BKG

Putripertiwi, Dwija (2016) Efektivitas Komposisi Tekstur Tanaman Pada Taman Rumah Dalam Mengurangi Kebisingan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bertambahnya kepadatan penduduk di perkotaan menyebabkan berbagai masalah, salah satunya adalah kebisingan. Kebisingan yang yang berlangsung terus menerus menimbulkan gangguan fisik maupun psikologis bagi manusia. Baku Tingkat Kebisingan setiap kawasan berbeda-beda. Baku Tingkat Kebisingan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 48/MENLH/11/1996 untuk kawasan perumahan dan pemukiman adalah 55 dB. Salah satu cara untuk mengurangi kebisingan adalah dengan membuat penghalang. Terdapat dua macam penghalang, yaitu penghalang buatan dan penghalang alami. Penghalang buatan terbuat dari perkerasan seperti tembok, kayu, kaca, aluminium, dan lain-lain. Penghalang alami menggunakan kombinasi tanaman dan „berm‟ tanah. Kemampuan tanaman dalam mengurangi kebisingan berbeda-beda setiap tanaman. Kriteria tanaman yang memiliki kanopi rapat, rimbun, dan berlapis mampu mengurangi kebisingan hingga 95% (Umiati, 2011). Tanaman yang memiliki susunan daun rapat biasanya memiliki tekstur halus. Sulistyantara (2006) menjelaskan daun yang kecil, berlekuk dalam, dan letaknya rapat menunjukkan tekstur halus. Sedangkan daun yang lebar (besar) dan jarak lebar menunjukkan tekstur yang kasar. Grey dan Deneke (1986) juga menyatakan, sudah menjadi patokan bahwa tanaman yang paling efektif dalam menyerap kebisingan adalah tanaman yang memiliki daun yang banyak dan tangkai daun yang tebal dan berair atau dengan kata lain kerapatan daun rapat / rimbun. Berdasarkan teori tersebut, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa taman yang memiliki dominasi tekstur tanaman halus lebih efektif dalam meredam kebisingan. Selain itu, peletakan tanaman yang tepat mampu mengurangi kebisingan secara optimum. Penanaman beberapa jenis tanaman secara bersamaan lebih efektif dalam mengurangi kebisingan dari pada penanaman tunggal (Carpenter et all. 1975). Departemen Pekerjaan Umum (2005) mengatakan, perlu mengatur suatu kombinasi antara tanaman penutup tanah, perdu, dan pohon atau kombinasi dengan bahan lainnya seperti perkerasan sehingga efek penghalang menjadi optimum. Berdasarkan teori tersebut, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui model susunan tanaman dalam taman yang efektif dalam mengurangi kebisingan di lapang. Hipotesis dari penelitian ini adalah komposisi taman rumah dengan dominasi tekstur halus lebih efektif dalam meredam kebisingan. Penelitian ini berlokasi di dua tempat, yaitu Bendungan Wonogiri dan Kelurahan Kesatrian Kota Malang. Tingkat kebisingan Bendungan Wonogiri mencapai 90 dB, sedangkan tingkat kebisingan Kelurahan Kesatrian mencapai 84 dB. Penelitian ini menggunkan tiga model struktur taman rumah yang berbeda. Deskripsi model struktur taman 1 adalah tata letak tanamannya menyebar. Model struktur taman 2 memiliki tata letak tanaman berbentuk jalur. Kemudian tata letak tanaman model struktur taman 3 bergerombol. Masing-masing model struktur taman berjumlah 3 sampel taman rumah. ii Pengamatan dilakukan sehari tiga kali, pagi pukul 09.00 WIB, siang pukul 12.00 WIB, dan sore pukul 15.00 WIB dengan 5x ulangan. Dalam sekali pengkuran dilakukan selama 60 detik. Pengukuran kebisingan diukur secara bersamaan pada dua titik pengamatan, yaitu di depan tanaman taman dekat dengan sumber bising dan titik pengamatan yang berada di belakang tanaman taman atau halaman rumah. Parameter penelitian ini adalah tingkat kebisingan yang diukur dengan „Sound Level Meter‟ Yokogawa Hokushin Tipe 3604. Alat pendukung penelitian ini adalah kamera digital, meteran, dan alat tulis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan melakukan pengamatan langsung di lapang. Penentuan model taman yang paling efektif dalam mengurangi kebisingan dilihat dari data rata-rata nilai reduksi kebisingan (NRV) masing-masing model taman rumah. Nilai reduksi kebisingan (NRV) dihitungan menggunakan rumus Widagdo (1998), yaitu tingkat kebisingan di titik pengamatan area depan tanaman (KDV) dikurangi tingkat kebisingan di titik pengamatan area belakang tanaman (KBV). Kemudian menganalisis tekstur tanaman dalam taman rumah tersebut dengan melakukan identifikasi berdasarkan klasifikasi tekstur tanaman halus, sedang, kasar menurut Carpenter et al. (1975) bahwa tekstur halus memiliki daun kecil dengan luas kurang dari 10 cm2, tekstur sedang memiliki luas daun antara 10 – 45 cm2, tekstur kasar memiliki luas daun lebih dari 45 cm2. Selain itu dilakukan juga pengukuran persentase kerapatan tanaman dalam taman secara vertical dengan menggunakan “Photo-Analyze” (Sitawati dan Suryanto, 2013). Semua data yang diperoleh dari hasil pengamatan di lapang kemudian ditabulasi dan dibuat grafik berdasarkan hasil data rata-rata dan standar deviasi. Kemudian data hasil tabulasi dan grafik dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan dari ketiga model taman rumah, taman model 1 memiliki kemampuan meredam bising paling baik sebesar 18.67 dB. Taman model 1 memiliki komposisi tekstur tanaman kasar 38.17%, sedang 35.92%, dan halus 25.92%. Taman model 1 terdiri dari semak rendah dengan ketinggian 30 cm – 130 cm dan memiliki tata letak tanaman menyebar di seluruh taman dengan kerapatan < 50%. Penambahan komposisi tekstur tanaman halus lebih banyak di dalam taman, dan dengan peletakan yang tepat akan mengoptimalkan kemampuan taman rumah sebagai penghalang bising alami.

