BKG

Ambarita, Yohanna (2015) Aplikasi Pupuk Npk Dan Urea Pada Padi (Oryza Sativa L.) Sistem Ratun. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Seiring dengan bertambahannya jumlah penduduk, maka bertambah pula jumlah permintaan akan tanaman pangan terutama padi. Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan produksi beras nasional, salah satunya dengan berbudidaya padi dengan sistem ratun. Sistem ratun merupakan budidaya padi dengan memanfaatkan tanaman yang telah dipotong setelah panen untuk tumbuh kembali dan dapat dipanen yang kedua kalinya. Namun, umumnya dalam sistem ratun hasil gabah lebih rendah sehingga petani jarang menjalankan sistem ratun ini. Salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan ratun, yaitu pemupukan. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian pupuk NPK dan Urea, agar dapat diketahui kebutuhan dosis NPK dan Urea yang tepat yang dapat memacu pertumbuhan dan meningkatkan hasil tanaman padi pada sistem ratun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari pengaruh interaksi antara pupuk NPK dan Urea, mempelajari pengaruh pupuk NPK, dan mempelajari pengaruh pupuk Urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada sistem ratun, serta hipotesis penelitian ini yaitu interaksi antara dosis pemupukan NPK dan Urea dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada sistem ratun. Penelitian dilaksanakan di desa Jabang, kecamatan Kras, kabupaten Kediri. Ketinggian tempat 120 mdpl dengan suhu harian 23-310 C, dan jenis tanah inceptisol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2015. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis pemupukan NPK yang terdiri dari 4 taraf yaitu N1: 75 kg/ha, N2: 100 kg/ha, N3: 125 kg/ha, N4: 150 kg/ha. Sedangkan faktor kedua adalah dosis pemupukan Urea yang terdiri dari 3 taraf yaitu U1: 75 kg/ha, U2: 87,5 kg/ha, U3: 100 kg/ha. Parameter pengamatan pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, pertambahan jumlah anakan per rumpun, dan luas daun, sedangkan pengamatan hasil produksi meliputi jumlah malai per rumpun, panjang malai per rumpun, jumlah gabah per malai, persentase gabah hampa, bobot 1000 biji, dan hasil gabah kering panen. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis ragam (uji F) dengan taraf 5% untuk mengetahui adanya pengaruh pada perlakuan. Jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5% untuk mengetahui tingkat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian antara lain pemberian dosis pupuk NPK dan Urea menunjukkan tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, pertambahan jumlah anakan, dan produksi padi ratun. Perlakuan dosis pupuk tersebut merupakan dosis yang tersedia. Nitrogen yang tersedia mempengaruhi tinggi tanaman, pembentukan anakan, lebar daun, dan jumlah gabah. Pada pertumbuhan vegetatif tanaman sangat memerlukan unsur hara seperti N, P dan K serta unsur lainnya dalam jumlah yang cukup dan seimbang. ii Pemberian dosis pupuk NPK dan Urea menunjukkan interaksi terhadap luas daun pada umur 15 hsk pada dosis NPK 125 kg/ha dan Urea 75 kg/ha. Ketersediaan nitrogen berpengaruh sangat besar terhadap nilai luas daun dan produksi biomassa tanaman. Sedangkan dosis yang lebih tinggi yaitu pupuk NPK 150 kg/ha tidak menunjukkan luas daun yang lebih baik. Kelebihan dalam aplikasi pupuk akan berakibat unsur hara yang dikandung oleh pupuk tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Dosis NPK berpengaruh nyata terhadap luas daun pada umur 45 hsk. Peningkatan dosis pupuk NPK diikuti dengan peningkatan luas daun. Namun pada dosis yang lebih tinggi yaitu 150 kg/ha justru luas daun menurun. Jika suatu hara berada dalam kondisi yang berlebih, maka akan mempengaruhi ketersediaan bagi tanaman. Dapat berakibat hasil tanaman justru menurun. Produktivitas tanaman mengikuti konsep law of diminishing return, dimana tingkat produksi tanaman akan optimum pada kondisi hara tertentu. Dosis Urea berpengaruh nyata terhadap persentase gabah hampa. Semakin ditambah dosis pupuk Urea, maka semakin besar pula persentase gabah hampa. Pemberian N yang semakin tinggi akan menekan serapan unsur yang lain. Defisiensi P dapat meningkatkan persentase gabah hampa, menurunkan bobot dan kualitas gabah, menghambat pemasakan, dan menurunkan respon tanaman terhadap pemupukan N. Kekurangan K dapat menyebabkan kehampaan gabah tinggi dan pengisian gabah tidak sempurna (banyak bulir hijau). Jadi apabila serapan unsur P dan K terhambat, maka akanmemacu pertumbuhan vegetatif dan menghambat pertumbuhan generatif, yang kemudian menghambat tingkat kemasakan dan sukulensi berlebihan yang mempengaruhi kualitas gabah. Rata-rata hasil gabah sangat jauh berbeda antara padi ratun dengan padi penanaman awal. Ini disebabkan oleh persentase gabah hampa pada padi ratun terbilang besar. Pada nilai R/C ratio padi ratun lebih tinggi dibandingkan dengan padi penanaman awal. Kedua sistem penanaman tersebut efisien dan menguntungkan, namun ditinjau dari pengairan, pemupukan, biaya tenaga kerja, dan umur panen maka lebih efisien dan menguntungkan padi sistem ratun.

