BKG

RinduPrastika, Angrenani (2016) Pengaruh Umur Bibit dan Jumlah Kascing terhadap Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) pada Sistem Vertikultur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Perkembangan di bidang teknologi, industri serta pertambahan penduduk di daerah perkotaan hingga daerah pedesaan yang semakin meningkat menyebabkan alih fungsi lahan pertanian menjadi komplek pemukiman dan lahan industri baru yang menyebabkan produktivitas semakin menurun pada bidang pertanian. Mengatasi lahan produksi pertanian yang semakin berkurang, salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan cara bercocok tanam secara vertikal atau yang dikenal dengan sistem vertikultur. Salah satu tanaman sayuran yang dapat dikembangkan pada sistem vertikultur ialah tanaman bawang daun. Tanaman ini mempunyai nilai ekonomi tinggi sehingga di samping dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, dapat juga untuk menambah pendapatan keluarga. Permasalahan pada budidaya tanaman bawang daun ialah umur dan produksi tanaman sangat ditentukan oleh bibit. Menurut Misran (2014) bibit ialah tanaman muda yang sangat menentukan untuk pertumbuhan tanaman pada tahap selanjutnya. Salah satu upaya untuk mencapai sasaran tersebut ialah dengan cara pemilihan penggunaan umur bibit. Upaya lain yang dapat dilakukan ialah dengan menambah bahan organik. Kascing ialah bahan organik hasil kotoran cacing yang bercampur dengan tanah dan bahan organik lain. Pupuk kascing mengandung unsur hara yang lengkap, maka diperlukan penelitian yang dapat memberikan informasi sehingga pupuk kascing dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi tanaman. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan rata-rata ketinggian ±1.062 m dpl pada bulan Maret hingga Mei 2016. Alat yang digunakan ialah talang air beserta rak bambu, cetok, penggaris, timbangan digital, label, kamera, oven, LAM, gembor dan alat tulis. Bahan yang digunakan ialah bibit bawang daun, tanah, arang sekam, kascing dan amplop. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor 1 ialah umur bibit yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: U1: umur bibit 1 bulan, U2: umur bibit 2 bulan, U3: umur bibit 3 bulan. Faktor 2 ialah jumlah pemberian kascing terdiri dari 4 taraf, yaitu: K0: tanpa kascing, K1: 100 g kascing/tanaman, K2: 200 g kascing/tanaman, K3: 300 g kascing/tanaman. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan perlakuan. Pengamatan dilakukan dengan cara non destruktif dan panen. Pengamatan pertumbuhan dilakukan pada saat tanaman berumur 30 HST, 40 HST, 50 HST, 60 HST dan pada 70 HST sekaligus dilakukan pengamatan panen. Pengamatan pertumbuhan meliputi jumlah daun per tanaman (helai), tinggi tanaman (cm) dan jumlah anakan per tanaman (anakan.tanaman-1). Pengamatan panen meliputi bobot segar total tanaman (g.tanaman-1), bobot konsumsi per tanaman (g.tanaman-1) dan bobot kering total tanaman (g.tanaman-1). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara umur bibit dan pemberian kascing tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Perlakuan umur bibit berpengaruh pada parameter jumlah daun per tanaman, jumlah anakan per tanaman, bobot segar total tanaman, bobot konsumsi per tanaman dan bobot kering total tanaman, sedangkan perlakuan kascing berpengaruh pada parameter tinggi tanaman bawang daun. Perlakuan umur bibit 2 bulan dan 3 bulan menunjukkan hasil yang lebih baik pada parameter jumlah daun per tanaman, sedangkan perlakuan umur bibit 3 bulan menunjukkan hasil yang paling baik pada parameter jumlah anakan per tanaman, bobot segar total tanaman, bobot konsumsi per tanaman dan bobot kering total tanaman. Pemberian kascing 100 hingga 300 g.tanaman-1 tidak memberikan hasil yang berbeda nyata dengan perlakuan tanpa kascing, hal ini dikarenakan jenis tanah yang digunakan mengandung bahan organik tinggi sehingga tidak berpengaruh pada pemberian kascing.

English Abstract

Developments in technology, industry and population growth in urban areas to rural areas increasing cause conversion of agricultural land into residential complexes and industrial land new cause declining productivity in agriculture. Overcoming land diminishing agricultural production, one way to do is by way of vertical farming, known as verticulture system. One vegetable crops that can be developed in verticulture system is welsh onion plant. This plant has high economic value so that in addition can be used to provide for the family, can also to supplement the family income. Problems on the cultivation of welsh onion is aged and crop production is largely determined by seed. According Misran (2014) seedling is young plants crucial to plant growth at a later stage. One effort that can be done is by the use of selection seedlings. Another attempt to do is to add organic matter. Vermicompost is an organic material results worm dung mixed with soil and other organic materials. Vermicompost fertilizer contains a complete nutrient, it is necessary to research which can provide information that can be utilized vermicompost fertilizer to increase crop production. Research conducted at the Pandanrejo village, Bumiaji districts, Batu city with an average altitude of ±1.062 meters above sea level in March until May 2016. Tool used was gutter along with bamboo racs, trowel, ruler, digital scales, labels, camera, oven, LAM, watering can and stationery. The materials used are welsh onion seedling, soil, husk, vermicompost and envelopes. Research conducted using a factorial randomized block design with 2 factors. Factor 1 is the seedling ages which consists of three levels, namely: U1: seedling age 1 month, U2: seedling age 2 months, U3: seedling age of 3 months. Factor 2 is the amount of vermicompost consists of 4 levels, namely: K0: without vermicompost, K1: 100 g vermicompost/plant, K2: 200 g vermicompost/plant, K3: 300 g vermicompost/plant. Each combination treatment was repeated three times to obtain 36 units of treatments. Observations were carried out by non destructive and harvest. Observations of growth when the plant was conducted at 30 DAT, 40 DAT, 50 DAT, 60 DAT and at the 70 DAP at the same observation harvest. Observations growth include the number of leaves per plant (leaf), plant height (cm) and number of tillers per plant (tillers.plant-1). Observations harvest include total fresh weight of plant (g.plant-1), the weight of consumption per plant (g.plant-1) and total dry weight of plant (g.plant-1). Data analysis was performed using analysis od variance (F test) at 5% levels and if there is a real effect then continued with HSD test at 5% level. The results showed that the interaction between the seedling ages and vermicompost did not significantly affect the growth and yield parameters of welsh onion. Treatment of seedling ages effect on the parameters number of leaves per plant, number of tillers per plant, total fresh weight of plant, consumption weight per plant and total dry weight of plant, while the vermicompost treatment effect on plant height parameter of welsh onion. Treatment of seedling age 2 months and 3 months showed better results on the parameters number of leaves per plant, while the treatment of seedling age 3 months showed the best result on the parameter number of tillers per plant, total fresh weight of plant, consumption weight per plant and total dry weight of plant. Vermicompost treatment 100 to 300 g.plant-1 did not give significantly different results with the treatment without vermicompost, because the type of soil that is used contains high organic material so it does not affect on the vermicompost treatment.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/737/051609424
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131750
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item