BKG

SinggihPrasetiyo, Ferry (2016) Analisis Lintas Antara Hasil Dan Komponen Hasil Pada Tanaman Buncis Ungu (Phaseolus vulgaris L.) Generasi F5. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Mendapatkan produktivitas yang tinggi ialah tujuan yang sering dilakukan seorang pemulia tanaman dalam merakit suatu varietas baru. Produktivitas yang tinggi akan berpengaruh secara ekonomi karena dengan produktifitas yang tinggi maka potensi dalam memperoleh keuntungan secara ekonomi juga tinggi. Keberhasilan dari usaha pemuliaan tanaman untuk mendapatkan tanaman buncis dengan kualitas dan kuantitas hasil yang diinginkan sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemulia dalam melakukan seleksi. Pada kegiatan pemuliaan tanaman, beberapa informasi diperlukan sebelum dilakukannya pelaksanaan seleksi. Informasi-informasi tersebut berguna bagi pemulia tanaman dalam membantu menentukan dasar kriteria seleksi agar tercapainya keberhasilan dalam merakit suatu varietas baru. Hasil dari analisis korelasi dan analisis lintas ialah salah satu informasi penting yang harus diketahui oleh pemulia tanaman sebelum melakukan seleksi. Analisis korelasi diperlukan untuk mengetahui sifat-sifat mana yang mempunyai hubungan yang erat dan saling mempengaruhi satu sama lain secara nyata atau signifikan. Melalui analisis lintas hubungan antar sifat dapat diuraikan menjadi pola hubungan langsung dan tidak langsung sehingga dapat diketahui melalui sifat mana yang memberikan pengaruh terbesar. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan dasar kriteria seleksi melalui komponen hasil yang memberikan pengaruh terbesar terhadap hasil pada tanaman buncis ungu (Phaseolus vulgaris L.) generasi F5. Penelitian dilaksanakan di Dusun Suwaluan, Desa Tawang Argo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lahan pertanian yang digunakan berada pada ketinggian ± 700 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah Single Plot, yaitu dengan menanam 11 galur benih tanaman buncis ungu generasi F5 dalam satu populasi di lingkungan pertanaman yang sama tanpa ulangan. Jumlah tanaman yang digunakan dalam satu plot sebanyak 50 tanaman. Pengamatan dilakukan pada seluruh tanaman pada setiap plot pengamatan dengan variabel pengamatan ialah sebagai berikut: cluster per tanaman, polong per cluster, polong per tanaman, bobot per polong dan hasil. Setelah data variabel pengamatan pada masing-masing galur didapatkan kemudian dilakukan analisis korelasi dan dilanjutkan analisis lintas. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jumlah polong per tanaman memberikan pengaruh terbesar untuk hasil pada masing-masing galur dari tanaman buncis ungu generasi F5. Selain itu, pengaruh langsung melalui komponen hasil tersebut juga didukung dengan korelasi yang signifikan terhadap hasil pada semua galur. Oleh sebab jumlah polong per tanaman memberikan kontribusi terhadap hasil secara langsung maka seleksi untuk tanaman buncis ungu generasi selanjutnya dapat dipilih berdasarkan kriteria komponen hasil tersebut.

English Abstract

Getting a high productivity is of interest that often done by a plant breeder in assembling a new variety. High productivity will influence the economy because if the productivity is high, the potential to get economic profit is also high. Success of plant breeding efforts to get bean plants with desired quality and quantity greatly influenced by ability of breeders in selection. In plant breeding activities, some information is needed before carrying out the selection. Such information is useful for plant breeders to help determine basis of selection criteria in order to achieve success in assembling a new variety. Results of the correlation analysis and path analysis is one of the important information that should be known by plant breeders before making a selection. Correlation analysis is required to determine the properties that are intimately connected and influence each other in a real or significant. Through path analysis, relationships between characters can be described into a pattern of direct and indirect relationships that can be known through characters of which have the greatest influence. Purpose of this study was to identify result components which have greatest influence on results so that it can be basic of selection criteria on a purple bean plant (Phaseolus vulgaris L.) F5 generation. Research was conducted at Suwaluan hamlet, village of Tawang Argo, Karangploso subdistrict, Malang, East Java. Agricultural land being used at an altitude of ± 700 m above sea level. This research was conducted in February-May, 2015. The method used in study is Single Plot, ie by planting 11 seeds strains F5 generation purple bean plants in a population in the same crop without repetition. Number of plants that used in the plot as much as 50 plants. Observations were made on all plants in each plot with observation variables are: cluster per plant, pods per cluster, pods per plant, weight per pod and yield. After the observation of variable data on each of the strains obtained, then performed a correlation analysis and continued by path analysis. From this study it can be concluded that number of pods per plant had highest impact on yield for each strain of purple common bean F5 generation. In addition, direct effect through yield components is also supported by a significant correlation of yield in all strains. Therefore number of pods per plant contributed to yield in selection for next generation of purple common bean can be selected based on criteria such yield component.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/564/051609291
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131572
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item