BKG

Vivedru, FaranissaAnggi (2016) Upaya Pembungaan Zephyranthes Candida Dengan Perlakuan Interval Pemberian Air Dan Aplikasi Ga3. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Indonesia memiliki banyak jenis tanaman hias berbunga yang tidak sulit untuk dibudidayakan. Salah satu tanaman hias yang memiliki potensi ialah Zephyranthes candida. Zephyranthes candida adalah salah satu contoh tanaman groundcover yang berasal dari Amerika Selatan yang dikenal sebagai bawang brojol. Tanaman ini berpotensi sebagai tanaman alternatif, karea Zephyranthes dapat tumbuh baik pada kondisi tanah lembab dengan cahaya matahari penuh sampai ternaungi. Di negara asalnya, Zephyranthes dikenal dengan sebutan rain lily, karena umumnya tanaman ini akan berbunga pada saat peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Di duga pembungaan dipengaruhi oleh salah satu faktor pengairan, dengan demikian perlu dilakukan upaya pembungaan dengan perlakuan interval pemberian air, dimana tanaman akan diberikan perlakuan penyiraman setiap hari, cekaman air selama tiga hari, dan lima hari. Faktor lain yang dapat memacu pembungaan ialah zat pengatur tumbuh (ZPT). Dalam penelitian ini, ZPT yang digunakan adalah GA3, yang banyak diketahui dapat mempercepat pembungaan pada tanaman Spathiphyllum sp. (Herlina dan Dwiatmini, 19997). Tujuan penelitian ini adalah untuk memacu pembungaa tanaman Zephyranthes candida. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2015 sampai dengan Agustus 2015 di kebun percobaan Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Malang, Jawa Timur. Alat yang digunakan dalam penelitian meliputi polybag, botol sprayer, mikropipet, alat tulis, kertas label, kamera, timbangan analitik, dan gelas ukur. Bahan yang digunakan dalam penelitian antara lain bibit Zephyranthes candidaberumur 6 minggu dengan tinggi ±15 cm, FlowerGibb (GA3 45%), media tanam tanah dan kompos (3:1), dan pupuk NPK slow release (16:16:16). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu tiga taraf interval waktu penyiraman (A), yang terdiri dari penyiraman setiap hari (A1), interval waktu penyiraman tiga hari sekali (A2), dan interval waktu penyiraman lima hari sekali (A3). Faktor kedua yaitu aplikasi empat taraf konsentrasi GA3(G), yang terdiri dari perlakuan tanpa aplikasi GA3 (G0), aplikasi GA30,14 ml/l (G1), aplikasi GA3 0,28 ml/l (G2), dan aplikasi GA3 0,56 ml/l (G3). Variabel pengamatan terdiri dari panjang tanaman (cm), jumlah daun (helai), waktu muncul bunga (hst), jumlah umbi, dan persentase tanaman berbunga (%). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat interaksi atau pengaruh nyata antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa interaksi perlakuan hanya berpengaruh nyata pada parameter pengamatan waktu muncul bunga dan persentase tanaman berbunga. Interaksi interval waktu pemberian air dan aplikasi GA3 menunjukkan waktu muncul bunga paling cepat yaitu pada perlakuan vi penyiraman setiap hari dan aplikasi GA3 0,28 ml/l, dengan waktu muncul bunga pada 47 hst. Sedangkan pada persentase tanaman berbunga, tanaman yang diberi perlakuan penyiraman setiap hari dengan aplikasi GA3 0,28 ml/l menunjukkan persentase tanaman berbunga sebesar 63,33%, lebih besar daripada tanaman yang diberi perlakuan penyiraman setiap hari dengan aplikasi GA3 0,14 ml/l.

English Abstract

Indonesia has many kinds of ornamental flowering plants that are not difficult to be cultivated. One of the plants that has potential is Zephyranthes candida. Zephyranthes candida is one example of groundcover plants that originated from South America, known as the ‘bawang brojol’. This plant has the potential as an alternative crop, becauseZephyranthes can grow well in moist soil conditions with full sun to shade. In its country, Zephyranthes known as rain lily, because generally these plants will bloom during the transition from dry season to the rainy season. This flowering process expectedby the factors influenced by irrigation, thus efforts are flowering with the treatment interval water supply, which would be accorded treatment plant water stress for three days and five days. Another factor that can stimulate flowering is plant growth regulator (PGR). In this study, PGR used is GA3, which is widely known to accelerate flowering in plants Spathiphyllum sp. (Herlina and Dwiatmini, 1997). The purpose of this study is to stimulate flowering ofZephyranthes candida. The study was conducted in June 2015 until August 2015 at Kepuharjo, Karangploso, Malang, East Java. The tools are used in the study include polybag, bottle sprayer, micropipette, stationery, labels, a camera, an analytical balance, and the measuring cup. Materials are used in the study include Zephyranthes candida seedlings 6 weeks old with a height of ± 15 cm, FlowerGibb (GA3 45%), growing media and soil compost (3:1), and NPK slow release (16:16:16). The study used a Randomized Block Design (RBD) Factorial consisting of two treatment factors. The first factor are three levels of watering time interval (A), which consists of watering every day (A1), interval time of watering every three days (A2), and interval time of watering every five days (A3). The second factor are the application of four GA3 concentration levels (G), which consists of treatment without the application of GA3 (G0), application of GA3 0,14 ml/l (G1), the application of GA3 0,28 ml/l (G2), and the application of GA3 0,56 ml/l (G3). Variable of observation consisted of plant length (cm), number of leaves (leaf), time of flowering(dap), the number of bulbs, flowering plants percentage (%). The data were analyzed using the F test level of 5% to determine the effect of treatment. If there is an interaction or show a significant different among the treatments, it will be followed by LSD (Least Significant Different) test at 5% level. Based on this research, interaction only showed the significantly different on the parameters of time of flowering and flowering plantspercentage. Interaction of intervals time of watering and application of GA3 showed the fastest time of flowering is the treatment of watering every day and GA3 application of 0,28 ml/l, with a time of flowering in 47 days after planting. While the percentage of flowering plants, the plants treated watering every day with GA3 application 0,28 ml/l indicates the percentage of flowering plants amounted to 63.33%, greater than the plants by watering everyday withGA3application 0,14 ml/l.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/176/ 051604724
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131151
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item