BKG

Selviana, Lila (2015) Penampilan Enam Genotipe Tomat (Solanum lycopersicum L.) Pada Budidaya Organik dan Anorganik. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting. Produksi dari buah tomat pada tahun 2013 yaitu 950.109 ton (BPS, 2014) , namun baik kuantitas dan kualitas produksi tomat masih rendah. panen. Salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman tomat adalah pemilihan varietas unggul yang beradaptasi dengan lingkungan. Selain itu cara budidaya yang lebih menguntungkan serta mampu menekan nilai output dan mampu meningkatkan nilai input petani mampu membantu petani mendapatkan keuntungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil produksi tanaman tomat yang dibudidayakan secara organik dan anorganik, dengan hipotesis bahwa ada satu atau lebih genotipe unggul yang berdaya hasil tinggi antara budidaya. Penelitian dilaksanakan di Dusun Besuki, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Ketinggianya yaitu 200 mdpl dengan suhu 27o-30o C dengan curah hujan 2546 mm/tahun dan jenis tanah Litosol. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Tersarang. Pada penelitian ini terdapat 2 faktor yaitu cara budidaya dan Genotipe tanaman tomat. Genotipe tomat didapatkan dari persilangan tetua LV 4066 x LV 1684 dan merupakan F7. Pengamatan dilakukan pada karakter kuantitatif meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah bunga, jumlah tandan bunga, jumlah buah jadi, jumlah buah panen, jumlah buah jelek, umur awal berbunga, dan masa panen. Karakter kualitatif dan tingkat serangan hama sebagai pengamatan tambahan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam uji F 5%.Jika ditemukan pengaruh beda nyata maka dilakukan uji lanjutan BNJ 5%. Analisi data menunjukan hasil beda nyata pada perlakuan bubidaya kecuali pada parameter jumlah bunga dan jumlah tandan. Sedangkan pada perlakuan genotip tidak ada perbedaan nyata antar genotipe kecuali tinggi tanaman umur 14 Hst. Pada perlakuan budidaya tinggi tanaman umur 42 Hst menunjukan hasil beda nyata dan budidaya organik lebih tinggi dibandingkan dengan anorganik. Jumlah daun pada budidaya organik lebih sedikit dibandingkan pada budidaya anorganik. Diameter batang dipengaruhi oleh penerimaan cahaya, sehingga besar diameter batangan organic lebih tinggi dibandingkan dengan organik. Pada pengamatan jumlah bunga dan jumlah tandan menunjukan hasil yang tidak beda nyata antara budidaya organic dan anorganik. Pengamatan jumlah buah menunjukan hasil beda nyata, baik buah buah jelek maupun buah bagus. Bobot buah pertanaman juga menunjukan hasil beda nyata yang menunjukan budidaya anorganik memiliki bobot buah pertanaman lebih besar dibandingkan dengan budidaya organik. Hasil penelitian tersebut disebabkan oleh adanya cekaman air serta penggunaan bahan organik yang lebih lambat dibandingkan dengan bahan kimia, sehingga hasil produksi tomat budidaya anorganik lebih tinggi dibandingkan budidaya organik.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/981/051602633
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Indah Nurul Afifah
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131036
Text
1.COVER.pdf

Download | Preview
Text
4._KATA_PENGANTAR.pdf

Download | Preview
Text
6._BAB_1.pdf

Download | Preview
Text
7.BAB_2.pdf

Download | Preview
Text
8.BAB_3.pdf

Download | Preview
Text
9._BAB_4.pdf

Download | Preview
Text
10._BAB_5.pdf

Download | Preview
Text
11.DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download | Preview
Text
RINGKASAN_&_SUMMARY.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item