BKG

Rizal, Syamsi (2016) Pengaruh Pemberian Berbagai Macam Konsentrasi Kinetin Terhadap Induksi Tunas Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Secara In Vitro. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Indonesia Merupakan Negara Terbesar Ketiga Mengisi Pasokan Kakao Dunia Yang Diperkirakan Mencapai 20% Bersama Negara Asia Lainnya Seperti Malaysia, Filipina, Dan Papua New Guinea (ICCO, 2008). Dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Kakao, Diperlukan Adanya Upaya Regenerasi Perkebunan Kakao Yang Berumur 25-30 Tahun. Upaya Regenerasi Tersebut Terkendala Dengan Ketersediaan Bibit Yang Bermutu. Secara Konvensional Pengadaan Bibit Kakao Terkendala Akibat Sulitnya Mendapatkan Bibit Berkualitas Dalam Jumlah Besar Dengan Kurun Waktu Yang Singkat. Upaya Yang Paling Tepat Dalam Penyediaan Bibit Yang Berkualitas Dan Dapat Diproduksi Dalam Jangka Waktu Dekat Adalah Dengan Perbanyakan Bahan Tanam Bibit Kakao Menggunakan Bagian Tanaman Yang Paling Muda Dengan Teknologi Kultur Jaringan. Eksplan Yang Digunakan Dalam Penanaman Ialah Pucuk Tanaman Kakao Karena Eksplan Tersebut Bebas Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri, Jamur, Virus Ataupun Mikroorganisme Parasitik Lainnya. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mempelajari Pengaruh Pemberian Beberapa Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Kinetin Terhadap Pertumbuhan Tunas Aksilar Kakao Secara In Vitro Di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang Pada Bulan Mei Hingga September 2015. Hipotesis Dari Penelitian Ini Adalah Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Kinetin Pada Konsentrasi 2 Ppm Menghasilkan Pertumbuhan Eksplan Tunas Aksilar Kakao Yang Terbaik. Penelitian Dilaksanakan Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), Terdiri Dari 7 Perlakuan, K0 = Kinetin 0 Ppm, K1 = Kinetin 0,5 Ppm, K2 = Kinetin 1 Ppm, K3 = Kinetin 1,5 Ppm, K4 = Kinetin 2 Ppm, K5 = Kinetin 2,5 Ppm, K6 = Kinetin 3 Ppm. Parameter Pengamatan Pertumbuhan Yang Diamati Adalah Jumlah Eksplan Terbentuk Tunas Dan Jumlah Eksplan Terbentuk Kalus, Sedangkan Parameter Hasil Yang Diamati Ialah Jumlah Eksplan Yang Mengalami Stagnasi, Bobot Basah Eksplan Dan Bobot Kering Eksplan. Data Yang Diperoleh Dianalisis Menggunakan Analysis Of Varian (ANOVA), Selanjutnya Untuk Mengetahui Perbedaan Diantara Perlakuan Dilakukan Uji Lanjut Dengan Menggunakan Uji BNT Pada Taraf 5 %. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Perlakuan Dengan Penambahan Kinetin 2 Ppm Merupakan Konsentrasi Terbaik Dalam Parameter Jumlah Eksplan Bertunas Sebesar 59,5%, Perlakuan Kinetin 1,5 Ppm Memberikan Hasil Terbaik Dalam Parameter Jumlah Eksplan Berkalus Sebesar 48,2%. Rata-Rata Jumlah Eksplan Yang Mengalami Stagnasi Terbanyak Ditunjukkan Pada Perlakuan Tanpa Penambahan Kinetin Sebesar 24,4%. Penambahan Kinetin 2 Ppm Memberikan Hasil Terbaik Dalam Parameter Bobot Basah Eksplan Sebesar 3,65 G Dan Bobot Kering Eksplan Sebesar 2,08 G. Hal Ini Menunjukkan Bahwa Perlakuan Penambahan Kinetin 2 Ppm Merupakan Konsentrasi Terbaik Terhadap Induksi Tunas Aksilar Kakao Secara In Vitro.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/39/051602685
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131385
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item