BKG

Nafi`i, Rifqi (2016) Pengaruh Pupuk Hijau (Crotalaria Juncea L. Dan Tithonia Diversifolia) Dan Trichoderma Sp. Pada Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung manis merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Jagung manis banyak dikonsumsi karena kandungan rasa yang lebih manis, aroma lebih harum, serta memiliki nilai ekonomis dari daun, batang hingga akar. Permintaan akan jagung manis di beberapa pasar lokal dari tahun ke tahun terus meningkat dan dapat mencapai 1 – 1,5 t per hari, bahkan kebutuhan akan jagung manis di kota-kota besar seperti Jakarta dan Batam bisa melebihi 1,5 t per hari (Syukur dan Rifianto, 2013). Namun, produktivitas jagung manis di Indonesia per hektarnya masih tergolong rendah, yakni rata-rata 2,89 t ha-1, sedangkan potensi hasil jagung manis dapat mencapai 7 – 10 t ha-1 (Yanata, 2015). Rendahnya produktivitas ini dikarenakan adanya beberapa kendala, salah satunya adalah semakin sempitnya lahan subur akibat penggunaan pupuk sintetik yang berlebihan. Penambahan pupuk anorganik secara terus-menerus dengan dosis yang meningkat tiap tahunnya dapat menyebabkan keseimbangan hara dalam tanah terganggu dan tanah menjadi lebih keras sebagai akibat dari kerusakan sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Oleh karena itu, perlu adanya penambahan bahan organik untuk mengembalikan dan menyeimbangkan kondisi lingkungan. Crotalaria juncea L. dan Tithonia diversifolia merupakan tanaman potensial untuk digunakan sebagai pupuk hijau dan menjadi sumber bahan organik untuk membantu mengembalikan kesuburan tanah. Kedua tanaman tersebut memiliki kadar Nitrogen yang tinggi dan tidak membutuhkan waktu lama untuk proses dekomposisi. Penggunaan jamur Trichoderma sp. pada pupuk hijau mampu membantu proses dekomposisi karena jamur tersebut dapat menghasilkan enzim selulose yang berperan dalam perombakan selulosa menjadi glukosa. Selain itu, jamur tersebut memiliki kelebihan lain yakni menjadi agen pengendali hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hijau orok-orok (C. juncea L.) dan paitan (T. diversifolia) dengan aplikasi jamur Trichoderma sp. pada pertumbuhan dan hasil jagung manis. Hipotesis yang diajukan adalah : 1) Pupuk hijau orok-orok (C. juncea L.) dan paitan (T. diversifolia) dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis, 2) C. juncea L. memberikan hasil jagung manis yang lebih baik dibandingkan T. diversifolia., 3) Trichoderma sp. pada pupuk hijau C. juncea L. dan T. diversifolia memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis yang lebih baik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo dengan ketinggian 600 – 871 m dpl pada bulan April – Juli 2015. Adapun alat yang digunakan: cangkul, gembor, sabit, tali rafia, rol meter, SPAD, LAM portable, kamera digital, gunting, ember, penggaris atau mistar dan alat tulis menulis. Bahan yang digunakan antara lain: jagung manis varietas Talenta, benih C. juncea L., T. diversifolia dan jamur Trichoderma sp., serta pupuk urea, SP36, dan KCl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan sembilan perlakuan: P0 = Pupuk anorganik (kontrol), P1 = C. juncea L. 5 t ha-1 + Tanpa ii Trichoderma sp., P2 = T. diversifolia 5 t ha-1 + Tanpa Trichoderma sp., P3 = C. juncea L. 10 t ha-1 + Tanpa Trichoderma sp., P4 = T. diversifolia 10 t ha-1 + Tanpa Trichoderma sp., P5 = C. juncea 5 t ha-1 + Trichoderma sp., P6 = T. diversifolia 5 t ha-1 + Trichoderma sp., P7 = C. juncea L. 10 t ha-1 + Trichoderma sp., P8 = T. diversifolia 10 t ha-1 + Trichoderma sp. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Analisis data hasil dilakukan dengan menggunakan uji F (5%) untuk mengetahui pengaruh perlakuan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Data pengamatan untuk komponen pertumbuhan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan Indeks Luas Daun. Parameter pengamatan panen meliputi bobot tongkol berkelobot, diameter tongkol berkelobot, panjang tongkol berkelobot, dan bobot hasil (t ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hijau dosis 10 t ha-1 memberikan pengaruh yang nyata lebih baik pada tinggi tanaman, diameter batang, luas daun dan Indeks Luas Daun serta berpengaruh nyata pada hasil jagung manis yang meliputi bobot tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol dan hasil t ha-1. Perlakuan orok-orok 10 t ha-1 + Trichoderma sp. tidak menunjukkan pengaruh nyata dibandingkan dengan orok-orok 10 t ha-1, demikian pula untuk perlakuan paitan 10 t ha-1 + Trichoderma sp. dibandingkan dengan perlakuan paitan dosis sama tanpa Trichoderma sp. Perlakuan orok-orok tidak menunjukkan perbedaan nyata jika dibandingkan dengan paitan pada semua parameter pengamatan.

