BKG

Rahmawati, Farida (2016) Pengaruh Fermentasi Urin Kelinci Dan Fermentasi Paitan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Paprika (Capsicum Annuum Var Grossum) Dengan Sistem Hidroponik Substrat. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Paprika sebagai salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi, memiliki peluang besar yang hasil panennya dapat diekspor ke luar negeri. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi paprika yaitu menggunakan teknik budidaya secara hidroponik. Menurut Lingga (2002) budidaya tanaman secara hidroponik memiliki keuntungan, yaitu: dapat dilakukan pada ruang atau tempat yang terbatas dan higienis; apabila dilakukan di rumah kaca dapat diatur suhu dan kelembabannya; nutrien yang diberikan digunakan secara efisien oleh tanaman; dapat ditanam kapan saja karena tidak mengenal musim; kualitas tanaman yang dihasilkan lebih bagus dan tidak kotor; tanaman memberikan hasil yang kontinu. Media untuk tanaman hidroponik bermacam-macam, misalnya arang sekam, pasir, zeolit, rockwoll, gambut (peat moss) dan serbuk sabut kelapa. Penambahan unsur hara pada paprika menggunakan fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan, diketahui memiliki kandungan unsur hara yang tinggi dan baik bagi pertumbuhan tanaman. Menurut Karama et al. (1991), di dalam urin kelinci, terkandung 2.62% Nitrogen; 2.46% Fosfor; dan 1.86% Kalium, sedangkan pada tanaman paitan, memiliki 1.76% Nitrogen; 0.82% fosfor; dan 3.92% Kalium (Olabode et al., 2007). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan terhadap pertumbuhan dan hasil buah paprika serta mengetahui jenis dan konsentrasi yang sesuai (fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan) bagi pertumbuhan dan hasil tanaman paprika. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa dengan penambahan fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan pada konsentrasi tertentu akan memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman paprika. Penelitian dilaksanakan di dalam rumah kasa di kebun percobaan Cangar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan ketinggian tempat 1700 mdpl dengan suhu rata-rata 18oC. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2013 – Oktober 2014. Bahan yang digunakan benih paprika kultivar Yellow Star, arang sekam, pupuk A-B Mix Joro, fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan. Alat yang digunakan antara lain polibag, hand sprayer, tangki, tray, alat tulis dan kamera. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 perlakuan kontrol dan 8 perlakuan aplikasi fermentasi urin kelinci dengan konsentrasi masing-masing 5, 10, 15 dan 20% dan fermentasi paitan dengan konsentrasi masing-masing 25, 50, 75, 100%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga total satuan percobaan berjumlah 27 petak. Setiap petak percobaan terdiri atas 3 tanaman dan pengamatan dilakukan pada setiap tanaman, sehingga dilakukan pengamatan pada 81 tanaman perlakuan. Pemberian fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan dilakukan sebanyak 4 kali dengan cara disiramkan ke tanaman pada umur 5, 7, 9 dan 11 minggu setelah pindah tanam. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5%, jika pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan memberikan hasil yang lebih tinggi pada panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman dan bobot buah per tanaman. Perlakuan dengan penambahan fermentasi paitan 100% memberikan hasil jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman yang lebih tinggi daripada perlakuan yang lain. Pada hasil tanaman paprika, pemberian fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan belum dapat meningkatkan hasil buah tanaman paprika

English Abstract

Sweet peppers as one of the vegetables that have high economic value, which has a great chance to be exported. One effort to increase the production of sweet pepper is using hydroponic cultivation techniques. According to Lingga (2002) hydroponic cultivation have some advantages, which are: can be done in a limited space or place and hygienic, when conducted in greenhouse, the temperature and humidity can be regulated; nutrient used by the crop is efficient and can be planted at any time since knows no season; quality plants results in a better and not dirty; plants provide continuous results. Medium for hydroponic plants is various, for example rice husk, sand, zeolite, rockwoll, peat and cocopeat. Application of nutrients in sweet pepper using rabbit urine fermentation and paitan fermentation, known have a high nutrient content and good for plant growth. According to Karama et al. (1991), in the rabbit urine, contained 2.62% Nitrogen; 2.46% Phosphorus, and 1.86% Potassium, whereas in paitan, had 1.76% Nitrogen; 0.82% Phosphorus, and 3.92% Potassium (Olabode et al., 2007). The research aimed to determine the effect of rabbit urine fermentation and paitan fermentation on the growth and yield sweet pepper and knowing the appropriate type and concentration (rabbit urine fermentation and paitan fermentation) for the growth and yield of sweet pepper. The hypothesis is with the application of rabbit urine fermentation and paitan fermentation at certain concentration will give the best results on the growth and yield of sweet pepper. The research conducted in the greenhouse at Cangar experimental station, Faculty of Agriculture, Sumberbrantas Village, Bumiaji, Batu with altitude of 1700 meters above sea level with an average temperature is 18oC. The experiment was conducted July 2013 – October 2014. Materials used is sweet pepper cultivars Yellow Star, husk charcoal, fertilizer A-B Mix Joro, rabbit urine fermentation and paitan fermentation. The tools used include polybag, hand sprayer, tank, tray, stationery and cameras. The study was conducted using a randomized block design (RBD) with 1 control treatment and 8 treated with the application of rabbits urine fermentation with each concentrations is 5, 10, 15 and 20% and paitan fermentation with each concentration is 25, 50, 75, 100%. Each treatment was repeated 3 times, so the total units is 27 plots. Each plot consisted of 3 plants and observations were on each plant, so the plants that were observed is 81 plants. Provision of rabbit urine fermentation and paitan fermentation are 4 times done by pour over the plant at the age of 5, 7, 9 and 11 weeks after planting. Data analysed by using the F test at 5% level, if significanly different followed by LSD test at 5% level. The results showed that treatment with the application of rabbit urine fermentation and paitan fermentation gives better results on plant length, number of leaves, leaf area, fresh weight of total crop, dry weight of total crop and fruit weight per plant. Paitan fermentation treatment with the application of 100 % concentration gives a results that the number of leaves, leaf area, fresh weight of total crop and dry weight of total crop were higher than other treatments. On the yield of paprika, application of rabbit urine fermentation and paitan fermentation can not increase the fruit yield of the paprika.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/509/051609196
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131512
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item