English Abstract

The increase in urban population density cause various problems, one of which is noise. Noise ongoing continously cause physical and psychological disorders to humans. Raw Noise Level every regions is different. Raw Noise Level based on the Ministry of Environment No. 48 / MENLH / 11/1996 for housing and residential areas is 55 dB. One of the ways to reduce noise is to create a barrier. There are two kinds of barriers, that is artificial barriers and natural barriers. Artificial barriers made hard materials such as walls, wood, glass, aluminum, etc. Natural barrier using a combination of plants and the berm ground. The ability of the plant to reduce noise varies each plant. A plant that has a canopy tight, lush and layered able to reduce noise up to 95% (Umiati, 2011). Plants that have a leaf arrangement tight usually has a smooth texture. Sulistyantara (2006) describes the leaves are small, curved in, and tight location showed a smooth texture. The leaves are wide (large) and a wide range indicates a rough texture. Grey and Deneke (1986) said that has already postulated that the plants are most effective in absorbing the noise is a plant that has leaves and leaf stalks are a lot of thick and juicy, or in other words the density of leaf tight / lush. Based on this theory, this study aims to prove that the garden that has domination fine texture plants more effective in reducing noise. In addition, the proper placement of plants capable of reducing noise at its optimum. Planting of crops simultaneously more effective in reducing the noise rather than single planting (Carpenter et al. 1975). Department of Public Works (2005) says, need to set a combination of ground cover plants, shrubs, and trees or in combination with other materials such as pavement so that the effect of the barrier becomes optimum. Based on this theory, this study also aims to determine the composition of the model plants in the garden that is effective in reducing noise in the field. The hypothesis of this study is the composition of the garden house with a predominance of fine texture is more effective in reducing noise. This research is located in two places, Bendungan Wonogiri and Kelurahan Kesatrian Malang City. Noise level in Bendungan Wonogiri reach 90 dB, while the noise level in Kelurahan Kesatrian reach 84 dB. This research using three different of structure model house garden. Description of a garden structure model 1 is the layout of the plant spreads. Structure Garden model 2 have shaped stripe plant layout. Then the layout of the structure garden model 3 clustered. Each model of the garden structures were 3 samples house garden. Observations were made three times a day, in the morning at 09.00 am, daylight at 12:00 pm, and the afternoon at 15.00 pm with 5x replay. In taking the measurements carried out once for 60 seconds. Measurement of noise and environmental factors that influence noise measured simultaneously at two observation points, videlicet the observation point located in front of the garden, close to the noise source and an observation point located behind the garden or yard. The parameters of this study is the noise level measured by Sound Level iv Meter Yokogawa Hokushin 3604. Another tool used to support this research is digital camera, distance meter, and stationery. The method used is survey method with direct observation in the field. Determination of the model garden which most effective in reducing noise seen from value of the average data of noise reduction (NRV) each model house garden. Noise reduction value (NRV) will be calculated using the formula Widagdo (1998), that is the noise level at the observation point front area of vegetation (KDV) reduced the noise level at the observation point behind the vegetation area (KBV). Then the plant texture is identified based on the classification of the texture of plants fine, medium, coarse according to Carpenter et al. (1975). Fine texture has small leaves with an area of less than 10 cm2, medium texture having leaf area between 10-45 cm2, coarse texture has more leaf area of 45 cm2. The researcher also measure the percentage of density of plants in the garden vertically by using the "Photo-Analyze" (Sitawati and Suryanto, 2013). All data were obtained then tabulated and made chart based on the results of the data on average and the standard deviasi. The data were analyzed descriptively qualitative. The results showed from the three models of house garden, garden model 1 has the ability to reduce noise best in the amount of 18.67 dB. Garden model 1 has a coarse plant texture composition 38.17%, medium texture 35.92%, and fine teksture 25.92%. Garden model 1 consists of a low shrub with a height of 30 cm - 130 cm and has a layout of the plant spread throughout the park with a density <50%. The addition of texture composition more delicate plants in the garden, and by laying the right will optimize the ability of the house garden as a natural noise barrier.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/330/ 051606647
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131320
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item