BKG

Riady, SafarudinSlamet (2016) Pengaruh Tinggi Batang Bawah Pada Keberhasilan Grafting Dua Jenis Durian (Durio Zibethinus Murr.) Lokal Wonosalam, Kab. Jombang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Agribisnis Durian Di Indonesia Menghadapi Permasalahan Dengan Jaminan Kualitas. Masyarakat Mengakui Sulit Mendapatkan Durian Lokal Di Pasar Yang Terjamin Kualitasnya. Namun Demikian, Bukan Berarti Indonesia Tidak Memiliki Durian Yang Berkualitas, Tetapi Hal Ini Lebih Disebabkan Oleh Mayoritas Buah Yang Beredar Di Pasar Berasal Dari Perkarangan Yang Tumbuh Dari Biji, Dan Tidak Diketahui Varietasnya. Penyediaan Benih/Bibit Bermutu Dalam Jumlah Yang Banyak Masih Menjadi Masalah. Pada Umumnya Tanaman Durian Yang Diusahakan Petani Berasal Dari Okulasi Dan Grafting. Tujuan Dari Penelitian Ini Adala Untuk Mengetahui Interaksi Antara Tinggi Batang Bawah Dengan Jenis Batang Atas Dan Untuk Mengetahui Pengaruh Tinggi Posisi Grafting Batang Bawah Tanaman Durian Terhadap Tingkat Keberhasilan Grafting Pada Jenis Yang Berbeda. Hipotesis Dari Penelitian Ini Adalah Semakin Tinggi Batang Bawah Maka Akan Meningkatkan Keberhasilan Grafting Pada 2 Jenis Yang Berbeda. Penelitian Dilaksanakan Mulai Bulan Januari 2015 Sampai Bulan Juni 2015, Di Lahan Milik Bapak Prawito Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang Yang Didasarkan Atas Pertimbangan Mudah Dalam Memperoleh Bibit Durian Dan Tersedianya Batang Atas Durian Bido Dan Obet. Alat Yang Digunakan Dalam Penelitian Adalah Cangkul, Bambu, Paranet 70%, Gunting, Silet, Alat Tulis, Kamera, Mikrotom Dan Mikroskop. Bahan Yang Digunakan Adalah Bibit Durian Umur 6 Bulan, Batang Atas (Entres) Durian Bido Dan Obet, Media Tanam Campuran Dari Tanah Dan Pupuk Kandang Dengan Perbandingan 2:1, Polybag Diameter 22 X 22 Cm, Pupuk Anorganik Npk 15:15:15, Plastik Sungkup Ukuran 6 Cm X 12 Cm, Plastik Transparan Ukuran 1,2 M X 10 M, Trichoderma Cair, Air, Dan Pestisida. Penelitian Dilakukan Menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (Rakf) Dengan 3 Ulangan. Faktor Pertama Adalah Ketinggian Grafting Batang Bawah Yang Terdiri Dari Tiga Level Yaitu 10 Cm, 20 Cm, Dan 30 Cm. Faktor Yang Kedua Adalah Jenis Batang Atas Yang Terdiri Dari Dua Macam, Yaitu Durian Bido Dan Obet. Pengamatan Dilakukan Dengan Dua Cara Yaitu Destruktif Dan Non Destruktif Dengan Peubah Yang Diamati Yaitu Persentase Keberhasilan Grafting, Waktu Pecah Tunas, Tinggi Tanaman, Jumlah Daun Dan Anatomi Titik Sambungan. Analisis Data Dilakukan Dengan Analisis Ragam. Apabila Data Yang Diperoleh Data Nyata Dilakukan Uji Beda Nyata Terkecil (Bnt) Taraf Kepercayaan 5%. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa, Perlakuan Tinggi Batang Bawah Dan Jenis Batang Atas Tidak Berinteraksi Pada Semua Parameter Pengamatan. Dari Hasil Analisis Ragam Menunjukkan Perlakuan Tinggi Batang Bawah Dan Batang Atas Berpengaruh Nyata Pada Persentase Keberhasilan Grafting, Tinggi Tanaman Dan Mumlah Daun, Sedangkan Pada Saat Pecahnya Tunas Tidak Berpengaruh Nyata Pada Semua Umur Pengamatan. Uji Bnt 5% Menunjukkan Bahwa Perlakuan Tinggi Batang Bawah Dan Jenis Batang Atas Berpengaruh Nyata Hanya Pada Persentase Keberhasilan Grafting, Sedangkan Pada Tinggi Tanaman Dan Jumlah Daun Tidak Memberikan Pengaruh Yang Berbeda Nyata. Posisi Tinggi Batang Bawah Dan Jenis Batang Atas Yang Terbaik Yaitu 30 Cm (K3) Dan Jenis Bido Berdasarkan Rerata Persentase Keberhasilan, Pecah Tunas, Tinggi Tanaman, Jumlah Daun Dan Pertautan Kedua Batang

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/26/051602672
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131242
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item