English Abstract

Sweet corn is a plant that is most cultivated in Indonesia. People most consumed sweet corn because it contains a sweeter taste, more fragrant aroma, and has economic value from leaf, stem and root. Sweet corn’s demand in some local markets from years to years increase and reach 1 – 1.5 t per day, even it’s demand in big cities such as Jakarta and Batam could exceed 1.5 t per day (Syukur and Rifianto, 2013). Sweet corn productivity in Indonesia still low, about 2,89 t ha-1, but sweet corn potential production could reach 7 – 10 t ha-1 (Yanata, 2015). That was because of the reduce of fertile land cause of synthetic fertilizers uses increase Inorganic fertilizers that are used continuously with increasing doses every year could having an affect on nutrients balance in the soil and soil become tight because of damage of physical, chemical and biological soil. Therefore, it is needed for the organic material application to support the sustainability of agriculture. Crotalaria juncea L. and Tithonia diversifolia are source of organic matter and potentially to be used as green manure. Both of them contains high of Nitrogen and does not need long time to decompose. The use of Trichoderma sp. can support decomposition process because this fungus able to produce cellulose enzymes to decipher the cellulose to glucose. In addition, this fungus has other advantages as a biocontrol agent. The purpose of this research is to determine the effect of green manure Crotalaria juncea and T. diversifolia with Trichoderma sp. application on growth and yield of sweet corn. The hypothesis are: 1) Green manure C. juncea L. and T. diversifolia can increase growth and yield of sweet corn, 2) C. juncea L. give better effect than T. diversifolia on sweet corn yield. 3) Trichoderma sp. that applicated on green manure C. juncea L. and T. diversifolia give better effect for growth and yield of sweet corn. This research was conducted at the Pendem, Junrejo, Batu. The altitude of location is between 600 – 871 meters above sea level. The research was conducted in April – July 2015. The tools were used include: hoe, calipers, analytical scale, digital camera, roll meters, Refractometer, stationery, Leaf Area Meter (LAM), sprayer, and ruler. Materials that used in the research are sweet corn Talenta variety, C. juncea L., T. diversifolia, Trichoderma sp., insecticide (Furadan and Confidor), Urea, KCl, and SP-36. The research used randomized block design with 9 treatments, : P1 = C. juncea L. 5 t ha-1, P2 = T. diversifolia 5 t ha-1, P3 = C. juncea L. 10 t ha-1, P4 = T. diversifolia 10 t ha-1, P5 = C. juncea 5 t ha-1 + Trichoderma sp., P6 = T. diversifolia 5 t ha-1 + Trichoderma sp., P7 = C. juncea L. 10 t ha-1 + Trichoderma sp., P8 = T. diversifolia 10 t ha-1 + Trichoderma sp. Each treatment was repeated three times. Data observation was analyzed by using analysis of variance (F test) at 5% level to determine the effect of treatments. Furthermore, significantly different data was analyzed use Least Significant Difference test at 5% level to determine differences between treatments. Observational data for growth iv component are plant height, leaf number, leaf area and leaf area index. Harvest observations include cob diameter, cob length, fresh weight of cob without husk, yield weight, sugar content (brix). The results of this research are green manure 10 t ha-1 treatment has a significantly better effect on plant height, stem diameter, leaf area and Leaf Area Index. The treatment also has significantly effect on sweet corn yield which include fresh weight of cob without husk, cob diameter and yield weights (t ha-1). Crotalaria juncea 10 t ha-1 + Trichoderma sp. do not show the significantly effect compared with Crotalaria juncea 10 t ha-1, as well as for the paitan 10 t ha-1 + Trichoderma sp. treatment compared with paitan 10 t ha-1 without Trichoderma sp. Crotalaria juncea treatment has no significantly different with paitan on all observation.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/154/ 051604413
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131127
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item