BKG

Silaban, AtmaAbarido (2016) Uji Efektivitas Herbisida Glufosinat Ammonium Dengan Paraquat Dalam Mengendalikan Gulma Stenochlaena Palustris Pada Tanaman Kelapa Sawit. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) ialah tanaman perkebunan yang memiliki nilai tinggi dan industrinya termasuk padat karya. Untuk mendapatkan produksi yang tinggi dan bermutu baik, pemeliharaan tanaman harus benar – benar diperhatikan. Salah satu tindakan yang penting bagi pertumbuhan kelapa sawit adalah pengendalian gulma. Pengaruh negatif gulma terhadap tanaman budidaya dapat terjadi karena kompetisi (nutrisi, air, cahaya dan CO2) yang menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil produksi Kelapa sawit. Salah satu gulma yang menjadi isu utama dalam sistem produksi Kelapa sawit ialah Stenochlaena palustris, terutama di daerah tropika basah seperti Indonesia.Pengendalian gulma S. palustris ialah pekerjaan yang cukup merepotkan karena laju pertumbuhannya lebih cepat daripada tanaman pokok (Kelapa sawit) . Beberapa metode pengendalian gulma S.palustris telah dilakukan di perkebunan, baik secara metode manual, mekanis, kultur teknis, biologis, maupun metode kimiawi dengan menggunakan herbisida. Pada penelitian ini,metode yang digunakan ialah pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan herbisida. Adapun herbisida yang digunakan adalah paraquat dan amonium glufosinat serta penambahan bahan aktif metil metsulfuron pada masing – masing herbisida. Pada kedua herbisida tersebut perlu dilakukan suatu pengujian terhadap kisaran dosis herbisida yang tepat agar dapat meningkatkan penekanan gulma S.palustris pada tanaman kelapa sawit. Tujuan penelitian ini ialah untuk menguji efektivitas Herbisida paraquat dan amonium glufosinat dalam mengendalikan gulma S.palustris pada areal tanaman Kelapa sawit. Hipotesis dari penelitian ini ialah herbisida amonium glufosinat dapat menyeimbangi tingkat efektivitas paraquat dalam mengendalikan gulma S.palustris pada areal tanaman Kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan pada September 2015 hingga Oktober 2015 di Divisi IV Estate PMSE blok H 44 PT.BGA Wilayah III,Kalimantan Tengah. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 6 perlakuannya adalah Kontrol/Weedy (T1); Glufosinat ammonium 60 ml + Methyl metsulfuron 5 gr (T2); Glufosinat ammonium 80 + Methyl metsulfuron 5 gr (T3); Glufosinat ammonium 100 + Methyl metsulfuron 5 gr (T4); Glufosinat ammonium 120 + Methyl metsulfuron 5 gr (T5); Paraquat 70 ml + Methyl metsulfuron 5 gr (T6) sehingga terdapat 6 perlakuan dengan 4 ulangan. Total petak penelitian adalah 24 satuan percobaan. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah gulma Stenochlaena palustris, herbisida Paraquat (Gramoxone 276 SL), Glufosinat ammonium 200 g L-1, Methyl metsulfuron dan air sebagai pelarut. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah : ember,(knapsack sprayer SOLO), gelas ukur, suntikan, gunting, amplop, tali rapia, plastik, oven, roll meter, sabit, kamera dan timbangan. Pelaksanaan penelitian dimulai dengan penentuan petak perlakuan,aplikasi perlakuan yang meliputi kebutuhan herbisida,kalibrasi air dan ii pengamatan variabel. Variabel pengamatannya meliputi Persentase penutupan gulma S.palustris,Biomassa gulma S.palustris,Bobot kering gulma S.palustris,Dominasi gulma S.palustris,Perubahan komunitas gulma S.palustris. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan annova (uji F hitung dengan taraf 5 %). Analisis sidik ragam dilakukan terhadap data yang diperoleh kemudian diteruskan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 0,05 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan herbisida ammonium glufosinat berpengaruh nyata dengan herbisida paraquat dalam mengendalikan gulma Stenochlaena palustris terhadap bobot kering gulma dalam 5 Minggu setelah aplikasi. Berdasarkan nilai total bobot kering gulma Stenochlaena palustris selama 5 MSA, nilai bobot kering tertinggi 78,5 gram adalah T1(Kontrol/Tanpa perlakuan) dan nilai bobot kering tertinggi dengan perlakuan menggunakan herbisida adalah T4 (Amonium Glufosinat 100 ml) dengan bobot kering 47,1 gram. Nilai bobot kering herbisida paraquat 70 ml ialah 44,6 gram sedangkan tingkat dosis herbisida yang paling efektif dalam menekan pertumbuhan gulma S.palustris yaitu T2 (Amonium Glufosinat 60 ml) dengan bobot kering 42,1 gram dan merupakan tingkat dosis yang cukup efisien dan efektif untuk menekan pertumbuhan gulma S.palustris pada areal tanaman kelapa sawit karena bobot kering gulma digunakan untuk mengetahui tingkat efektivitas herbisida. Nilai SDR (%) selama 5 MSA adalah Kontrol bernilai 77,09 ; Ammonium glufosinat 60 ml bernilai 68,91 ; Ammonium glufosinat 80 ml bernilai 68,16 ; Ammonium glufosinat 100 ml bernilai 69,72 ; Amonium glufosinat 120 ml bernilai 69,28 ml dan paraquat 70 ml benilai 68,65. Nilai C yang diperoleh pada seluruh perbandingan memiliki kesamaan komunitas gulma atau lebih dari 75 %. Persentase keracunan gulma yang mengalami kemataian secara fisiologis terdapat pada 2 MSA yang bernilai 2,08 % ; 3 MSA yang berniali 2,64 % ; 4 MSA yang bernilai 85,42 % ; dan 5 MSA yang bernilai 84,85 % dan sisanya terdapat gulma yang regrowth dan segar karena tidak diberi perlakuan.

English Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis Jacq) is a plantation crop that has a high value and industry, including labor-intensive. To obtain high production and good quality, plant maintenance - should be considered. One of the actions that are important to the growth of palm oil is weed control. The negative effect of weeds on crop plants can occur because of the competition (nutrients, water, light and CO2) which causes a decrease in the quality and quantity of production of oil palm. One weeds become a major issue in the oil palm production system is Stenochlaena palustris, especially in the humid tropics as Indonesia.Pengendalian weeds S. palustris is quite troublesome because the job growth rate is faster than staple crops (oil palm). Some methods of weed control S.palustris has been done on the estate, both in methods manual, mechanical, technical culture, biological, and chemical methods using herbicides. In this study, the method used is chemical control using herbicides. The herbicide used is paraquat and glufosinate ammonium and the addition of the active ingredient metsulfuron methyl on each - each herbicide. In both the herbicide is necessary for an examination of the appropriate herbicide dosage range in order to improve weed suppression S.palustris on oil palm plantations. The purpose of this study was to test the effectiveness of the herbicide paraquat and glufosinate ammonium S.palustris in controlling weeds on crop acreage of oil palm. The hypothesis of this study is the herbicide glufosinate ammonium can balance out the level of effectiveness in controlling weeds paraquat S.palustris on oil palm plantation. Research was conducted in September 2015 until October 2015 at the Division IV Estate PMSE block H 44 PT.BGA Region III, Central Kalimantan. The experimental design used in this study is a randomized block design (RAK) non factorial with 6 treatment is Control / Weedy (T1); Glufosinate ammonium 60 ml + metsulfuron methyl 5 g (T2); 80 + glufosinate ammonium metsulfuron methyl 5 g (T3); Glufosinate ammonium 100 + metsulfuron methyl 5 g (T4); Glufosinate ammonium methyl metsulfuron 120 + 5 g (T5); Paraquat 70 ml + metsulfuron methyl 5 g (T6) so there are 6 treatments with 4 replications. Total plot research trials is 24 units. Materials used in this study is Stenochlaena palustris weeds, herbicide Paraquat (Gramoxone 276 SL), glufosinate ammonium 200 g L-1, Methyl metsulfuron and water as a solvent. The tools used in this research are: bucket, (knapsack sprayer SOLO), measuring cups, syringes, scissors, envelopes, rapia rope, plastic, oven, roll meter, crescent, cameras and scales. Implementation of the study began with the determination of plots iv treatment, treatment applications which include the need for herbicides, water and observations calibration variables. The variables include the percentage of weed cover observations S.palustris, Biomass S.palustris weeds, weed dry weight S.palustris, Domination S.palustris weeds, weed community changes S.palustris. Observational data obtained were analyzed using Annova (F test count with a level of 5%). Analysis of variance performed on data obtained is then forwarded to the Least Significant Differencetest (LSD) at the level of 0.05%. The results showed that the treatment of herbicide glufosinate ammonium herbicide paraquat significant effect in controlling weeds palustris Stenochlaena the dry weight of weeds in 5 Weeks after application. Based on the total dry weight of weeds Stenochlaena palustris for 5 MSA, the highest value of 78.5 grams dry weight is T1 (Control / Without treatment) and the dry weight of the highest value to the treatment using the herbicide is T4 (glufosinate ammonium 100 ml) with a dry weight of 47, 1 gram. The value of the dry weight of herbicide paraquat 70 ml is 44.6 grams while the herbicide dose levels are most effective in suppressing the growth of weeds S.palustris ie T2 (glufosinate ammonium 60 ml) with a dry weight of 42.1 grams and a sufficient dose level of efficient and effective S.palustris to suppress weed growth in the area of oil palm trees for weed dry weight is used to determine the level of effectiveness of the herbicide. SDR value (%) for 5 MSA is worth 77.09 Control; 60 ml glufosinate ammonium worth 68.91; 80 ml glufosinate ammonium worth 68.16; 100 ml glufosinate ammonium worth 69.72; 120 ml glufosinate ammonium worth 69.28 ml and 70 ml appreciating paraquat 68.65. C value obtained in all comparisons have in common weed community, or more than 75%. The percentage of weed poisoning experiencing physiologically kemataian contained in two MSA that is worth 2.08%; 3 MSA which berniali 2.64%; 4 MSA is worth 85.42%; and 5 MSA-value 84.85% and the rest are weed regrowth and fresh because untreated.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/240/ 051606213
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131221
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item