BKG

RatriPrasundari, Intan (2016) Studi Toleransi Dua Tipe Tanaman Petunia (Petunia × hybrida) Terhadap Naungan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman hias sebagai elemen dekor tidak lepas dari proses pemilihan tanaman, dengan berbagai pertimbangan baik dari segi fungsi, estetis dan hortikultura. Mengingat tanaman adalah makhluk hidup dimana setiap jenis membawa karakter masing-masing. Salah satu jenis tanaman hias berbunga dengan potensi sebagai elemen dekor baik desain interior maupun eksterior adalah tanaman petunia (Petunia × hybrida). Memiliki berbagai macam warna yang semarak, ukuran bunga yang beragam dan kemudahan dalam perawatan menjadi nilai tambah bagi petunia.Tidak semua tanaman hias lanskap ditanam langsung dilapang dan memperoleh intensitas cahaya matahari penuh dan seragam. Beberapa tanaman akan ditanam dalam pot, beberapa akan ternaung karena adanya strata tanaman yang menyebabkan tanaman rendah (groundcover, semak rendah) ternaungi oleh kanopi pohon maupun perkerasan. Pengabaian aspek intensitas cahaya matahari yang diterima oleh tanaman sebagai elemen desain dapat merusak nilai estetis tanaman tersebut dikemudian hari. Meski petunia dikenal sebagi tanaman hias dengan intensitas cahaya penuh, peran petunia sebagai tanaman dekor baik interior maupun eksterior tidak lepas dari masalah naungan. Sampai saat ini belum ada penelitian yang membahas mengenai toleransi naungan petunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan kedua tipe tanaman petunia pada fase vegetative meliputi panjang tanaman, jumlah daun, luas daun dan indeks klorofil, pada fase pembungaan meliputi saat berbunga, jumlah bunga, ketajaman warna dan diameter bunga pada berbagai level naungan. Hipotesis penelitian ini adalah respon kedua petunia terhadap peningkatan level naungan berpengaruh pada tampilan fisik kedua tipe tanaman petunia, pada fase vegetatif yakni menurunkan jumlah daun, penambahan panjang tanaman, luas daun dan indeks klorofil; pada fase pembungaan yakni perlambatan pembungaan, pelebaran diameter bunga, penurunan jumlah bunga dan penurunan ketajaman warna bunga Penelitian dilaksanakan di Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Maret - Juni 2015. Terletak pada ketinggian 505 - 600 m dpl dengan temperatur rata-rata 24 -27ºC. Peralatan yang digunakan dalam penelitian adalah cangkul, gembor, sabit, meteran, timbangan analitik, spray semi otomatis, Royal Horticulture Society Color Chart, alat tulis menulis dan alat lain yang mendukung penelitian ini. Bahan yang digunakan meliputi bibit petunia tipe grandiflora dan tipe multiflora, bambu, alvaboard, polibag, paranet dengan tingkat kerapatan 25%, 50% dan 75%, pupuk NPK (16:16:16), pupuk daun, kompos, cocopeat dan arang sekam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan petak tersarang dengan dua faktor. Faktor pertama adalah tingkat naungan dengan empat taraf yakni 0% (N0), 25% (N25), 50% (N50), 75% (N75). Faktor kedua adalah jenis petunia dengan dua taraf, yaitu tipe grandiflora (T1) dan multiflora (T2). Dengan kombinasi perlakuan, N0T1 (Petunia tipe grandiflora dengan pencahayaan 100%), N0T2 (Petunia tipe multiflora dengan naungan 0%), N25T1 (Petunia tipe grandiflora dengan naungan 25%), N25T2 (Petunia tipe multiflora dengan naungan 25%), N50T1 (Petunia tipe grandiflora dengan naungan 50%), N50T2 (Petunia tipe multiflora dengan naungan 50%), N75T1 (Petunia tipe grandiflora dengan naungan 75%) dan N75T2 (Petunia tipe multiflora dengan naungan 75%). Pengamatan dilakukan setiap 2 minggu yakni pada 14, 28, 42, 56 dan 70 hari setelah transplanting (HST). Parameter mewakili fase vegetatif dan pembungaan. Parameter yang akan diamati adalah sebagai berikut: Panjang tanaman (cm), jumlah daun (helai tan-1), luas daun (cm2 tan-1), indeks klorofil, umur berbunga (HST), jumlah bunga (bunga tan-1), umur bunga, warna bunga dan performa.Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA Rancangan Petak Tersarang dengan uji tabel F pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil dari analisis ANOVA, apabila terdapat pengaruh nyata dari perlakuan yang diberikan akan diuji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Tidak terdapat interaksi antara tipe petunia dan level naungan di seluruh parameter pengamatan. Peningkatan level naungan berpengaruh pada seluruh parameter pengamatan. Fase vegetatif dibanding tanpa naungan, pemberian naungan menyebabkan pemanjangan hingga 37%, penambahan luas daun hingga 93%, peningkatan indeks klorofil hingga 75%, penurunan jumlah daun hingga 29%. Fase generatif dibanding kontrol, naungan menyebabkan perlambatan bunga hingga 13 hari, penambahan diameter hingga 5%, penurunan jumlah bunga hingga 73%. Berdasarkan parameter jumlah bunga, petunia merespon positif pada naungan 25% dengan nilai intensitas cahaya matahari sebesar 84.000 lux dibanding tanpa naungan. Tipe tanaman berpengaruh nyata seluruh parameter kecuali jumlah daun dan saat inisiasi bunga pertama. Berdasarkan jumlah bunga, tipe multiflora memiliki jumlah bunga lebih banyak dibanding tipe grandiflora.

