BKG

Sandiwantoro, RikoTri (2016) Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Pemberian Biochar pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki permintaan yang cukup tinggi. Jagung manis memiliki kelebihan dibandingkan dengan jagung pakan yaitu mempunyai rasa lebih manis. Surtinah (2008) menjelaskan jagung manis memiliki kadar gula yang lebih tinggi yaitu 8-15% dibandingkan dengan jagung biasa yang kadar gulanya hanya 1-3%. Selain itu jagung manis juga memiliki umur panen lebih singkat antara 60-70 hari. Produktivitas jagung manis di Indonesia rata-rata 8,31 ton ha-1 sedangkan potensi hasil jagung manis dapat mencapai 14-18 ton ha-1 (Muhsanti et al., 2006). Rendahnya produktivitas tanaman jagung manisdapat diakibatkan karena kondisi tanah yang kurang baik atau menurunnya tingkat kesuburan tanah, perbaikan kondisi tanah dapat dilakukan dengan cara melakukan pengolahan tanah. Kondisi tanah juga dapat diperbaiki dengan pemberian bahan organik, yang merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Pemberian bahan organik dapat berupa aplikasi pupuk hijau, seresah tanaman, kompos tanaman, pupuk kandang serta aplikasi arang atau biochar. Biochar ialah arang hitam hasil dari proses pemanasan biomassa pada keadaan oksigen terbatas atau tanpa oksigen. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh sistem olah tanah dan aplikasi biochar bagi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Hipotesis yang diajukan ialah terdapat interaksi sistem olah tanah dan pemberian biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, aplikasi biochar 12 t ha-1 pada budidaya tanaman jagung manis dapat memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik, dan sistem olah tanah maksimal pada budidaya tanaman jagung manis dapat memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik. Penelitian dilakukan di UPT Pengembangan Benih Palawija, Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang pada bulan Juni 2015 –Agustus 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, yang terdiri dari dua faktor. Terdapat 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 27 petak percobaan. Perlakuan-perlakuan tersebut terdiri dari Fakor I yaitu dosis biochar (B) terdiri dari 3 dosis: B0= Tanpa Biochar, B1= Biochar Sekam Padi 10 t ha-1, B2= Biochar Sekam Padi 12 t ha-1. Faktor II yaitu olah tanah dengan 3 macam olah tanah : T1= Tanpa Olah Tanah, T2= Olah Tanah Minimal, T3= Olah Tanah Maksimal. Pelaksanaan penelitian terdiri dari persiapan media tanam, pengambilan sampel tanah, pembuatan biochar, pengaplikasian biochar, penanaman, v pemupukan, pemeliharaan, panen. Parameter pengamatan pertumbuhan terdiri dari destruktif (tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), bobot kering (g), LPR (g g-1 hari-1). Pengamatan panen terdiri dari (diameter tongkol tanpa kelobot (cm), panjang tongkol tanpa kelobot (cm), bobot segar tongkol berkelobot (g), bobot segar tongkol tanpa kelobot (g), hasil panen jagung manis (t ha-1), kadar gula jagung manis (brix)). Pengamatan komponen penunjang (analisis tanah dan bahan organik). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf nyata 5 %, selanjutnya untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan biochar 12 t ha-1 dapat meningkatkan tinggi tanaman, luas daun dan bobot kering total tanaman pada semua umur pengamatan masing- masing sebesar 20,15%, 22,42%, dan 28,54%. Pada perlakuan sistem olah tanah maksimal dapat meningkatkan tinggi tanaman, luas daun dan bobot kering total tanaman pada semua umur pengamatan masing-masing sebesar 26,72%, 23,37% dan 29,67 %. Akan tetapi pada jumlah daun dan laju pertumbuhan relatif tanaman tidak memberikan pengaruh yang nyata pada setiap umur pengamatan. Pada perlakuan biochar 12 t ha-1 dapat meningkatkan diameter tongkol tanpa kelobot, bobot segar tongkol berkelobot, bobot segar tongkol tanpa kelobot dan hasil panen jagung manis masing-masing sebesar 14,16 %, 24,56 %, 25,36 % dan 24,60 %. Akan tetapi pada panjang tongkol tanpa kelobot dan kadar gula jagung manis perlakuan biochar tidak memberikan pengaruh yang nyata. Pada perlakuan sistem olah tanah maksimal dapat meningkatkan diameter tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, bobot segar tongkol berkelobot, bobot segar tongkol tanpa kelobot, hasil panen jagung manis dan kadar gula jagung manis masing-masing sebesar 25,28 %, 13,53 %, 27,32 %, 22,31 %, 27,37 % dan 14,61 %.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/13/051602659
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131100
Text
1._Sampul_Luar.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
2._Sampul_Dalam.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
3._Ringkasan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
4._Kata_Pengantar.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
5._DAFTAR_ISI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
6._Bab_1,2,3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
7._Bab_4,5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
8._Daftar_Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item