BKG

AliNurdiansyah, Hafiz (2016) Pengaruh Berbagai Media Tanam Terhadap Pembibitan Bud Chip Tiga Varietas Tebu (Saccharum officinarum L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tebu (Saccharumo fficinarum L.) merupakan bahan baku industri gula yang merupakan komoditas unggulan dan dibudidayakan di Indonesia. Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia yang selalu meningkat dari tahun ketahun yang diiringi dengan bertambahnya jumlah penduduk. Peningkatan konsumsi ini tidak dapat dipenuhi dari produksi gula. Rendahnya produktifitas dikarenakan permasalahan dari segi budidaya tebu, yaitu penyiapan bibit. Teknik pembibitan tebu yang membutuhkan waktu singkat dibutuhkan dalam industry gula. Salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan penanaman adalah ketersediaan bibit berkualitas. Salah satu bibit yang sering digunakan untuk produksi tebu adalah bibit metode bud chip. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil pembibitan teknik bud chip adalah media tanam. Pemanfaatan limbah pabrik gula bisa menjadi alternative media tanam. Limbah yang dihasilkan pabrik gula sangat melimpah dan pemanfaatannya yang belum optimal menjadikan masalah tersendiri bagi Pabrik Gula. Limbah Pabrik Gula yang dimanfaatkan adalah blotong dan abu ketel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan perlakuan berbagai media tanam terhadap pertumbuhan pembibitan bud chip tiga varietas tebu serta mengetahui perlakuan kombinasi terbaik terhadap pertumbuhan pembibitan bud chip tebu. Hipotesis yang diambil dalam penelitian ini ialah terjadi interaksi antara perlakuan berbagai media tanam terhadap tiga pembibitan budchip tiga varietas tebu Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, terletak di desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan di lahan dengan menggunakan polibag. Dengan jenis tanah Alfisol yang terletak pada ketinggian 303 mdpl dengan suhu sekitar 21-33 ºC. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah cangkul, meteran, jangka sorong, parang, penggaris, gembor, kamera digital, oven, HWT (Hot Water Treatment), mesin bor Prototype, polybag 10 cm x 20 cm, LAM (Leaf Area Meter) dan alat tulis-menulis. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah komposisi jenis media tanah, kompos blotong dan abu ketel, bibit Bud chip yang diambil adalah bibit batang muda tanaman tebu, ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) Atonix. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Faktorial disusun secara acak kelompok dengan 2 faktor. Faktor 1 meliputi varietas. Varietas VMC 76-16, Varietas PSJT 941 dan Varietas Bululawang. Faktor ke 2 meliputi media tanam tanah 100% (control), Tanah 50% + Kompos Blotong 25% + Abu Ketel 25%, Tanah 25% + Kompos Blotong 50% + Abu Ketel 25%, Tanah 25% + Kompos Blotong 25% + Abu Ketel 50%. Pengamatan dilakukan dengan metode destruktif dan non destruktif. Parameter yang digunakan pada pengmatan destruktif adalah panjang akar, bobot basah akar, bobot kering akar, total luas daun, bobot basah tanaman dan bobot kering tanaman. Parameter yang digunakan pada pengamatan non desruktif adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Data pengamatan yang diperoleh dianalis menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata (F hitung > F tabel 5%), maka akan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5% untuk melihat perbedaan diantara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada media tanam Tanah 12,5% + Kompos Blotong 75% + Abu Ketel 12,5% dan Varietas VMC 76-16 pada parameter tinggi tanaman pada umur 45 dan 60 hst memiliki nilai yang tinggi. Pada varietas Bululawang dan media tanam Tanah 100% pada parameter panjang akar pada umur 60, 75 dan 90 hst memiliki nilai yang tinggi.Varietas VMC dengan media tanam Tanah 12,5% + Kompos Blotong75% + Abu Ketel12,5% menunjukkan pertumbuhan paling baikpada parameter pengamatan tinggi tanaman dan panjang akar.Varietas VMC 76-16 menghasilkan peningkatan pada semua parameter disbanding dengan varietas PSJT 941 dan Bululawang. Media tanam Tanah 12,5% + Kompos Blotong 75% + Abu Ketel 12,5% mampu meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, berat basah tanaman, berat basah akar, dan berat kering akar. Akan tetapi tidak berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun, luas daun, panjang akar, dan berat kering tanaman.

