BKG

Mariyam, Reni (2016) Pengaruh Dosis Pemupukan Nitrogen Dan Jarak Tanam Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Wijen (Sesanum Indicum L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman wijen (Sesanum indicum (L.)) ialah tanaman perkebunan dan industri yang mempunyai banyak manfaat. Pemanfaatan tersebut terletak pada sebagian besar dari organ tanaman wijen seperti biji, tangkai, ranting dan daun (Mardjono et al., 2007). Apabila ditinjau kegunaannya, biji wijen mempunyai banyak manfaat, diantaranya dapat dimanfaatkan sebagai : (1) bahan baku industri seperti untuk bahan baku minyak wijen, dan (2) dapat diolah menjadi berbagai campuran makanan seperti untuk roti, salad, sushi maupun dikonsumsi langsung dengan disangrai atau dioven. Berdasar pada tingginya pemanfaatan tersebut, menyebabkan permintaan biji wijen mengalami peningkatan. Produksi wijen secara nasional tercatat sebanyak 2.500 ton per tahun, sementara tingkat kebutuhannya telah mencapai 4.500 ton per tahun, sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia harus mengimpor biji wijen sebanyak 2000 ton per tahun (Anaz, 2012). Beberapa hal yang diduga sebagai penyebab rendahnya hasil wijen tersebut adalah : (1) masih sangat terbatasnya luas lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman wijen, dan (2) rendahnya tingkat ketersediaan N tanah yang umum terjadi di wilayah lahan kering. Cara yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pengaturan jarak tanam dan dosis pemupukan N. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk N dan jarak tanam pada pertumbuhan tanaman wijen dan untuk menentukan dosis pupuk Nitrogen dan jarak tanam yang sesuai agar diperoleh pertumbuhan yang baik dan hasil yang tinggi pada tanaman wijen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Juni 2015 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Lokasi terletak pada ketinggian ± 330 m dpl, dengan suhu rata-rata harian 27–29oC, curah hujan 1.924 mm tahun-1dan jenis tanah Alfisol dominasiliat (Amin et al., 2013). Alat yang digunakan berupa cangkul, tugal, gembor, gunting, kamera, timbangan, meteran,oven dan LAM (Leaf Area Meter). Bahan yang digunakan ialah benih tanaman wijen varietas Sumberrejo 1. Pupuk yang digunakan adalah pupuk N ( berupa urea : 45% N), pupuk P (berupa pupuk SP36 : 36% P2O5), dan K (berpa pupuk KCl : 60% K2O). Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan menempatkan jarak tanam pada petak utama dan terdiri dari 3 taraf, yaitu Jarak tanam 40 cm x 25 cm (J1), Jarak tanam 50 cm x 25 cm (J2), dan Jarak tanam 60 cm x 25 cm (J3). Anak petak terdiri dari pupuk N diberikan 1/3 bagian diberikan pada 21 hst dab 2/3 bagian diberikan pada 35 hst. Terdiri dari 3 taraf yaitu, 75% N (N1) = (41,2 kg N ha-1 setara dengan 91,5 kg urea ha-1), 100 % N (N2) = (55 kg N ha-1 setara dengan 122 kg urea ha-1), dan 125 % N (N3) = (68,75 kg N ha-1 setara dengan 152,5 kg urea ha-1). Perlakuan diulang 3 kali sehingga didapatkan 27 ii satuan kombinasi perlakuan. Pengamatan pertumbuhan akan diamati pada saat tanaman berumur 45 hst, 60 hst, 75 hst,90 hst dan panen. Pengamatan komponen hasil meliputi jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 1000 biji, dan hasil panen per hektar (ton ha-1). Analisis penunjang berupa analisis tanah awal (sebelum penanaman), analisis tanah tengah (setelah aplikasi pupuk) dan akhir (setelah panen). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf α = 0,05 yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh nyata dari perlakuan. Apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf p = 0,05 untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi akibat pemberian berbagai dosis dan waktu aplikasi pupuk K pada komponen pertumbuhan yang meliputi jumlah dan luas daun. Pertumbuhan tanaman yang lebih baik dihasilkan pada tanaman yang dipupuk N dosis 125% dengan jarak tanam 60 cm x 25 cm dengan jumlah dan luas daun yang dihasilkan 172,83 helai dan 4558,33 cm2. Komponen hasil yang terjadi interaksi adalah bobot biji per tanaman. Hasil lebih baik didapatkan pada tingkat pemupukan 125% N dengan jarak tanam 60 cm x 25 cm yaitu seberat 47,15 g. Pengaruh nyata akibat jarak tanam juga terjadi pada komponen pertumbuhan tanaman yang meliputi jumlah cabang, tinggi tanaman dan bobot kering total tanaman; komponen hasil meliputi jumlah polong, bobot polong per tanaman, bobot 1000 biji, dan hasil panen per hektar. Dosis pemupukan N memberikan pengaruh nyata pada bobot kering total tanaman dan hasil panen per hektar. Berdasarkan analisis usaha tani, penggunaan pupuk N dosis 100% dengan jarak tanam 50 cm x 25 cm lebih menguntungkan karena mampu menghasilkan R/C tertinggi yaitu 1,62. Hasil yang tidak berbeda nyata didapatkan pada Indeks panen dan laju pertumbuhan relatif tanaman.

