BKG

PutriSariSinaga, Asima (2016) Keragaman 10 Galur Jagung Ungu (Zea Mays L. Var Amylacea) Pada Generasi S4. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung ungu atau juga disebut blue corn mengandung antosianin dan flavanoid serta kadar phenolik mencapai 6%. Jagung ungu kaya akan antosianin, merupakan tanaman yang dibudidayakan di lembah rendah di Amerika Selatan terutama di Peru dan Bolivia. Dikenal juga di Spanyol dengan sebutan "maiz morado" dan telah lama digunakan untuk makanan penutup, pewarna makanan dan minuman. Kandungan antosianin rata-rata jagung ungu adalah 1.640 mg/100g berat segar, lebih tinggi dari blueberry segar (73-430 mg/100g). Antosianin pada jagung ungu mampu menstabilkan dan melindungi kerusakan pembuluh kapiler akibat tekanan darah tinggi. Studi lebih lanjut di bidang kesehatan, jika diet kaya polyphenolic compound seperti yang terdapat pada jagung ungu dapat mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker. fungsi dari jagung ungu tersebut adalah menurunkan tekanan darah, mengurangi pembekuan darah dan meningkatkan kapasitas anti oksidan dalam darah. Selain kita mengetahui banyak manfaat dari jagung ungu, ada beberapa kendala yang utama pada tanaman jagung ungu yaitu tekanan lingkungan yang berbeda, budaya masyarakat yang belum terbiasa dengan rasa jagung ungu, serta produktivitasnya rendah. Maka dari itu perlu dilakukannya evaluasi keragaman genetik pada jagung ungu untuk mendapatkan informasi genetik pada karakter yang diamati sehingga dapat digunakan untuk bahan seleksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keragaman karakter vegetatif dan generatif secara deskriptif maupun kuantitatif pada beberapa galur inbrida jagung ungu generasi S4, serta nilai duga heritabilitas dari beberapa galur yang diuji. Dengan hipotesis yang diharapkan adalah terdapat beberapa karakter jagung ungu yang di deskripsikan menghasilkan keragaman genetik lebih rendah pada generasi S4. Terdapat beberapa galur yang mempunyai nilai heritabilitas tinggi dan KKG rendah sehingga berpotensi untuk dijadikan calon tetua hibrida. Penelitian dilaksanakan di desa Dadaprejo, kecamatan Junrejo,Kota Batu. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015 – Februari 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu genotipe tanaman. Percobaan ini terdiri dari tiga kelompok yang masing-masing menyatakan ulangan. Pelaksanaan penelitian terdiri dari persiapan lahan, persiapan benih, penanaman, perawatan yang terdiri dari pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit, penyiangan, pembumbunan, dan panen. Jarak tanam yang digunakan adalah 75x15 cm. Populasi tanaman adalah 33 tanaman setiap galur, dengan jumlah galur sebanyak 10 dan diulang 3 kali sehingga jumlah populasi keseluruhan adalah 990 tanaman. Parameter pengamatan terbagi menjadi karakter kuantitatif dan kualitatif. Karakter kuantitatif yaitu tinggi tanaman (cm), tinggi tongkol (cm), umur pecahnya kepala sari (hst), umur berbunga betina (hst), jumlah tongkol per tanaman (buah), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), dan jumlah baris biji per tongkol. Karakter kualitatif yaitu warna plumula, warna batang, warna glume, warna anther, warna rambut tongkol (silk), warna biji, warna janggel, dan warna klobot muda. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan skoring dan data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis varians dengan uji F pada taraf 5% dan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilakukan uji DMRT pada taraf 5%. Selain itu juga menghitung nilai heritabilitas, Koefisien Keragaman Genetik (KKG) dan Koefisien Keragaman Fenotipe (KKF). Hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan dari parameter kualitatif yang diamati berdasarkan skoring galur jagung ungu pekat (UP) masih memiliki keragaman warna, sedangkan pada galur jagung ungu ketan (UK) sudah seragam terhadap karakter kualitatif yang diamati. Galur yang paling seragam dilihat dari karakter kualitatif nya adalah galur UK1E3+6. Hasil rekapitulasi warna ungu pada karakter kualitatif, didapatkan galur UP1E3+33 memiliki 5 karakter kualitatif berwarna ungu yaitu warna glume, warna anther, warna biji, warna janggel dan warna klobot muda. Pada karakter kuantitatif yang diamati dari hasil perhitungan Anova menunjukkan berbeda nyata kecuali pada karakter jumlah tongkol. Nilai duga heritabilitas dalam galur didapatkan dari semua galur pada karakter yang diamati mempunyai nilai heritabilitas yang termasuk dalam kriteria rendah, sedang dan tinggi. Nilai KKG dan KKF dari hasil perhitungan termasuk dalam kriteria rendah. Dari hasil pengamatan hubungan antara skor karakter kualitatif dan nilai heritabilitas karakter kuantitatif didapatkan galur UK1E3+1 dan UK1E3+6 sangat berpotensi untuk dijadikan tetua calon hibrida karnea galur-galur ini telah seragam.

