BKG

NurmaDeliaSafitri, (2016) Pengaruh Tingkat Pemberian Air Dan Waktu Aplikasi Ga3 Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai ( Glycine Max (L.) Merrill). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai ( Glycine max (L.) Merrill.) merupakan salah satu tanaman terpenting ketiga setelah padi dan jagung. Tanaman ini merupakan sumber dari protein nabati dan juga mengandung karbohidrat dan lemak. Karena kandungan tersebut maka kedelai merupakan kebutuhan yang selalu diminati oleh masyarakat baik berupa polong maupun bahan olahannya. Tanaman kedelai termasuk tanaman yang peka terhadap perbedaan panjang hari, khususnya saat pembentukan bunga. Saat tanaman membentuk bunga, bergantung pada beberapa faktor termasuk umur dan keadaan lingkungan misalnya cahaya maupun ketersediaan air dalam tanah. Pada saat kedelai berkecambah, air merupakan faktor yang sangat penting pada proses pertumbuhannya. Pada umumnya tanaman kedelai mempunyai kemampuan menghasilkan bunga awal yang cukup tinggi, namun pada akhirnya bunga akan mengalami keguguran sebanyak 40-80%. Untuk dapat mengurangi tingkat keguguran bunga pada tanaman kedelai maka penggunaan Zat Pengatur Tumbuh merupakan salah satu upaya yang dapat mencegah hal tersebut, serta dengan tersedianya air didalam tanah dapat pula mempengaruhi kemampuan tanaman dalam menghasilkan bunga dan hasil yang optimum. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh dari pemberian air dan waktu aplikasi GA3 pada pertumbuhan dan hasil tanaman Kedelai ( Glycine max (L.) Merrill.). Hipotesis yang diambil dalam penelitian ini ialah 1) Terdapat interaksi antara tingkat pemberian jumlah air dan waktu aplikasi GA3 pada pertumbuhan dan hasil kedelai, 2) Pemberian air dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, 3) Waktu aplikasi GA3 dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di Lantai jemur yang terletak UPT Pengembangan Benih Palawija Kecamatan Singosari Malang dengan ketinggian ±500 mdpl, suhu rata-rata harian 240C dan jenis tanah Vertisol. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Februari 2016 sampai dengan bulan Mei 2016. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor 1 meliputi pemberian air 100% kapasitas lapang, pemberian air 75% kapasitas lapang, pemberian air 50% kapasitas lapang, pemberian air 25% kapasitas lapang. Sedangkan faktor 2 meliputi tanpa pemberian GA3 (kontrol), pemberian GA3 pada fase vegetatif, pemberian GA3 pada fase generatif. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain cangkul, cetok, gelas ukur, ajir, penggaris, label, handsprayer, polybag dengan ukuran 40x40 cm dengan diameter 25 cm, timbangan analitik, ember berdiameter 25 cm, termometer, oven, lux meter, gunting, kamera, serta alat tulis. Sedangkan Bahan yang digunakan ialah benih kedelai varietas Anjasmoro, plastik untuk penyungkupan, tali rafia, mika plastik, Air untuk melarutkan ZPT, Furadan 3G, decis, pupuk kandang, pupuk anorganik (Urea, SP-36, dan KCL), Zat Pengatur Tumbuh (GA3). Pengamatan dilakukan dengan metode destruktif dan non destruktif. Banyaknya tanaman sampel untuk kedua metode pengamatan adalah 6 tanaman. Pengamatan non destruktif meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), cabang produktif, umur mulai berbunga (hari), jumlah bunga, persentase bunga gugur (%), persentase bunga jadi polong (%). Pengamatan destruktif meliputi jumlah polong isi (buah), jumlah polong hampa (buah), berat basah tanaman (g), berat kering tanaman (g), panjang akar (cm), berat basah polong (g), berat kering polong (g),berat biji (g). Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam berdasarkan uji F taraf 5%. Apabila hasil nyata maka akan dilanjutkan dengan uji perbandingan berganda Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5% untuk mengetahui faktor yang memberikan pengaruh terbaik berdasarkan parameter yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan tingkat pemberian air dan waktu aplikasi GA3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat pemberian air 75% kapasitas lapang lebih efesien karena tidak berbeda nyata dengan perlakuan pemberian air 100% kapasitas lapang dalam mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, dan panjang akar. Selain itu berpengaruh nyata pada komponen hasil yang meliputi jumlah bunga, jumlah polong isi, berat biji, berat basah dan kering tanaman maupun berat basah dan kering polong, serta mengurangi jumlah polong hampa. Tingkat pemberian air tidak berpengaruh nyata pada umur mulai berbunga dan persentase bunga jadi polong. Waktu aplikasi GA3 pada saat fase vegetatif mampu meningkatkan tinggi tanaman, sedangkan waktu aplikasi GA3 pada saat fase generatif mampu meningkatkan jumlah polong isi dan mengurangi jumlah polong hampa, namun tidak berpengaruh nyata pada berat basah polong per tanaman dan berat biji per tanaman.