English Abstract

Sesame plant (Sesanum indicum (L.)) is industrial plant which has many benefits. Most of the benefit from wijen can be found from the part of the plant like seed, steam, branch and leaves (Mardjono et al., 2007). Based on the use, wijen seed has a lot of benefits, such as : (1) for industrial material like material of wijen oil, and (2) can be processed to mix breed, salad, sushi or cunsumed directly by baking it. Because of its high benefit, it makes an appeal of wijen seed is increasing. The national productivity of wijen is 2.500 ton per year, besides the requirement is 4.500 ton per year, so to fulfill this requirement, Indonesia has to import wijen seed 2000 ton every year. Some of the causes that makes this low crop are : (1) The limitation of the yield that is used to plant wijen, and (2) low availability N that usually happens in dry land. Method that is used to solve this problem is by arranging the plant spacing and dose of Nitrogen fertlizer. The purposes of this research were to study the influence dose of N fertilizer and plant spacing in plant growth and yield of wijen and to determine dose of nitrogen fertilizer and plant spacing wijen that is appropiate to result good growth and high yield for wijen plant. The research has been conducted in February 2015 until June 2015 at Brawijaya University Plantation, which is located in the village Jatikerto, District Kromengan, Malang. It is located at an attitude of ± 330 m above sea level, with an average daily temperature of 27o-29oC, rainfall 1924 mm per year and the type of soil is Alfisol (Amin el al., 2013). The tools used in this research include hoe, analytical balance, ruler, camera, paper labels, oven, scissors, and LAM. The materials used in this study include Sumberrejo 1 sesame seeds, fertilizer nitrogen (urea form: 45% N), phosphorus (SP-36 form: 36% P2O5),potassium (KCl form: 60% K2O). The research design used split plot design by placing plant spacing in the main plot and consist of three levels : plant spacing around 40 cm x 25 cm (J1), plant spacing around 50 cm x 25 cm (J2), and plant spacing around 60 cm x 25 cm (J3). Subplot consisted of doses of Nitrogen fertilizer consist of three levels : 75%N (N1) = (41,2 kg ha-1 urea equvalent to 91,5 kg ha-1), 100%N (N2) = (55 kg ha-1 urea equvalent to 122 kg ha-1), and 125%N (N1) = (68,7 kg ha-1 urea equvalent to 152,5 kg ha-1). The treatment was be obtained 27 treatments combination with 3 replications. Observations of plant growth include the number of branch, high of plant, number of leaves, leaf area, and total dry weight of plant. Observations yield components including number of pods per plant, pods weight per plant, weigh of 1000 seeds, seeds weight per plant, yield tons per hectare (tons ha-1). Supporting analysis consists of early soil analysis (before planting), middle ground analysis (after fertilizer application) and the final soil analysis iv (after harvest). The data were analyzed using analysis of variance (F test) with level α = 0.05, which aims to determine whether there is a real effect of the treatment. If there is a real effect, then followed by HSD test with a level of p = 0.05 to determine differences between treatment. The result showed that the interactions occur due to several doses of N fertilizer and plant spacing on the component of plant growth include the number an leaf area. The best plant growth can be obtained in fertilizer of 125% N with plant spacing around 60 cm x 25 cm which has been produce the number and leaf area 172,83 strands and 4558,33 cm2. The yield showed that interactions occur the weight seeds per plant. The best yield can be obtained in fertlizer of 125% N with plant spacing around 60 cm x 25 cm which has been produced 47,15 g. The significant effect due a spacing plant also affect plant growth component and yield component that includes a number of branches, plant hight and total dry weight, number of pods, weigh of pods per plant, weight 1000 seeds, and the yield per hectare. Dose of N fertilizer have significant effect on the total dry weight and yield per hectare. Besade on the farming analysis, the use of N fertilizer doses 100% N with plant spacing 50 cm x 25 cm more advantageous because it can produce the highest R/C which is 1,62. Not signifficant effect occur in harvest indeks and relative growth rate.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/105/ 051604047
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131074
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item