BKG

Alghofar, WildanArif (2016) Pengaruh Perbedaan Suhu Air Dan Lama Perendaman Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Bibit Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Sengon (Paraserianthes Falcataria L. Nielsen) Merupakan Tanaman Asli Indonesia Dan Merupakan Salah Satu Jenis Tanaman Yang Banyak Dimanfaatkan Untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) Dikarenakan Pertumbuhannya Cepat, Mudah Dibudidayakan Dan Tidak Memerlukan Persyaratan Tumbuh Yang Spesifik. Pohon Sengon Diklaim Memiliki Pertumbuhan Paling Cepat Didunia, Dapat Mencapai Tinggi 7 M Dalam Waktu Hampir Satu Tahun Lebih (Alex, 2014). Kegiatan Penanaman Tanaman Sengon Memerlukan Benih Yang Bermutu Tinggi Dan Memiliki Daya Berkecambah Dan Vigor Yang Tinggi Dikarenakan Dalam Penanaman Sengon Benih Memainkan Peranan Yang Sangat Penting Karena Benih Yang Ditanam Akan Menentukan Mutu Tegakan Tanaman Yang Dihasilkan. Permasalahan Yang Terkadang Muncul Dalam Rangka Pengadaan Benih Adalah Benih Sengon Memiliki Masa Dormansi Yang Diakibatkan Oleh Kulit Benih Keras. Kulit Benih Yang Keras Akan Menghambat Masuknya Air Dan Oksigen Kedalam Benih, Sehingga Proses Perkecambahan Akan Memerlukan Waktu Yang Lebih Lama. Pematahan Dormansi Benih Sengon Perlu Dilakukan Dengan Perendaman Menggunakan Air Panas Sebagai Perlakuan Pendahuluan Sehingga Kulit Benih Permeable. Penelitian Dilaksanakan Di Jalan Besuki, Samboro, Mojo, Kabupaten Kediri Dan Dilaksanakan Pada Bulan Mei Sampai Juli 2015. Metode Penelitian Yang Digunakan Adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial Dengan Dua Faktor. Faktor Pertama Adalah Suhu Perendaman Yang Terdiri Dari 7 Taraf Percobaan Yaitu : S0 = Perendaman Benih Sengon Menggunakan Air Biasa ; S1 = Perendaman Benih Sengon Dengan Suhu Awal 50oc ; S2 = Perendaman Benih Sengon Dengan Suhu Awal 60oc ; S3 = Perendaman Benih Sengon Dengan Suhu Awal 70oc ; S4 = Perendaman Benih Sengon Dengan Suhu Awal 80oc ; S5 = Perendaman Benih Sengon Dengan Suhu Awal 90oc ; S6 = Perendaman Benih Sengon Dengan Suhu Awal 100oc. Sedangkan Faktor Kedua Adalah Lama Perendaman Dengan 2 Taraf, Yaitu : P1= Perendaman 12 Jam ; P2 = Perendaman 24 Jam. Dari Kedua Faktor Tersebut Diperoleh 14 Perlakuan Kombinasi. Masing-Masing Perlakuan Diulang Sebanyak 4 Kali Sehingga Diperoleh 56 Petak Percobaan. Setiap Petak Percobaan Terdiri Atas 100 Benih. Pengamatan Yang Dilakukan Berupa Pengamatan Non Destruktif Yang Meliputi Jumlah Kecambah Yang Tumbuh Dan Tinggi Bibit Tanaman Sengon. Jumlah Kecambah Dapat Digunakan Untuk Mencari Daya Berkecambah, Laju Perkecambahan, Kecepatan Tumbuh Benih Dan Nilai Perkecambahan. Data Yang Diperoleh Dari Hasil Pengamatan Selanjutnya Diuji Dengan Analisis Ragam (Uji F) Dengan Taraf 5 % Untuk Mengetahui Adanya Pengaruh Pada Setiap Perlakuan. Apabila Terdapat Pengaruh Nyata Pada Kombinasi Perlakuan Maka Dilanjutkan Dengan Uji Duncan’s (DMRT). Berdasarkan Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Untuk Mendapatkan Perkecambahan Terbaik, Benih Sengon Dapat Direndam Dengan Suhu 50oc – 90oc Selama 12 Jam Atau 50oc – 70oc Selama 24 Jam. Perlakuan Perbedaan Suhu Air Dan Lama Perendaman Tidak Memberikan Pengaruh Yang Nyata Terhadap Tinggi Tanaman.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/66/051602712
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131668
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item