mild Yellow Edge Virus (SMYEV), dan Strawberry Crinkle Virus (SCV). Salah satu upaya untuk menyediakan bibit yang membutuhkan waktu singkat dan bibit yang bebas dari virus adalah dengan menggunakan perbanyakan vegetatif dengan teknik kultur jaringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari konsentrasi ZPT yang sesuai untuk tujuan multiplikasi stroberi kultivar Earlibrite. Penelitian dilaksanakan pada September 2015 hingga Desember 2015 di laboratorium kultur jaringan Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (BALIJESTRO) Tlekung, Batu, Malang. Menggunakan rancangan acak lengkap dengan 9 perlakuan yaitu (A) Kontrol ( Tanpa Penambahan ZPT), (B) BAP 0,25 mg/L + NAA 0,025 mg/L, (C) BAP 0,50 mg/L + NAA 0,025 mg/L (D) BAP 0,75 mg/L + NAA 0,025 mg/L (E) BAP 1,00 mg/L + NAA 0,025 mg/L (F) Kinetin 0,25 mg/L + NAA 0,025 mg/L (G) Kinetin 0,50 mg/L + NAA 0,025 mg/L (H) Kinetin 0,75 mg/L + NAA 0,025 mg/L (I) Kinetin 1,00 mg/L + NAA 0,025 mg/L dengan 3 kali ulangan dan 2 ulangan cadangan. Bahan tanam yang digunakan adalah batang planlet hasil dari kultur meristem stroberi kultivar Earlibrite, media MS, ZPT NAA, BAP dan Kinetin, dan bahan pendukung lain. Alat yang digunakan autoklaf, gelas ukur, petridish, scalpel, pinset, lampu Bunsen, laminar air flow cabinet (LAFC), oven, handsprayer,dan yang lain. Analisis sidik ragam dilakukan terhadap data yang diperoleh kemudian diteruskan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNJ) pada taraf 0,05 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hidup eksplan terus menurun setiap minggunya, perlakuan BAP 0,5 mg/L dan Kinetin 1 mg/L merupakan perlakuan yang memiliki persentase hidup paling tinggi yaitu 80%. Sedangkan perlakuan BAP 1 mg/L memiliki persentase hidup paling rendah yaitu 40%. Penggunaan BAP 0,5 mg/L + NAA 0,025 mg/L mampu untuk menginduksi tunas dan jumlah daun lebih banyak dibanding perlakuan yang lain, sedangkan Kinetin 1 mg/L + NAA 0,025 mg/L mampu untuk menginduksi perakaran dengan hasil paling banyak serta tinggi eksplan paling tinggi. Dan perlakuan Kinetin 0,5 mg/L memberikan hasil diameter eksplan paling besar diantara semua perlakuan.

English Abstract

Limitations of seeds and selection of cultivars that are still low causing strawberry still limited to cultivated in Indonesia. Propagation by conventional means requires a long time as well as quality seeds is not yet assured and viruses and diseases. Some types of viruses that attack strawberries include Strawberry mottle virus (SMoV), Strawberry Ven Bending Virus (SVBV), Strawberry Mild Yellow Edge Virus (SMYEV), and Strawberry Crinkle Virus (SCV). One effort to provide seeds that require short time and the seeds are free of the virus is to use vegetative propagation by tissue culture techniques. The purpose of this study was to look for PGR concentration appropriate for the purpose of multiplication of strawberry cultivars Earlibrite. Research was conducted in September 2015 until December 2015 in tissue culture laboratory Research Institute for Citrus and Subtropical plants (Balijestro) Tlekung, Batu, Malang. Using a completely randomized design with 9 treatments namely (A) Control (Without Addition PGR), (B) BAP 0.25 mg / L + NAA 0.025 mg / L, (C) BAP 0.50 mg / L + NAA 0.025 mg / L (D) BAP 0.75 mg / L + NAA 0.025 mg / L (E) BAP 1.00 mg / L + NAA 0.025 mg / L (F) Kinetin 0.25 mg / L + NAA 0.025 mg / L ( G) Kinetin 0.50 mg / L + NAA 0.025 mg / L (H) Kinetin 0.75 mg / L + NAA 0.025 mg / L (I) Kinetin 1.00 mg / L + NAA 0.025 mg / L to 3 times replications and 2 replicates backup. Materials used are planlets stem from meristem culture of strawberry cultivars Earlibrite, MS media, PGR NAA, BAP and Kinetin, and other supporting materials. The tools used autoclave, measuring cups, petridish, scalpel, tweezers, a Bunsen burner, laminar air flow cabinet (LAFC), oven, handsprayer, and others. Analysis of variance performed on data obtained is then forwarded to the test Least Significant Difference (HSD) at the level of 0.05%. The results showed that the percentage of live explants continue to decreased every week, BAP treatment of 0.5 mg / L and Kinetin 1 mg / L is a treatment that has the highest percentage of life by 80%. While the treatment of BAP 1 mg / L had the lowest percentage of life by 40%. The use of BAP 0.5 mg / L + NAA 0.025 mg / L was able to induce buds and leaves more than other treatments, while Kinetin 1 mg / L + NAA 0.025 mg / L was able to induce rooting with the results and the most high highest explants. And the treatment of Kinetin 0.5 mg / L + NAA 0,025 mg/L give the largest explants diameter among all treatments.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/794/051610673
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131793
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item