BKG

Siswati, JianaBudi (2016) Pengaruh Pemberian Crotalaria Juncea L. Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi Merah (Oryza Nivara) Pada Tiga Sistem Pertanian Yang Berbeda. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Salah satu tanaman pangan yang mengandung karbohidrat cukup tinggi selain gandum, jagung dan kentang adalah padi (Oryza sativa L.). Masyarakat Indonesia sebagian besar bergantung pada beras karena tingkat konsumsi beras sangat tinggi disetiap daerah. Hal tersebut juga diimbangi semakin meningkatnya kebutuhan akan beras merah di kalangan masyarakat. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa beras merah dapat menjadi sumber antioksidan yang baik bagi kesehatan. Penerapan sistem teknologi pertanian ramah lingkungan yang memiliki dasar Back to Nature atau kembali ke alam perlu diterapkan lagi, untuk dapat memperbaiki kondisi lingkungan sekitar. System of Rice Intensification (SRI) yang memanfaatkan teknik pengelolaan tanaman, tanah dan air telah diperkenalkan dengan produk beras organik di Pasuruan untuk meningkatkan produktivitas padi organik. Tumpangsari padi dengan tanaman penghasil N dapat memperbaiki tanaman budidaya sesuai dengan lingkungan sawah yang akan menjadi alternatif tambahan dalam memasok pupuk organik seperti Crotalaria juncea L. dan azolla (Khumairoh, 2011). Bunga tanaman Crotalaria juncea L. yang berwarna kuning disenangi musuh alami, hal itu dapat meminimalisir terjadinya serangan hama di lahan budidaya. Pemeliharaan bebek dan ikan pada tanaman budidaya di sawah dianjurkan karena terdapat jasad renik hewani dan nabati yang meningkatkan kesuburan tanah serta sisa-sisa makanan tambahan yang diberikan berfungsi sebagai pupuk tanaman. Kegiatan bebek dan ikan seperti menginjak dan mengaduk tanah disawah meningkatkan oksigen terlarut dalam air serta dapat mengurangi gulma dan hama. Tujuan penelitian untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil dari tiga sistem pertanian padi merah (konvensional, organik dan komplek ramah lingkungan) yang berbeda serta faktor apa saja yang mempengaruhi dengan adanya pemberian Crotalaria juncea L. Terdapat respon pertumbuhan dan hasil yang lebih bagus pada perlakuan pemberian Crotalaria juncea L. dan sistem pertanian komplek ramah lingkungan (dengan adanya integrasi padi, azolla, ikan dan bebek di lahan budidaya). Kegiatan dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2015 di Dusun Bonagung, Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan 3 kali ulangan, 2 petak utama (Crotalaria juncea L. dan Non Crotalaria juncea L.), 3 anak petak yaitu Sistem Pertanian Konvensional (kegiatan budidaya tanaman padi disesuaikan dengan praktek lapang petani yang masih menggunakan pestisida dan pupuk kimia NPK); Sistem Pertanian Organik (dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang bebek tanpa menggunakan pupuk ataupun pestisida kimia dalam kegiatan budidaya); dan Sistem Pertanian Komplek Ramah Lingkungan (dilakukan dengan memanfaatkan hubungan sumberdaya Crotalaria juncea L., Azolla, Bebek dan Ikan Nila dilahan sawah tanaman padi yang dalam ii perawatannya hanya menggunakan pupuk kandang bebek dan pestisida nabati, sehingga tidak menggunakan bahan kimia dalam perawatan budidayanya), sehingga didapatkan 6 kombinasi perlakuan dengan 18 petak percobaan. Parameter pengamatan dilakukan secara Non-Destruktif, Destruktif, Pengamatan Hasil Panen dan Analisis Pertumbuhan Tanaman. Sampel Non-Destruktif menggunakan 6 sampel tanaman padi dan Destruktif menggunakan 2 sampel tanaman padi per petak setiap umur 14, 28, 42, 56 dan 70 hari setelah tanam. Hasil analisis ragam menunjukkan tidak terdapat interaksi yang menggunakan perlakuan crotalaria dan non crotalaria dengan sistem pertanian. Secara terpisah perlakuan crotalaria dan non crotalaria tidak berpengaruh nyata terhadap semua pengamatan tanaman padi. Hasil panen per petak tanaman padi merah pada perlakuan sistem pertanian konvensional sebesar 12,58 kg/petak, sistem pertanian organik sebesar 12,69 kg/petak dan sistem pertanian komplek ramah lingkungan sebesar 15,77 kg/petak. Kegiatan usaha tani tanaman padi merah sistem pertanian komplek ramah lingkungan dapat dikatakan efisien dan dapat dilanjutkan karena memiliki R/C ratio lebih dari 1.

