BKG

Pradana, CandraAdhi (2016) Studi Daya Hasil Galur F4 Kedelai (Glycine max L.) Hasil Persilangan Varietas Argopuro dengan UB, Tanggamus, dan Grobogan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai (Glycine max L.) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia. Secara statistik, kebutuhan kedelai nasional saat ini mencapai 2,5 juta ton/tahun. Sedangkan produksi kedelai di Indonesia selama 5 tahun terakhir mengalami penurunan setiap tahunnya sebesar 0,2 %. Data BPS tahun 2013 menunjukkan produksi kedelai nasional sebesar 810 ribu ton, yang berarti cukup jauh di bawah angka kebutuhan kedelai nasional (Badan Pusat Statistik, 2013). Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya produksi adalah karena produktivitas varietas kedelai yang digunakan rendah (Kementan, 2013). Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai. Peningkatan produktivitas kedelai dapat dilakukan dengan solusi peningkatan produksi per tanaman atau peningkatan populasi tanaman. Pada penelitian ini digunakan peningkatan produksi per tanaman melalui pendekatan karakter fisiologi kedelai. Pendekatan fisiologi dengan mengoptimalkan karakteristik fisiologi dapat dilakukan dengan dapat dilakukan dengan 2 teknik yaitu perbaikan secara agronomi dan genetik (Specht et al., 1995). Dalam penelitian ini digunakan metode perbaikan genetik (persilangan). Metode persilangan adalah metode yang tepat untuk menghasilkan varietas unggul. Persilangan dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki pola genetik dan menghasilkan varietas baru yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mempelajari keragaman berat biji dan jumlah polong pada potensi galur F4 hasil persilangan varietas Argopuro sebagai tetua betina dengan varietas UB, Tanggamus, dan Grobogan sebagai tetua jantan. (ii) mempelajari sifat utama yang mendukung komponen hasil pada galur F4 hasil persilangan varietas Argopuro sebagai tetua betina dengan varietas UB, Tanggamus, dan Grobogan sebagai tetua jantan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah (i) keragaman bobot biji, jumlah cabang, buku subur dan jumlah polong yang tinggi dapat terjadi pada hasil persilangan galur F4. (ii) terdapat korelasi positif antara sifat utama yang dominan dengan komponen hasil pada galur F4 hasil persilangan. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2014 – Mei 2014 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Metode rancangan menggunakan single plant dengan parameter pengamatan secara destruktif (i) jumlah cabang per tanaman, (ii) jumlah buku subur per tanaman, (iii) jumlah polong isi per tanaman, (iv) bobot biji per tanaman. Analisa data menggunakan perhitungan ragam fenotip, koefisien keragaman fenotip, analisis korelasi, pendugaan nilai heritabilitas dalam arti sempit dan kemajuan genetik harapan. ii Hasil penelitian menunjukkan jika keragaman fenotip pada karakter komponen hasil populasi galur F4 persilangan menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibanding tetua, oleh karena itu dengan melakukan seleksi pada populasi galur F4 maka dapat berpeluang untuk mendapatkan tanaman dengan daya hasil yang lebih tinggi. Korelasi antar karakter menunjukkan korelasi yang erat pada hubungan sifat utama yang mendukung hasil (jumlah buku subur dan jumlah polong isi) dengan hasil (bobot kering biji). Hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) pada model regresi menunjukkan jika sifat utama yang mendukung hasil memiliki pengaruh yang besar (>50%) secara langsung terhadap hasil (bobot kering biji). Pewarisan sifat pada jumlah buku subur, jumlah polong isi dan bobot kering biji menunjukkan bahwa pewarisan sifat lebih dipengaruhi oleh faktor genetik pada setiap kombinasi persilangan.

English Abstract

Soybean (Glycine max L.) is one of the important food commodity in Indonesia. Statistically, the current national soybean needs to reach 2.5 million tons / year. While the production of soybean in Indonesia over the last 5 years has decreased annually by 0.2%. BPS data in 2013 shows the national soybean production amounted to 810 thousand tons, which means quite far below the national soybean needs (Central Bureau of Statistics, 2013). One of the factors that lead to low productivity of production is due to lower soybean varieties used (Ministry of Agriculture, 2013). Therefore, it is necessary to improve the productivity of soybean plants. Increased productivity of soybean can be performed with a solution increased production per plant or plant populations increase. In this experiment, increasing production per plant through the characters approach the physiology of soybean. Physiological approach to optimizing the physiological characteristics can be done can be done with the 2 techniques namely improvement of agronomic and genetic (Specht et al., 1995). In this study used methods of genetic improvement (crosses). Crossing method is the correct method to produce improved varieties. Crosses made with the objective to improve the genetic patterns and generate new and better varieties. This study aims to (i) study the diversity of seed weight and number of pods on the potential strain F4 Argopuro result of crossing varieties as the female parent with a variety of UB, Tanggamus, and Grobogan as male elders. (ii) study the main characteristics of the support component results in strain F4 Argopuro as a result of crossing varieties with a female parent varieties UB, Tanggamus, and Grobogan as male elders. The hypothesis of this study were (i) the diversity of seed weight, number of branches, books fertile and high number of pods that can occur in the result of crossbreeding strains F4. (ii) there is a correlation between the nature of the main positiff dominant components results in strain F4 from crosses. The experiment was conducted in February 2014 - May 2014 in Land Experiment UB Faculty of Agriculture, Rural Jatikerto, Kromengan subdistrict, Malang. Design method using a single plant with destructive observation parameters (i) the number of branches per plant, (ii) number of fertile nodes per plant, (iii) the number of pods per plant, (iv) the weight of seeds per plant. Data analysis using phenotypic variance calculation, coefficient of phenotypic diversity, correlation analysis, estimation of heritability in the narrow sense and the expectations of genetic progress. iv The results show if the diversity of phenotypes in yield components characters F4 strain population crosses showed higher results than the elders, therefore, by selecting the strains F4 population, it can be a chance to gain power plants with higher yields. Correlation between the characters show a close correlation to the nature of the relationship which supports the main results (the amount of fertile book and the number of pods) with results (dry weight of seed). Results of calculation of the coefficient of determination (R2) in regression models indicate if the main characteristics that support the results have a huge effect (> 50%) directly to the result (dry weight of seed). Heredity on the number of fertile nodes, number of pods and seed dry weight shows that heredity is more influenced by genetic factors on each cross combinations.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/193/ 051604981
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131170
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item