BKG

Effendi, Mokhtar (2015) Pengaruh Frekuensi Pemberian Air dan Komposisi Media Tanam pada Pertumbuhan Bibit Tebu Budchip (Saccharum officinarum L). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L) ialah tanaman yang termasuk dalam famili Gramineae atau kelompok rumput-rumputan yang banyak dibudidayakan karena batangnya yang dapat dimanfaatkan untuk bahan baku industri gula. Sebagai bahan baku utama, tanaman tebu mempunyai peranan penting terhadap kelangsungan industri pergulaan Indonesia. Namun pada saat ini seiring dengan jumlah penduduk dan kebutuhan gula yang semakin meningkat, Indonesia tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini terbukti pada tahun 2010 dan 2011 produksi gula dalam negeri hanya mencapai 3.159 juta ton dengan wilayah 473.923 Ha (Putri, 2013). Penyebab rendahnya produksi dalam negeri salah satunya dapat dilihat dari sisi on farm, diantaranya penyiapan bibit dan kualitas bibit. Adapun teknik pembibitan yang dapat menghasilkan bibit yang berkualitas tinggi serta tidak memerlukan penyiapan bibit melalui kebun berjenjang ialah dengan teknik pembibitan budchip. Budchip ialah sistem pemotongan tanaman tebu yang akan digunakan sebagai bahan bibit dengan cara mengebor secara melingkar disekitar mata tunas dan sebagian titik tumbuh akar sehingga membentuk chip. Kelebihan dari budchip yaitu mempermudah perawatan kesehatan bibit, efisiensi penggunaan bibit, pertumbuhan bibit di lapang yang merata, pertunasan yang seragam produksi tebu dan kristal yang tinggi, dengan areal pembibitan yang sempit dapat memenuhi kebutuhan untuk areal yang luas, mempermudah perbanyakan dan pendistribusian suatu varietas ke lokasi yang jauh. Permasalahan lain yang mempengaruhi rendahnya produktifitas tebu ialah komposisi media tanam dan pemberian air (Chandra, 2010). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan frekuensi pemberian air pada pertumbuhan bibit tebu budchip (Saccharum officinarum L). Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April hingga Juli 2015 di Kebun Percobaan Pusat Penelitian Gula PT Perkebunan Nusantara 10, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Suhu berkisar antara 20 – 350C dengan curah hujan berkisar 144 mm/bulan. Alat yang digunakan dalam penelitian ialah kamera, cangkul, penggaris, jangka sorong digital, timbangan analitik, oven, gelas ukur, potray dan lain-lain. Bahan yang digunakan ialah bibit tebu umur 6 – 7 bulan Varietas Bululawang, dan pupuk (NPK 15 : 15 : 15), Fungisida (Nordox 56 WP), Insektisida (Cruiser 350 FS), dan Zat Pemacu Tumbuh (merk dagang atonik). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang dilakukan dengan penanaman pada potray, dipilih menggunakan dua faktor, yaitu komposisi media tanam dan frekuensi pemberian air sebagai perlakuan. Pemberian air 1 kali sehari pukul 07.00 WIB(A1), pemberian air 2 kali sehari pukul 07.00 dan 16.00 WIB(A2), pemberian air 3 kali sehari pukul 07.00, 11.30 dan 16.00 WIB(A3), pemberian air 4 kali sehari pukul 07.00, 10.00, 13.00 dan 16.00 WIB(A4). Dengan volume air sesuai dengan perhitungan kebutuhan air pada tebu dan disiram menggunakan gelas ukur. Komposisi media tanam yang ii digunakan, yaitu komposisi Tanah, Pasir dan Blotong (50% : 25% : 25%) (B1), komposisi Tanah, Pasir dan Blotong (25%: 50% : 25%) (B2), komposisi Tanah, Pasir, dan Blotong (25% : 25% : 50%) (B3). Percobaan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan pada umur 28, 42, 56, 70 hst dan pada umur 84 hst. Pengamatan meliputi pengamatan non destruktif dengan empat tanaman contoh tiap petak percobaan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan persentase kematian. Pengamatan destruktif dengan dua tanaman contoh tiap petak percobaan meliputi luas daun, panjang akar, bobot segar total tanaman, dan bobot kering total tanaman. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F taraf 5%). Apabila hasil pengujian terdapat interaksi atau pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji perbandingan antar perlakuan dengan menggunakan BNJ pada taraf 5%. Dari hasil penelitian didapatkan interaksi antara komposisi media tanam dan frekuensi pemberian air pada parameter pengamatan tinggi tanaman, panjang akar, luas daun, dan bobot kering total tanaman. Pada parameter bobot kering tanaman umur 84 hari stelah tanam, pemberian air 4 kali sehari menunjukkan nilai tertinggi pada komposisi media tanam tanah, pasir, blotong (50% : 25% : 25%) dibanding dengan media tanam tanah, pasir, blotong (25% : 50% : 25%) dan media tanam tanam tanah, pasir, blotong (25% : 25% : 50%). Frekuensi pemberian air 3 dan 4 kali sehari secara nyata menghasilkan jumlah daun dan diameter batang lebih tinggi dibandingkan dengan frekuensi pemberian air 1 kali sehari. selanjutnya pada komposisi media tanam tanah, pasir, dan blotong (50% : 25% : 25%) dan media tanam tanah, pasir dan blotong (25% : 50% : 25%), secara nyata menghasilkan jumlah daun dan diameter batang lebih tinggi dibanding dibandingkan dengan media tanam tanah, pasir, dan blotong (25% : 25% : 50%).

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/954/051600351
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Indah Nurul Afifah
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131006
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item