BKG

Rahmawati, Cahyani (2018) Analisis Logam Berat Pb Pada Kerang Lentera (Lingula Unguis) Di Kawasan Pantai Desa Pesisir Probolinggo Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Logam berat adalah unsur-unsur kimia dengan bobot jenis lebih besar dari 5 gr/cm3, terletak di sudut kanan bawah sistem periodik dan biasanya bernomor atom 22 sampai 92 dari perioda 4 sampai 7. Unsur alam ini dapat diperoleh dari laut, erosi batuan tambang, vulkanisme dan sebagainya.Logamlogam berat tersebut dapat terakumulasi ke dalam tubuh biota-biota yang ada di perairan misalnya pada kerang yang memiliki sifat yang filter feeder dengan didukung pergerakannya yang lambat sehingga akan sangat susah kerang menghindar dari kondisi yang tercemar oleh logam-logam berat. Sifatnya filter feeder membuat kerang merupakan biota yang paling besar mengakumulasi logam berat dibanding biota air lainnya. Berdasarkan uraian di atas maka akan diadakan penelitian Analisis logam berat Timbal (Pb) pada kerang lentera. Metode penelitian yang digunakan pengambilan sampel dilakukan di 10 titik sampling dengan menggunakan transek berukuran 1m x 1m secara acak. Pegambilan sampel kerang lentera dilakukan saat keadaan pantai surut dan jarak antara stasiun 1 ke stasiun berikutnya yaitu sekitar 50 m. Kerang diambil menggunakan transek line berukuran 1 x 1 m2. Pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan menggunakan pipa berdiameter 6 cm yang ditancapkan ke dalam perairan hingga kedalaman 5 cm, setelah itu bagian bawah pipa paralon ditutup dan diangkat perlahan-lahan agar sedimen di dalamnya tidak keluar. Sampel yang telah diangkat kemudian dimasukkan ke dalam baskom, lalu diambil kurang lebih 500 g. Setelah semua sampel didapat dimasukkan ke dalam plastik, untuk sampel kerang terlebih dahulu dicuci dengan air laut agar sedimen yang memempel pada cangkang kerang hilang. Selanjutnya sampel di letakkan pada coolbox untuk kemudian dianalisis kandungan logam berat di laboratorium Halal Universitas Islam Malang. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini yaitu kandungan logam berat Pb pada kerang lentera di Pantai Pesisir berkisar antara 1,06 – 2.14 ppm, hal ini menunjukan bahwa kandungan logam berat Pb di Pantai Pesisir Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo mengalami pencemaran sehingga kerang tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat. Sedangkan kandungan logam berat Pb pada sedimen di kawasan Pantai Pesisir berkisar antara 2,01-3,05 ppm, hal ini menunjukan bahwa kandungan logam berat Pb dalam sedimen di Pantai Pesisir Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo sudah tercermar dan mampu mengganggu kehidupan organisme dan juga telah melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 yaitu sebesar 0,03 mg/l. Hasil analisis regresi linier sederhana antara Pb pada sedimen (X) dengan Pb pada kerang (Y) didapatkan nilai R Square sebesar 0,692 yang berarti bahwa pengaruh Pb pada sedimen terhadap Pb pada kerang sebesar 69,2%. Pengaruh Pb pada sedimen terhadap Pb pada kerang termasuk dalam katagori kuat karena di atas 50%, sedangkan 30,8% lainnya dipengaruhi faktor lain. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, sebaiknya masyarakat daerah pesisir melakukan pembatasan dalam mengkonsumsi kerang lentera. Mengingat tinggi nya kadar logam berat Pb di kerang, disarankan kepada masyarakat agar memberi perlakuan terlebih dahulu untuk menurunkan kadar logam berat Pb pada kerang sebelum dikonsumsi.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/615/051806401
Uncontrolled Keywords: Pencemaran, Perairan, Logam Berat Pb, Kerang Lentera
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 577 Ecology > 577.6 Aquatic ecology > 577.627 Water Pollution (Effect on natural ecology)
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/13105
Text
Cahyani Rahmawati.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item