BKG

Napitupulu, Mernita (2016) Keragaman Genetik, Fenotipe Dan Heritabilitas Pada Generasi F2 Hasil Persilangan Tanaman Padi (Oryza Sativa L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Padi (Oryza Sativa L.) adalah tanaman pangan golongan tumbuhan Gramineae yang batangnya beruas-ruas dan bersifat merumpun. Beras yang dihasilkan dari tanaman padi memiliki kandungan gizi yang tinggi dan merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Kebutuhan beras meningkat setiap tahunnya seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk akan tetapi produksi beras di Indonesia tidak stabil sehingga pemerintah melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Salah satu upaya untuk mengurangi impor beras adalah dengan meningkatkan produksi padi melalui program pemuliaan. Padi hitam di Indonesia belum banyak dibudidayakan karena umur tanaman panjang, produksi rendah akan tetapi berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit seperti kanker dan mencegah anemia sehingga dilakukan perbaikan sifat dengan menyilangkan padi hitam dengan padi putih untuk mendapatkan padi yang memiliki warna biji hitam, produksi tinggi dan umur genjah. Menurut Crowder (1987), pada generasi F2 tanaman akan mengalami segregasi sesuai dengan hukum Mendel sehingga akan menyebabkan keragaman. Keragaman yang ditumbulkan dapat disebabkan oleh faktor genetik maupun faktor lingkungan. Pada populasi F2 perlu dilakukan seleksi untuk mendapatkan tanaman sesuai dengan karakter yang diingini. Kegiatan seleksi sangat ditentukan oleh tersedianya keragaman genetik yang luas dan heritabilitas yang tinggi. Suatu karakter yang memiliki nilai keragaman genetik dan heritabilitas yang tinggi menandakan bahwa penampilan karakter kurang dipengaruhi oleh lingkungan sehingga seleksi dapat berlangsung secara efektif (Falconer dan Mackay, 1996). Penelitian ini menggunakan populasi F2 hasil persilangan resiprok. Persilangan resiprok tersebut bertujuan untuk mengetahui pengaruh tetua betina (Maternal Effect) pada pewarisan suatu sifat. Penelitian ini bertujuan mempelajari keragaman genetik, fenotipe, heritabilitas dan mempelajari pola pewarisan sifat pada warna biji pada populasi F2. Hipotesis yang diduga pada penelitian ini adalah populasi F2 padi memiliki nilai keragaman genetik dan heritabilitas yang tinggi dan pada warna biji diduga dipengaruhi oleh gen tunggal. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada bulan Januari sampai bulan Juni 2016. Alat yang digunakan adalah cangkul, timbangan analitik, ember, gembor air, bak persemaian, kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah generasi F2 hasil persilangan tanaman (Jawa Melik x Pandan Wangi), (Pandan Wangi x Jawa Melik), (Jawa Melik x Ciherang), (Ciherang x Jawa Melik), tetua Pandan Wangi, Ciherang, Jawa Melik, pupuk kandang kambing 504 Kg dan kompos kampus 5 Kg. Penelitian dilakukan dengan menanam generasi F2 dan tetua pada lingkungan pertanaman yang sama tanpa ulangan. Pengamatan dilakukan pada individu pada populasi F2. Parameter pengamatan yang diamati meliputi parameter kualitatif (warna biji) dan parameter kuantitatif (tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, jumlah anakan produktif, jumlah bulir/malai, umur panen, bobot gabah/rumpun dan bobot 100 biji). Analisis data pada parameter kualitatif dilakukan dengan analisis segregasi menggunakan analisis X2 (Chi-square test) pada warna biji dengan mengelompokkan warna biji dalam 2 kelas, 3 kelas dan 4 kelas pengamatan untuk menduga jumlah gen yang berperan dalam mengendalikan warna biji sedangkan pada parameter kuantitatif analisis data yang dilakukan adalah dengan menghitung nilai Koefisien Keragaman Fenotipe (KKF), Koefisien Keragaman Genetik (KKG), dan Heritabilitas (h2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik yang luas pada keempat populasi F2 terdapat pada karakter jumlah anakan produktif, bobot gabah/rumpun. Keragaman fenotipe yang luas pada keempat populasi F2 terdapat pada karakter jumlah anakan, jumlah daun, jumlah anakan produktif, dan bobot gabah/rumpun. Nilai heritabilitas yang tinggi pada keempat populasi F2 terdapat pada jumlah daun, jumlah anakan produktif dan bobot gabah/rumpun. Warna biji pada keempat populasi F2 dikendalikan oleh gen dominan tak lengkap (gen tunggal) dengan perbandingan 1:2:1. Pada persilangan ini tidak dipengaruhi oleh tetua betina (maternal effect).

English Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is a class of food plant crops Gramineae which have segmented stems and have clumps. The rice production from rice plant have a high nutrition content and on of main food of Indonesian society. The demand for rice is increasing every year as the number of inhibitan but rice production in Indonesia is not stable, so the government do some rice import to fulfill domestic demand. One effort to reduce rice import is increase rice production through breeding programs. Black rice in Indonesia has not been cultivated because of the long age of the plant, low production but useful to increase body resistance from diseases such as cancer and prevent anemia so that repairs trait done by crossing black rice and white to get rice with have black colour seeds, high production and early maturity. According to Crowder (1987), the F2 generation plants will suffer segregation according to Mendels laws that would cause diversity. Diversity can be caused by both genetic and environmental factors. In F2 population, needs to do some selection to get the plants in accordance with the desired characters. Selection activity is determined by the availability of high genetic diversity and high heritability. A character that has a high value of genetic diversity and high heritability indicates that the appearance of the characters are less influenced by the environment so that the selection can take place effectively (Falconer and Mackay, 1996). This study uses the results of crossing reciprocally F2 population. The reciprocal crosses aimed to determine whether there is influence genotype mother (Maternal Effect) on the pattern of the trait inheritance. This research aims is to study the diversity of genetic, phenotypes and heritability of rice F2 population and to study the patterns of inheritance in seed color. The hypothesis of this study is suspected that in F2 population of rice has a high value in genetic diversity and heritability and than suspected that in seed colour there are effect from single gene. The research was conducted on Faculty of Agriculture Brawijaya University reseach land, Jatimulyo Village, Lowokwaru sub-district, Malang in January until June 2016. The tools that used was a hoe, an analytical scale, bucket, water bucket, nursery tub, a camera, and stationery. Materials that used in this research is F2 generation from crossing (Jawa Melik x Pandan Wangi), (Pandan Wangi x Jawa Melik), (Jawa Melik x Ciherang), (Ciherang x Jawa Melik) and the parent is Pandan Wangi, Ciherang, and Jawa Melik, goat manure 504 kg and 5 kg campus compost. This study was conducted by planting F2 generation and parent in the same environment without replication Observations were made on individuals in F2 population Parameter observations observed by including qualitative parameters (seed colour) and quantitative parameters (plant height, number of tillers, number of leaves, number of productive tiller, number of grain/panicle, age of harvest, weight of grain/clump and weight of 100 seeds. Analysis of the data on qualitative parameters was analyzed with segregation analysis X2 (Chi-square test) in seed colour by grouping seed colour to two class, three class and four class observations to estimate the number of genes that play a role in controlling the seed colour while the quantitative parameter analysis by calculating the Coefficient Varian of phenotype (CVP), Coefficient Varian of Genetic (CVG), and heritability (h2). The results showed that the high value of genetic diversity in all F2 population contained in the character number of productive tiller, weight of grain/clump. The high value of phenotypes diversity in all F2 population contained by the character number of tillers, number of leaves, number of productive tillers and weight of grain/clump. The high value of heritability in the all F2 population contained in the character number of leaves, number of productive tillers and weight of grain/clump. The seed colour in all F2 populations are controlled by uncomplited dominant gene (single gene) with a ratio is 1: 2: 1. In this cross is not influence by genotype mother (maternal effect).

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/788/051610667
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131786
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item