English Abstract

Soybean (Glycine max (L.) Merrill.) is one of the three most important crop after rice and maize. This plant is a source of vegetable protein and also contain carbohydrates and fats. Because of the content, the soybean is a requirement that is always in demand by the public in the form of pods and processed materials. Soybean plants is a plant which is sensitive to differences in the day length, especially when flower development. when flowering, the plant depend on several factors including the age and state of the environment for example, light and water availability in the soil. At the time of soybean germination, water is a very important factor in the growth process. In general, soybean plants have the ability to generate initial interest rate is quite high, but in the end flowers will have a miscarriage as much as 40-80%. To be reduce the miscarriage rate of flowers on the soybean, plant growth regulator use is one effort that could prevent it, as well as the availability of water in the soil can also affect the ability of plants to produce flowers and optimal results. The purpose of this study is to know and study the effect of water supply and time GA3 application on the growth and yield of soybean (Glycine max (L.) Merrill.). Hypothesis in this study is 1) there is interaction between water treatment level and the time of application GA3 on the growth and yield of soybeans, 2) water supply can affect the growth and yield of soybean, 3) Time application of GA3 can affect the growth and yield of soybean. Research will be conducted in the Drying floor of UPT Pengembangan Benih Palawija Singosari Malang with a height of ± 500 meters above sea level, the average daily temperature of 240C and Vertisol soil types. Research will be conducted in January 2016 to April 2016. The design used was split plot design with 2 factors and repeated 3 times. Factor 1 include water giving 100% field capacity, water giving 75% field capacity, water giving 50% field capacity, water giving 25% field capacity. While the second factor includes without GA3 (control), GA3 on the vegetative phase. The tools used in this study include hoe, trowel, measuring cup, stake, ruler, label, handsprayer, polybag with size of 40x40 cm with a diameter of 25 cm, analytical balance, bucket with diameter of 25 cm, oven, lux meter, scissors, cameras, as well as stationary. While the material used is soybean seed varieties Anjasmoro, plastic, rope, mica, water to dissolve the PGR, Furadan 3G, decis, manure, inorganic fertilizer (Urea, SP-36, KCL), plant growth regulator (GA3). Observations conducted destructive and non-destructive method. The amount of plant samples for two methods of observation are 6 plants. Observations non destructive includes plant height (cm), number of leaves (pieces), productive branch, age started flowering (days), the number flower (fruit), flower to be pods percentage (%). And destructive observation include root length (cm), number of pods (fruits), the number of empty pods (fruits), plant wet weight (g), plant dry weight (g), the wet weight of pod (g), pods dry weight (g), and seed weight (g). Data obtained from observations were analyzed using analysis of variance by F test level of 5%. If the real results will be followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT) level of 5% to know the underlying factor give the best effect on observed parameters. The result show that there was no interaction between the level of the water treatment and time application GA3 on growth and soybean result. The result also showed that water level 75% field capacity more effecient because it is not significantly with water level 100% field capacity to influence plant height, number of leaf, number of productive branches, and root leght. Moreover significantly on yield component including number of flowers, number of pods, seed weight, crop fresh weight, crop dry weight, as well as pod fresh weight, pods dry weight and reduce the number of pods empty. Water level can’t significantly on age flowering and percentage flower to be pods. Time application GA3 during the vegetative phase capable to increase plant height, and then time application GA3 during generative phase capable to increase the number of pods and reduce the number of empty pods, but no real effect on pods fresh weight and pods dry weight per plant.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/720/051609407
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131732
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item