BKG

Januar, FarisHusein (2016) Potensi Genetik Generasi F3 Hasil Persilangan Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Varietas Argopuro sebagai Tetua Betina dengan Varietas Tanggamus, Grobogan dan Galur UB sebagai Tetua Jantan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merr) adalah salah satu sumber protein nabati yang penting di Indonesia. Pemenuhan konsumsi lebih banyak berasal dari kedelai impor. Salah satu usaha untuk memperoleh varietas unggul kedelai adalah dengan melakukan kegiatan pemuliaan tanaman melalui persilangan-persilangan yang dilanjutkan dengan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman hasil, pewarisan sifat dan sifat utama yang mendukung berat biji pada tanaman kedelai F3 hasil persilangan Argopuro x UB, Argopuro x Tanggamus dan Argopuro x Grobogan. Hipotesis yang diajukan adalah: 1) Tanaman kedelai generasi F3 mempunyai keragaman biji, jumlah polong dan potensi galur yang tinggi, 2) Pewarisan sifat yang terjadi pada kedelai F3 lebih disebabkan oleh faktor genetik dari pada faktor lingkungan, 3) Jumlah polong adalah sifat utama yang mendukung berat biji pada tanaman kedelai generasi F3. Percobaan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2013 di kebun percobaan Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Lokasi percobaan terletak pada ketinggian 303 meter di atas permukaan laut dengan jenis tanah Alfisol. Suhu minimal berkisar 18-21ºC dan suhu maksimal antara 30-33ºC. Alat yang digunakan dalam percobaan ialah rol meter, cangkul, penggaris, sprayer dan timbangan analitik. Bahan yang digunakan ialah benih benih kedelai varietas Argopuro sebagai tetua betina, galur UB, varietas Tanggamus dan varietas grobogan sebagai tetua jantan, benih Argopuro x UB, Argopuro x Tanggamus dan Argopuro x Grobogan, pupuk Urea 50 kg ha-1, SP-36 100 kg ha-1, KCl 50 kg ha-1 dan insektisida berbahan aktif deltamethrin 0,5 l ha-1, karbofuran dan insektisida berbahan aktif Deltamethrin. Rancangan percobaan yang digunakan adalah single plant, yaitu menanam dan mengamati setiap individu tanaman generasi F3. Variabel pengamatan meliputi jumlah polong isi, buku subur, berat kering biji dan bobot 100 biji per tanaman. Data yang diperoleh dilakukan pengujian menggunakan sidik ragam dilanjutkan dengan uji BNT 5% bila ada pengaruh nyata, uji chi-square, heritabilitas dalam arti luas dan koefisien korelasi. Hasil pengamatan menunjukan bobot kering biji dan bobot 100 biji per tanaman pada persilangan Argopuro x Tanggamus lebih tinggi secara nyata dibandingkan persilangan lainnya. Variabel jumlah buku subur, polong isi, berat kering biji dan bobot 100 biji per tanaman tidak berdistribusi normal pada ketiga persilangan generasi F3, kecuali pada variabel jumlah buku subur dan polong isi per tanaman pada persilangan Argopuro x Tanggamus. Nilai heritabilitas seluruh variabel pengamatan pada semua persilangan tergolong dalam kriteria tinggi (H> 0,5). Variabel pengamatan jumlah buku subur dan polong isi per tanaman pada ketiga persilangan tanaman kedelai generasi F3 membentuk korelasi positif dengan variabel bobot kering biji per tanaman.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/1002/0517014739
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131056
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item