English Abstract

One of the crops that contain high carbohydrate beside wheat, corn, and potatoes is rice (Oryza sativa L.). Indonesian society largely depend on rice as a very high rate of rice consumption in each area. It also is offset the increasing demand for red rice in the community. Some research shows that red rice can be a source of antioxidants that are good for health. The application of environmentally friendly farming technology system that has a base of Back to Nature need to be applied again, in order to improve environmental conditions. System of Rice Intensification (SRI) that use crop management technique, soil and water have been introduced with organic rice products in Malang to improve the productivity of organic rice. Rice intercropping with nitrogen producing plants can improve the crop cultivation thet is suitable with the field environment that will be an additional alternative in supplying organic fertilizers such as Crotalaria juncea L. and azolla (Khumairoh, 2011). Yellow Crotalaria juncea L. flower liked by natural enemies, it can minimize the occurrence of pests on cultivated land. Ducks and fish maintenance on plant cultivation in the field are recommended because there are animal and vegetable microorganisms that increase soil fertility and additional food scraps that are given is as a fertilizer plant. Duck and fish activities such as stepping and stir in the rice field soil increases oxygen in the water and can reduce weeds and pests. The purpose of this research is to compare the growth and yield of three red rice system (conventional, organic and environmentally friendly complex) are different and the factors that affect the duty of Crotalaria juncea L. There is a growth response and better yield in the granting treatment of Crotalaria juncea L. and environmentally friendly complex farming systems (with the integration of rice, Azolla, fish and ducks on land cultivation). The research was conducted on April 2015 untill August 2015 in Bonagung hamlets, Sukolilo village, Prigen subdistrict, Pasuruan regency. This research use Split Plot with three cycles and two main plots (Crotalaria juncea L. and Non Crotalaria juncea L.), three little plots, those are conventional farming system (rice cultivation activities are suitabled with the farmers’ practice that is still using pestiside and chemical fertilizer NPK); Organic farming system (it is done by using duck feces fertilizer without using chemical fertilizer or chemical pestiside in the cultivation activities); and the environmentally friendly farming (it is done by using the relation source of azolla, duck, nila in the field that the treatment uses chemical material in its cultivation), so we can get six combinations of treatment to the 18 experimental plot. Observations were made in Non-Destructive, Destructive, Observations yield and Analysis of plant growth. Non-Destructive sample using 6 samples of rice plants and Destructive using 2 samples of rice plants per plot every age of 14, 28, 42, 56 and 70 days after planting. iv Results of analysis of variance showed no interaction which uses treatment and non crotalaria crotalaria farming systems. Separately treatment Crotalaria and non crotalaria did not significantly affect all observations of the rice plant. Yields per hectare of red rice plants in treatment of conventional farming systems of 12,58 kg/plot, organic farming systems of 12,69 kg/plot and environmentally friendly complex agricultural systems of 15,77 kg/plot. Farming activities red rice plants environmentally friendly farming systems can be said to be efficient and can be continued because it has the R/C ratio is more than 1.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/118/ 051604060
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131087
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item