English Abstract

Sugarcane (Saccharum officinarum L.) is the raw material sugar industry which is leading commodity and cultivated in Indonesia. Sugar is one of the basic needs for the people of Indonesia, which is increasing from year to year, which is accompanied by the increase in the populationThis increase in consumption can not be met from sugar production. Low productivity due to problems in terms of sugar cane cultivation, namely the preparation of seedlings. Sugarcane breeding technique that requires a short time is needed in the sugar industry. One of the factors that will determine the success of planting is the availability of quality seeds. One of the seeds are often used for the production of sugar cane is seed bud chip method. One of the factors that influence the results of bud chips breeding techniques is the growing media. Utilization of the sugar mill waste could be alternative growing media. Sugar factory waste generated very abundant and its utilization is not optimal to make problems for the Sugar Factory. Waste Plant Sugar used is blotong and abu ketel. The purpose of this study is to investigate the use of treatment of a variety of growing media on the growth of seedlings bud chip three sugarcane varieties and to know the best combination treatment on the growth of sugar cane seedling bud chip hypothesis taken in this study is the interaction between the treatment of various media to the three nurseries budchip planting three varieties of sugar cane. Research conducted at the Experimental Farm Brawijaya University, located in the village Jatikerto, Kromengan subdistrict, Malang. Research conducted in the field by the use of polybags. With this type of soil Alfisol located at an altitude of 303 meters above sea level with temperatures around 21-33ºC. The tools will be used in this research is the hoe, tape measure, calipers, a machete, a ruler, hype, digital cameras, oven, HWT (Hot Water Treatment), drilling machines Prototype, polybag 10 cm x 20 cm, LAM (Leaf Area Meter) and stationery. Materials used in this study is the composition of the media type of soil, compost blotong and abu ketel, Bud seed chip is taken from young stems sugarcane crop seeds, PGR (plant growth regulator) Atonix. The design used was a factorial design arranged in randomized to two factors. Factor 1 includes varieties Variety VMC 76-16, PSJT 941 varieties and varieties Bululawang. Factor 2 includes the planting medium ground 100% (control), Land 50% + Compost Blotong 25% + Abu Ketel 25% Land 25% + Compost Blotong 50% + Abu Ketel 25% Land 25% + Compost Blotong 25% + Abu Ketel 50%. Observations were made with destructive and non-destructive methods. The parameters used in pengmatan destructive is the root length, wet weight root, root dry weight, total leaf area, plant fresh weight and dry weight of plants. The parameters used in the observation of non desruktif is plant height, leaf number and stem diameter. Observational data obtained were analyzed using analysis of variance (F test) at 5% level. If there is a real effect (F count> F table 5%), it will proceed with HSD test at 5% level to see the difference among treatments. The results showed growing media Soil Compost Blotong 12.5 % + 75 % + 12.5 % Abu kettle and Varieties VMC 76-16 on parameters plant height at 45 and 60 DAT has a high value . Bululawang on the variety and growing media Soil 100 % in root length parameter at the age of 60 , 75 and 90 DAT has a high value. VMC varieties with growing medium Soil Compost Blotong 12.5% + 75% + 12.5% Abu Ketel showed most growth both on the parameters of observation of plant height and root length. VMC 76-16 varieties resulted in an increase in all parameters than 941 varieties and Bululawang PSJT. Planting medium Soil Compost Blotong 12.5% + 75% + 12.5% Abu Ketel able to increase plant height, stem diameter, plant fresh weight, root fresh weight and root dry weight. But no real effect on the parameters number of leaves, leaf area, root length and dry weight of plants.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/793/051610672
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131792
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item