BKG

FakhrudinIrfan, Mukhamad (2016) Hubungan N, P, K, C-Organik, dan pH Tanah dengan Produksi dan Mutu Tembakau (Nicotiana tabacum L.) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Wilayah Kabupaten Probolinggo adalah daerah penghasil tembakau Paiton yang dibutuhkan untuk bahan baku rokok kretek dan diminati banyak konsumen karena kadar nikotinnya yang rendah. Permasalahan yang dihadapi dari tahun ke tahun adalah beragamnya produksi dan mutu tembakau paiton di sentra-sentra penanaman disebabkan antara lain oleh beragamnya jenis varietas tanaman tembakau yang ditanam, teknik budidaya, dan kesuburan lahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar hara N, P, K, C- Organik, dan pH tanah dengan produksi dan mutu tembakau paiton di Kabupaten Probolinggo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Nopember 2014, dengan metode survei antara lain pengambilan contoh tanah di 40 titik sentra tembakau Paiton yang tersebar di tujuh kecamatan berdasarkan Satuan Peta Lahan (SPL) untuk dianalisa kadar hara N, P, K, C-Organik, dan pH tanahnya, kemudian wawancara petani responden tentang budidaya, hasil produksi dan mutu tembakau. Data survey dianalisa statistik dengan uji normalitas, dan analisa korelasi sederhana dengan tingkat siknifikan 5%. Hasil penelitian ini adalah lahan sawah dengan bentuk lahan dataran aluvial lebih memberikan rata-rata produksi (1058,32 kg/ha), indeks mutu (94,817), dan indeks tanaman (101,035) yang lebih tinggi dari pada lahan sawah dan tegalan dengan bentuk lahan dataran vulkanik. Kadar N, P, K, C-Organik, dan pH tanah tidak berkorelasi nyata (p-value>0,05) terhadap prouksi dan mutu tembakau. Faktor lain yang memberikan pengaruh keragaman produksi dan mutu tembakau antara lain keragaman varietas tembakau (Paiton 1, Sampores, Serongsong, dan Super), virus TMV (Tobacco Mozaik Virus) yang menyebabkan penyakit keriting pada tanaman tembakau, dan teknik budidaya tanaman tembakau antara lain pemberian dosis pupuk {lahan sawah dengan bentuk lahan aluvial rata – rata lebih besar (269 kg Urea + 40 kg SP36 + 204 kg ZA + 9 kg ZK) dari pada lahan tegalan dengan bentuk lahan dataran vulkanik (153 kg Urea + 40 kg SP36 + 225 kg ZA + 30 kg Phonska) dan lahan sawah dengan bentuk lahan dataran vulkanik (94 kg Urea + 36 kg SP36 + 281 kg ZA + 12 kg Phonska)}. teknik pemberian pupuk (dikocor, disebar, tabur), jarak tanam tanaman tembakau {jarak tanam (30x40)x30 memberikan hasil produksi dan mutu yang lebih tinggi}, dan perluasan areal lahan yang tidak potensial.

English Abstract

The region of Probolinggo Regency tobacco-producing region of Paiton is needed for cigarettes and raw materials of interest more consumers because of low levels of nikotinnya. Problems encountered from year to year is the various production and quality of tobacco annually in paiton planting centers caused among other things by the various types of tobacco plants grown varieties, cultivation techniques, and the fertility of its land. The purpose of this research is to know the relationship of the levels of nutrient N, P, K, C-organic, and soil pH with the production and quality of tobacco paiton in Probolinggo. The research was carried out in June – November, 2014, with the method of survey sampling, among others, land in 40-point Center for tobacco Paiton scattered in seven subdistricts based on units of land use Map (SPL) for the analyzed nutrient levels of N, P, K, C-organic, soil pH, and then interview a farmer respondents about cultivation, yield and production of quality tobacco. Survey data were analyzed with the statistical test of normality, and simple correlation analysis with the significance level of 5%. The results of this research are rice fields with more alluvial plain landform provides an average production (1058.32 kg/ha), quality (94,817) index, and the index plant (101.035), which is higher than in the rice fields and moorland with a volcanic plain landform. The levels of N, P, K, C-organic, and soil pH are not real correlated (p-value>0.05 ) against prouksi and the quality of tobacco. Other factors that influence the diversity of production and quality of tobacco among others the diversity of varieties of tobacco (Paiton 1, Sampores, Serongsong, and Super), virus TMV (Tobacco Mosaic Virus) which causes disease on tobacco plants, curly and tobacco cultivation techniques among other fertilizer dosing {rice fields with flat alluvial land forms – greater average (269 kg Urea + 40 kg SP36 204 kg + ZA + 9 kg ZK) than on the Moor land with volcanic plain landform (153 kg Urea + 40 kg SP36 + 225 kg + 30 kg ZA Phonska) and paddy fields with a volcanic plain landform (94 kg Urea + 36 kg SP36 281 kg + ZA + 12 kg Phonska)}. the technique of giving of fertilizers (seeds and sow), a distance of planting tobacco plant (trunks (30x40) x30 results of production and higher quality), and the expansion of the area of land that is not potential.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/735/051609422
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131748
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item