BKG

Mariani, SektyDenny (2016) Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Varietas Permata Terhadap Dosis Pupuk Kotoran Ayam dan KCl. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Produksi Tomat Di Indonesia Pada Tahun 2011 Berdasarkan Data BPS (2013) Yakni Sebesar 893.546 Ton Ha-1 Dan Meningkat Sebesar 992.780 Ton Ha-1 Pada Tahun 2012. Namun, Hal Ini Tidak Di Imbangi Dengan Peningkatan Kualitas Buah Tomat, Misalnya Ketahanan Terhadap Penyakit Dan Ukuran Buah. Upaya Agronomis Yang Telah Dilakukan Adalah Dengan Sistem Budidaya Yang Benar Dan Tepat, Seperti Metode Pemupukan Dan Pola Tanam. Tanaman Tomat Membutuhkan Hara Yang Lengkap Baik Makro Maupun Mikro, Dengan Komposisi Berimbang Yang Bisa Didapatkan Dari Aplikasi Atau Pemberian Pupuk. Salah Satu Unsur Hara Yang Dibutuhkan Oleh Tanaman Dalam Jumlah Besar Selain Nitrogen Adalah Kalium (K). Sutedjo (1994) Menjelaskan Bahwa Bahan Organik Yang Terkandung Dalam Pupuk Organik Memiliki Beberapa Fungsi, Salah Satunya Adalah Sebagai Penyangga Persediaan Unsur Hara Bagi Tanaman Sehinga Dapat Tersedia. Oleh Karena Itu, Ketersediaan Pupuk Organik Diharapkan Mampu Membantu Unsur Hara Anorganik Khususnya K Agar Mudah Tersedia Dan Terserap Bagi Tanaman. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Memperoleh Dosis Optimal Dari Penggunaan Pupuk Kalium Dan Pupuk Kotoran Ayam Pada Tanaman Tomat. Hipotesis Penelitian Ini Yaitu Penggunaan Pupuk Kalium Dan Pupuk Kotoran Ayam Dengan Dosis Tertentu Mampu Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat, Pemberian Pupuk Kotoran Ayam Pada Dosis 10 Ton Ha-1 Mampu Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat Serta Pemberian Pupuk Kcl Pada Dosis 120 Kg K2O Ha-1 Mampu Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat. Penelitian Dilaksanakan Di Green House Milik Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasi Penelitian Berada Pada Ketinggian Tempat 500 Mdpl Dengan Rata – Rata Suhu Harian 23°C. Waktu Penelitian Dilaksanakan Pada Bulan Februari Hingga Juni 2015. Alat Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Kamera Digital, Timbangan Analitik, Alat Ukur (Meteran, Penetrometer Dan Brixmeter) Dan Jangka Sorong. Sedangkan Bahan Yang Digunakan Dalam Penelitian Adalah Benih Tomat Varietas Permata, Pupuk Organik Kotoran Ayam Dan Pupuk Anorganik Kcl. Penelitian Ini Merupakan Percobaan Faktorial Yang Disusun Dengan Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Dengan 2 Faktor Dan 3 Ulangan, Faktor Pertama Adalah Dosis Pupuk Kotoran Ayam Yang Terdiri Dari 3 Taraf: K0 = 0 Ton Ha-1, K1 = 5 Ton Ha-1 Dan K2 = 10 Ton Ha-1. Faktor Kedua Adalah Dosis Pupuk Kcl Yang Terdiri Dari 4 Taraf: P1 = 60 Kg K2O Ha-1, P2 = 90 Kg K2O Ha-1, P3 = 120 Kg K2O Ha-1 Dan P4 = 150 Kg K2O Ha-1. Aplikasi Pupuk Kotoran Ayam Dilakukan Pada 7 Hari Sebelum Penanaman, Sedangkan Aplikasi Pupuk Kcl Dilakukan Pada 5 Hari Setelah Tanam (Hst). Pengamatan Yang Dilakukan Meliputi Pengamatan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat. Variabel Pengamatan Non Destruktif Meliputi Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Jumlah Cabang, Awal Muncul Bunga, Jumlah Bunga, Jumlah Bunga Per Tanaman, Awal Berbuah, Jumlah Buah. Pengamatan Untuk Variabel Petumbuhan Dilakukan Pada Saat Tanaman Berumur 14, 28, 42 Dan 56 Hst Hingga Siap Panen. Variabel Jumlah Bunga Diamati Pada Saat Tanaman Sudah Mulai Berbunga. Pengamatan Panen Dilakukan Pada Saat Tanaman Sudah Masak Fisiologis Dengan Variabel Yang Diamati Antara Lain Umur Panen Pertama, Umur Panen Terakhir, Jumlah Buah Panen Per Tanaman, Bobot Buah Panen Per Tanaman, Bobot Per Buah Dan Kualitas Buah Yakni Diameter, Tingkat Kekerasan Buah Dan Kadar Gula. Hasil Penelitian Ini Menunjukkan Bahwa Tidak Ada Interaksi Antara Perlakuan Dosis Pupuk Kotoran Ayam Dan Dosis Pupuk Kcl Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat. Namun, Perlakuan Pupuk Kotoran Ayam Dengan Dosis 10 Ton Ha-1 Mampu Meningkatkan Jumlah Buah Panen Per Tanaman Dan Diameter Buah Yang Lebih Tinggi Daripada Perlakuan Tanpa Pupuk Kotoran Ayam (0 Ton Ha-1) Dan 5 Ton Ha-1. Pada Pemberian Pupuk Kcl Dengan Dosis 150 Kg K2O Ha-1 Menunjukkan Jumlah Buah Panen Per Tanaman Lebih Tinggi Daripada Perlakuan Dosis 60 Kg K2O Ha-1 Dan Dosis 90 Kg K2O Ha-1.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/77/051602723
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131777
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item