BKG

Nararya, MasBagusAulia (2015) : Kajian Beberapa Macam Sistem Tanam dan Jumlah Bibit Per Lubang Tanam Pada Produksi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) var. Inpari 30. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Program ketahanan pangan diarahkan pada kemandirian petani yang berbasis pada potensi sumber daya lokal melalui program peningkatan produksi komoditas pangan. Namun pada praktek di lapang masih sangat banyak petani yang menggunakan sistem budidaya padi secara konvensional, hal tersebut menyebabkan produksi padi tidak maksimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan perbaikan sistem tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari berbagai macam pola tanam dan jumlah bibit per lubang tanam pada produksi padi sawah. Hipotesis yang diajukan adalah penggunaan satu bibit padi per lubang tanam dengan pola tanam Jajar Legowo 2:1 akan lebih efisien untuk meningkatkan hasil produksi tanaman padi sawah hingga 20 % dibanding sistem konvensional. Penelitian dilakukan di lahan pertanian yang bertempat di desa Ngampal, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro Jawa Timur dengan ketinggian tempat ± 200 m dpl, curah hujan rata-rata 179 mm per tahun dan suhu 27°-31° C. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2015. Alat yang digunakan dalam penelitian meliputi traktor pengolah tanah, cangkul, jaring, rafia, kamera, plastik, label, timbangan analitik, Leaf Area Meter (LAM), oven, penggaris, meteran, dan alat tulis. Bahan yang digunakan meliputi bibit padi varietas Inpari 30, pupuk SP36, pupuk Urea, pupuk KCl, Fungisida dengan bahan aktif Propineb 70%. Insektisida dengan bahan aktif imidakloprid. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), Faktor yang diujikan adalah beberapa macam pola tanam sebagai petak utama dan jumlah benih per lubang tanam sebagai anak petak dengan 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan, yaitu P1 = pola tanam SRI 30 x 30 cm, P2 = pola tanam Jajar Legowo 2:1, P3 = pola tanam SRI 25 cm x 25 cm, serta P4 = Pola tanam konvensional dan J1 = 1 bibit per titik tanam, J2 = 2 bibit per titik tanam, J3 = 3 bibit per titik tanam. Pengamatan dilakukan dengan metode destruktif dan panen dengan parameter pengamatan, sebagai berikut: Destruktif (jumlah anakan per rumpun, jumlah daun per rumpun, luas daun per rumpun, jumlah malai per rumpun, bobot kering total tanaman per rumpun.) dan panen (jumlah malai, bobot malai, bobot biji, bobot 1000 butir, bobot Gabah Kering kg m-2 dan ton ha-1). Data yang diperoleh dianalisis (uji F) pada taraf 5 %. Jika hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan interaksi antara perlakuan model pola tanam dan jumlah bibit per lubang tanam pada parameter pengamatan jumlah malai umur 65 hst. Pada komponen hasil tidak ditemukan interaksi antara kedua perlakuan di semua parameter. Pola tanam SRI 30 cm x 30 cm memberikan rata-rata hasil jumlah anakan total, jumlah daun, luas daun, jumlah malai, dan bobot kering total tanaman lebih tinggi jika dibandingkan dengan model pola tanam Jajar legowo 2:1, SRI 25 cm x 25 cm dan konvensional pada saat fase generatif umur pengamatan 85 hst. Dengan jumlah 1 bibit per lubang tanam memberikan hasil rata-rata jumlah malai lebih tinggi jika dibandingkan dengan 2 dan 3 bibit pada umur 85 hst. Dengan pola tanam jajar legowo 2:1 menghasilkan produksi tanaman padi sebesar 6,9 ton ha-1 atau meningkat (53%) jika dibandingkan dengan pola tanam konvensional sebesar 4,5 ton ha-1.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/956/051600353
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Indah Nurul Afifah
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131008
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item