BKG

DinnarJatumara, Prawesty (2016) Pemangkasan Pucuk Dan Pewiwilan Tanaman Terong (Solanum Melongena L.) Pada Sistem Budidaya Roof Garden. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pemanfaatan taman atap sebagai lahan pertanian kini mulai dikembangkan seiring dengan sempitnya lahan pertanian dan kebutuhan masyarakat di perkotaan. Kriteria tanaman untuk roof garden yaitu perakaran tanaman yang tidak dalam, relatif tahan kekurangan air, tahan dan tumbuh baik pada temperature yang tinggi, perakaran dan pertumbuhan batang yang tidak mengganggu struktur bangunan, dan mudah dalam pemeliharaan. Kriteria tanaman tersebut digunakan acuan dalam pemilihan tanaman dan pemeliharaan. Salah satu kegiatan pemeliharaan yang dapat diterapkan untuk memenuhi kriteria tanaman untuk roof garden yakni pemangkasan. Pemangkasan yang dilakukan terutama pada pucuk bermanfaat mengurangi persaingan fotosintesis antar daun dan buah, menghambat pertumbuhan vegetatif sehingga tanaman akan lebih terkonsentrasi pada perkembangan generatif. Namun, pemangkasan yang dilakukan pada pucuk tanaman dapat memicu pertumbuhan tunas ke arah samping atau tunas lateral. Terong memiliki kanopi tanaman yang lebar bila ditanam di roof garden. Hal tersebut akan bertolak belakang dengan kriteria tanaman untuk roof garden sehingga perlu adanya pemeliharaan seperti pemangkasan. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai pemangkasan pada tanaman terong dengan sistem roof garden. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemangkasan pucuk dan pewiwilan tanaman pada pertumbuhan dan produksi tanaman terong (Solanum melongena L.) yang dibudidayakan dengan sistem roof garden. Penelitian dilaksanakan di Rooftop Gedung Sentral, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang pada ketinggian tempat ±460 mdpl dengan suhu rata-rata udara harian antara 20 - 28oC. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Juni 2016. Alat yang digunakan antara lain cangkul, cetok, gelas ukur, penggaris, meteran, gembor, jangka sorong, timbangan analitik, oven, LAM, gunting tanaman, polibag diameter 40 cm, kertas label, kamera, alat tulis, laptop. Bahan yang digunakan antara lain, benih terong Antaboga F1, tanah, kompos, pupuk kandang, air, pupuk NPK, dan pestisida nabati Bio-care. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah waktu pemangkasan pucuk yakni tanpa pemangkasan, pemangkasan 14 hst, pemangkasan 28 hst dan faktor kedua adalah perlakuan pewiwilan yakni tanpa pewiwilan, pewiwilan 1 kali, dan pewiwilan 2 kali. Pengamatan pertumbuhan meliputi jumlah daun, luas daun, jumlah cabang dan umur berbunga. Pengamatan panen meliputi bobot kering total tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot segar buah, diameter buah dan panjang buah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5% untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan yang diberikan, jika terdapat hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Perlakuan pemangkasan 14 hst dan pewiwilan 2 kali memberikan tanaman yang relatif ringan yakni 66,05 g per tanaman namun menghasilkan produktivitas yang relatif tinggi yakni 217,68 g berat segar per tanaman. Perlakuan tanpa pemangkasan dengan pewiwilan 1 kali, pemangkasan pucuk umur 14 hst dengan tanpa pewiwilan dan pemangkasan pucuk umur 14 hst dengan pewiwilan 2 kali meningkatkan produktifitas terong berturut-turut 219,75 g per tanaman, 247,76 g per tanaman, dan 217,68 g per tanaman atau sekitar 13,73%, 28,23% dan 12,66% dibandingkan tanaman tanpa pemangkasan dan pewiwilan bila ditanam dengan sistem roof garden.

English Abstract

Exploiting roof garden as agricultural land is now beginning to be developed over the narrowness of agricultural land and the needs of urban communities. Criteria for the roof garden plants are root plants are not deep, relatively resistant to water shortages, resistant and grows well at high temperatures, root and stem growth which does not interfere with the building structure, and easy maintenance. Criteria of plants used for reference in selection of plants and maintenance. One of the maintenance activities that can be implemented to complement with criteria of the plant in roof garden is pruning. Pruning is done primarily on plant shoot reduces competition between leaf photosynthesis and fruit, inhibit the vegetative growth so the plant will be more concentrated on generative development. However, pruning is done on plant shoot can trigger the growth of shoots towards the sideways or lateral buds. Eggplant has a wide canopy when grown in roof garden. It would be contrary to the criteria of the plants roof garden so it needs maintenance such as pruning. Therefore, conducted the research on pruning in eggplant with roof garden system. This research aims to study the effect of shoot pruning and suckering plants on growth and yield of eggplant (Solanum melongena L.) cultivated with roof garden system. The research was conducted on the rooftop of Central Building, Faculty Of Agriculture, Brawijaya University, Malang at an altitude ±460 masl, with daily temperature between 20 - 28oC. The research was carried out in March-June 2016. Tools were used include hoe, trowel, measuring cup, ruler, tape measure, watering can, caliper, analytic scales, ovens, plant shears, polybag diameter 40 cm, paper labels, stationery, camera, laptop. The materials used are seeds of Eggplant Antaboga variety, soil, compost, manure, water, NPK fertilizer and Bio-care pesticides. Research using Factorial Randomized Block Design with two factors and three replications. The first factor is the time of shoot pruning which are without shoot pruning, shoot pruning 14 dap and shoot pruning 28 dap. The second factors are without suckering, suckering once and suckering twice. Observation of growth includes number of leave, leaf area, number of branch and flowering. Observation of harvest are total dry weight per plant, number of fruit per plant, fresh weight of fruit, diameter of fruit and length of fruit. The data obtained were analyzed using analysis of variance (F test) and 5% level to determine the effect of treatment given, if there is a significantly different results followed by LSD test with a level of 5%. Based on the research results indicate treatment shoot pruning 14 dap and suckering twice provides plants relatively light about 66.05 g per plant but produces productivity relatively high about 217.68 g fresh weight per plant. Treatment without shoot pruning and suckering once, shoot pruning 14 dap and without suckering and shoot pruning 14 dap and suckering twice increasing productivity of Eggplant in a sequence of 219.75 g per plant, 247.76 g per plant, and 217.68 g per plant or 13,73%, 28.23% and 12.66% compared with plant without shoot pruning and without suckering when grown with roof garden cultivation system.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/614/051609266
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131619
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item