English Abstract

Purple corn or blue corn contain of anthocyanins, flavonoids and phenolic levels above 6%. Purple corn is rich in anthocyanins, a plant cultivated in the lower valley in South America, especially in Peru and Bolivia. Also known in Spain as "maiz morado" and has long been used for desserts, food coloring and beverages. The average of anthocyanin content purple corn was 1,640 mg / 100 g fresh weight, higher than fresh blueberries (73-430 mg / 100g). Anthocyanin in purple corn is able to stabilize and protect capillaries damage due to high blood pressure. The next study in sector of health, if the diet is rich in polyphenol compound such as those found in purple corn can reduce the risk of heart disease and cancer. The function of purple corn is decrease the risk of blood plessure, reduce the blood clotting and increase the capacity of antioxidant in the blood. Besides we know the many benefits of purple corn, there are some main of obstacles in purple corn plant that different environmental pressures, cultural communities who are not familiar with the taste of purple corn, and the productivity is low. Thus it is necessary to do the evaluation of genetic variety in purple corn to obtain genetic information on the observed characters that can be used for material selection. The purpose from this research is to describe the variety of vegetative and generative character in descriptively and quantitatively some purple corn inbred lines generation S4, and the heritability estimates from several strains tested. With the expected hypothesis is that there are some characters that described purple corn produces a lower genetic diversity in generation S4. There are several strains that have a high heritability values and KKG low so the potential to be candidates for hybrid parents. Research conducted at the village Dadaprejo, district Junrejo, Batu. The study was conducted in November 2015 - February 2016. This research using a Randomized Block Design (RBD) with a single factor that plant genotype. This experiment consisted of three groups each claiming replications. Implementation of the study consisted of land preparation, seed preparation, planting, and treatment which consisted of fertilization, irrigation, pest and disease control, weeding, and harvest. Spacing used is 75x15 cm. The plants population is 33 plants of each strain, with the number of lines by 10 and repeated 3 times so that the total population of the overall is 900 plants. The parameter of observation is divided into quantitative and qualitative character. Quantitative characters i.e plant height (cm), ear height (cm), the age of the outbreak of the anthers (HST), date of flowering females (HST), the number of ear per plant (fruit), ear length (cm), ear diameter (cm), and the number of seed rows per ear. Qualitative character i.e color of plumula, stem color, glume color, anther color, hair color of ear (silk), seed color, corncob color, and the color of young klobot. Qualitative data were analyzed descriptively by scoring and quantitative data were analyzed using by analysis of variance by F test at 5% level, and if there is a real difference DMRT performed at the level of 5%. It also calculates the value of heritability, coefficient of Genetic Diversity (KKG) and coefficient Phenotype Diversity (KKF). The results of the research that has been done obtained from qualitative parameters were observed by scoring lines concentrated purple corn (UP) still has a variety of colors, while the sticky purple corn strains (UK) has been uniformly observed to qualitative character. Strains most even views from its qualitative character is a strain UK1E3 + 6. Recapitulation purple on qualitative characters, obtained strains UP1E3 + 33 has a qualitative character 5 purple is the color of glume, anther color, seed color, corncob color and color of young klobot. On qualitative characters were observed from the calculation of ANOVA showed significant difference except in number of character cob. The heritability estimates in strains obtained from all the strain on the character who has observed heritability values are included in the criteria for medium and high. KKG value and KKF from the calculation included in the criteria for low. From the observation of qualitative character of the relationship between scores and grades obtained heritability of quantitative character lines and UK1E3+1 and UK1E3+6 has the potential to be a candidate elders carneae hybrid strains have been even.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/700/051609387
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131709
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item