English Abstract

Ornamental plant as a plant has their own character like human. There are criteria for choosing ornamental plant as element on design like function, aesthetic and horticulture. Petunia (Petunia × hybrida) have their own character as ornamental plant on interior and exterior design. Petunia have much cultivar with different color of flowers, numerous of flower and diameter. There are 5 type of petunia, consist of Grandiflora, Multiflora, Floribunda, Miliflora and Spreading. Not all of ornamental plant as bedding plant accepted full and same light intensity. Some of them will shaded with hard element or canopy of higher plants. Shaded plant can implied to aesthetic quality of ornamental plant in the future days. Physical of plant that grown under shade will different with plant that grown in full sun. Petunia known as full sun plant, but as we know in fact that plant will have problem with light intensity. Until now there are not research about effect of shade tolerance on Petunia. Aim of this research is to know of different shade tolerance (0, 25, 50 and 75%) of two type Petunia (Grandiflora and Multiflora) Hypothesis of this research is Petunia have low plasticity of shade tolerance. This research conducted on Girimoyo Village, Karangploso Subdistrict, Malang City at March until June 2015. Located on 505-600 above sea level with average temperate 24 -27ºC. Tools that used in this research consist of hoe, watering can, measuring tape, analitic scales, spray semi automatic, stationary and another tools. Materials that used of this research consist of Petunia Grandiflora and Multiflora seeds, bamboo, polybag, shade net, NPK (16:16:16) fertilizer, compost, cocopeat and husk charcoal. This research used nested design, wiith two factors. Main factor are shade levels, with four levels of shade 0% (N0), 25% (N25), 50% (N50), 75% (N75). Second factor is type of Petunia. There are two type for this factor, Grandiflora Type(T1) and Multiflora Type (T2). There are eight combination of treatment, consist of N0T1 (Grandiflora Type with 100% light intensity) N0T2 (Multiflora Type with 0% shade levels), N25T1 (Grandiflora Type with 25% shade levels), N25T2 (Multiflora Type with 25% shade levels), N50T1 (Grandiflora Type with 50% shade levels), N50T2 (Multiflora Type with 50% shade levels), N75T1 (Grandilora Type with 75% shade levels) dan N75T2 (Multiflora Type with 75% shade levels). Observation did in every 2 weeks, 14, 28, 42, 56, and 70 days after transplanting. Parameter represent vegetatif and bloom phase and consist of plant lenght (cm), number of leaf (sheets plant-1), leaf areas (cm2 plant-1), chlorophyl index, flowering age (DAT), flower lifespan (day), flowers diameter (cm), number of flower (flowers plant-1), flowers colors and performance. Data analyzed with nested design ANOVA with 5% F table test. The data continue analyzed with 5% LSD test. The result of this research, shows that there are not real interaction between type of petunia plant, Grandiflora Type and Multiflora Type and various shade level. Increasing shade level affected in every parameters observation. At vegetative phase, shade level affected 37% longer stem, 93% wider leaf areas, increase 75% chlorofil index, decrease 29% number of leaf than sun expossure plant. At blooms, increasing shade level, delaying blooming till 13 days, decrease 75% number of flower, increase 5% flowers diametes. . Shades affected to quality of petunias flowers, that show with diferent colors each shade levels. In plain view, shades causes faded the flowers than sun exposure plant. Plant type is not a real affect in number of leaf and initiation flowers. Based on number of flower, plant in 25% (84.000 lux) shade has positive respon As a hanging basket and bedding plant, two type of petunia still had best performance at 25% shade or 84.000 lx than sun exposure plant. Petunia multiflora had a greater number of flower than grandiflora.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/499/051609186
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131506
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item