BKG

WindaDwiJuliantika, (2016) Interval Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Dan Kualitas Visual Tiga Jenis Turfgrass. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Turfgrass ialah tanaman ornamental berupa rumput lanskap. Bentuknya menutupi permukaan lahan yang dapat digunakan sebagai area rekreasi atau olahraga bahkan sebagai penstabil tanah (pencegah erosi). Terdapat beberapa turfgrass yang umum dibudidayakan yaitu rumput bermuda (Cynodon dactylon), rumput manila (Zoysia matrella), rumput jepang (Zoysia japonica), rumput gajah mini (Pennisetum purperium schamach) dan agrotis (Agrotis palistrus Huds). Seiring dengan permintaan turfgrass yang mengalami peningkatan diperlukan teknik budidaya benar agar hasilnya tetap tinggi. Pengaturan penyiraman merupakan salah satu teknik budidaya yang penting dalam menajemen turfgrass. Penyiraman sangat berpengaruh pada kualitas dan pertumbuhan turfgrass. Penyiraman yang intensif dapat menimbulkan serangan penyakit pada turfgrass, air banyak terbuang dan tidak efisien. Sedangkan penyiraman yang jarang dilakukan juga dapat menurunkan kualitas turfgrass. Apabila areal yang dikelola secara intensif merupakan areal wilayah yang luas, penyiraman dapat menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan biaya dan tidak efisiensi dalam penggunaan air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interval penyiraman terhadap pertumbuhan dan kualitas pada tiga jenis turfgrass (rumput bermuda, rumput gajah mini, rumput jepang). Hipotesis yang diajuakan adalah terdapat interaksi antara ketiga jenis turfgrass dengan interval penyiraman yang diberikan dan interval penyiraman yang tepat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas yang baik pada turfgrass. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca yang terletak di kebun percobaan Agroecotechnopark Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, di Desa Jatikerto, kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Maret hingga Mei 2016. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor perlakuan. Faktor 1 yaitu interval penyiraman yang terdiri dari 5 taraf yaitu setiap 1 hari sekali, setiap 2 hari sekali, setiap 3 hari sekali, setiap 4 hari sekali, setiap 5 hari sekali. Sedangkan faktor 2 yaitu tiga jenis turfgrass yang terdiri rumput, rumput jepang, rumput gajah mini. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 15 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang 3. Parameter yang diamati adalah destruktif dan non destruktif. Pengamatan destruktif meliputi panjang akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot kering total. Sedangkan pengamatan non destruktif meliputi presentase penutupan, kepadatan pucuk, skor warna, daya recovery. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila hasil nyata maka akan dilanjutkan dengan uji duncan (DMRT) taraf 5%. Pada penelitian ini interaksi antar kedua perlakuan tidak berbeda nyata. sehingga kedua perlakuan berdiri sendiri. Interval penyiraman berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan jumlah pucuk, panjang akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot kering total tanaman, skor warna, dan daya recovery, kecuali pada variabel presentase penutupan yang tidak berbeda nyata. Sedangkan Perlakuan perbedaan jenis turfgrass berpengaruh nyata terhadap persentase penutupan, jumlah pucuk, panjang akar,berat kering tajuk, berat kering akar, berat kering total, kecuali skor warna dan daya recovery yang tidak berbeda nyata. Berdasarkan variabel yang diamati interval penyiraman setiap 3 hari sekali dengan jumlah pemberian air sesuai dengan kapasitas lapang yaitu 1,5 liter air/bak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap jumlah pucuk, panjang akar, berat kering tajuk dan berat kering akar. Rumput bermuda dan rumput jepang memberikan hasil yang lebih tinggi pada variabel jumlah pucuk, berat kering tajuk dan berat kering total dibanding dengan rumput gajah mini.

English Abstract

Turfgrass is ornamental plants such as landscape grass. The form covers the surface of land that can be used as a recreation area or even sport as a soil stabilizer (preventing erosion). There are several turfgrass cultivated in the garden such as bermuda grass, manila grass, jepang grass, a gajah mini grass and Agrotis. With the increasing demand for turfgrass, cultivation techniques need to be done properly so that the result remains hight.. To improve the quality good cultivation techniques are required in order to correct the results obtained turfgrass remains high. Watering arrangement is one that is important in the cultivation technique turfgrass management. Watering is very influential on the quality and growth of turfgrass. Intensive watering can cause diseases in turfgrass, water wasted and inefficient. While infrequent watering also can degrade the quality of turfgrass. If the area intensively managed area is a large area, the watering can be an important factor that can increase the cost and not efficiency in water use. The purpose of this study was to find out the effect of watering intervals on the growth and quality of the three types of turfgrass (bermuda grass, gajah mini grass, Jepang grass). The hypothesis is proper watering intervals can affect the growth and the quality was good on all three types of turfgrass and there is an interaction among the three types of turfgrass with interval watering This study was conducted in a greenhouse located at the experimental garden Agroecotechnopark, Agriculture Faculty Brawijaya University, in the village of Jatikerto, Kromengan subdistrict, Malang in March to May 2016. The experiment will be conducted by using the experimental Randomized Completely Design with 2 factor and 3 replication. Factor 1 is interval watering with five levels (every 1 day, every 2 days, every 3 days, every 4 days, every 5 days). Second factor is three types of turfgrass (bermuda grass, jepang grass and gajah mini grass) of these two factors obtained 15 combinations of treatments. The observed parameter is destructive and non destructive. Observations destructive include root length, shoot dry weight, root dry weight, total dry weight. While the non-destructive observation ground covers percentage, shoots density, color score, recovery strength. Observational data obtained were analyzed by analysis of variance (F test) at 5% level. If the real result will be continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) level of 5%. The results showed interaction between treatments not significant. Intervals watering significant effect on shoot density, root length, canopy dry weight, root dry weight, total dry weight of plants, color score, and recovery strength. Except, ground cover percentage was not significant. While the treatment three types of turfgrass significant effect on ground cover percentage, shoot density, root length, canopy dry weight, root dry weight and total dry weight of plants. Except color score, and recovery strength were not significant. Based on observed variabels, the intervals watering of every 1 day with the water supply is based on field capacity of 1,5 litter/tub give a significant effect on shoot density, root length, canopy dry weight and root dry weight. Bermuda grass and jepang grass gives higher yiels on variable shoot density, canopy dry weight and total dry weight compered with gajah mini grass.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/724/051609411
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131736
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item