English Abstract

Along with the increase of population, then also increased the demand for food crops, especially rice. The various of enterprise have been made to increase national rice production, one of them with rice cultivation with ratoon system. Ratoon system is cultivation of rice by using of plants that have been cut after harvest to grow back and can be harvested for the second time. But, in generally the ratoon system of grain yield is lower, then the farmers are rarely implement this ratoon system. One of the factors that influence the formation of ratoon is fertilizer. Based of the description above, it is necessary to do research on the effect of NPK and Urea, in order to know requirement dosage of NPK and Urea suitable that can stimulate growth and increase the yield of rice in the ratoon system. The purpose of this research are to study about the effect of the interaction between NPK and Urea fertilizer, the effect of NPK fertilizer, and the effect of Urea fertilizer against of the growth and yield of paddy in the ratoon system, by hypothesis there is an interaction effect between the dosage of NPK and Urea fertilizer could increase of the growth and yield of paddy in the ratoon system. The research was conducted in Jabang village, Kras district, Kediri. Altitude of 120 masl with daily temperatures 23-310 C, and the types ofsoil is inceptisol. This research was conducted in March until May 2015. In this research use a randomized block design (RAK) factorial with 2 factors. The first factor is the dosage of NPK fertilizer which consists of 4 levels are N1: 75 kg/ha, N2: 100 kg/ha, N3: 125 kg/ha, N4: 150 kg/ha. The second factor is the dosage of urea fertilizer consisting of 3 levels are U1: 75 kg/ha, U2: 87.5 kg/ha, U3: 100 kg/ha. Observation of growth parameters are height of the plant, the increase the number of tillers, and leaf area, while the observation of production includes number of panicles, length of panicle, number of grains per panicle, percentage of empty grain, the weight of 1000 seeds, and dry grain yield harvest. Data obtained from the observations was analyzed variance (F test) with level of 5% to find out the effect of the treatment. If there is a real effect of the test continued with Least Significant Difference (LSD) at 5% level to find out the degree of difference among the treatments. Results of research dosage of NPK and Urea are showed no significant difference on height of plant, increase the number of tillers and ratoon rice producion. The treatment of those dosage are available dosage of fertilizer. Nitrogen that available could affected height of plant, tillering, leaf area, and the number of grains. At the vegetative growth of the plants are needed of nutrients like N, P and K as well as other elements in sufficient quantities and balanced. There was an interaction between dosage of NPK and Urea fertilizer for leaf area at 15 days old after cutting the stem at a dosage of NPK is 125 kg/ha and Urea is 75 kg/ha. The availability of nitrogen a huge effect on the value of leaf area and plant biomass production. While a higher dosage of NPK fertilizer is 150 iv kg/ha did not show a better leaf area. Overdose in the application of fertilizer nutrients that contained in the fertilizer can not be utilized by plants. Dosage of NPK had significant effect on leaf area at age 45 days old after cutting the stem. Increasing dosage of NPK fertilizer was followed by an increase in leaf area. However at a higher dosage of 150 kg/ha of leaf area is precisely declined. If a nutrient was overdose, it will affected the availability to plants. Can resulted yields has decreased. Crop productivity following the concept of law of diminishing return, where the plants production will reach optimum production level at a particular nutrient conditions. Dosage of Urea is significant effect on the percentage of empty grain. Increasingly added dosage of Urea, then greater the percentage of empty grain. Overdose of N application will suppress the absorption of other nutrients. Deficiency of P can increase the percentage of empty grains, lower weight and grain quality, inhibits ripening, and lower crop response to N fertilizer. Deficiency of K can cause a high emptiness grain and grain filling imperfect (lots of green grain). So, if the elements of P and K uptake is inhibited, it will stimulate vegetative growth and inhibit the growth of generative, which happen next are inhibits excessive levels of maturity and sukulensi that affecting grain quality. Grain yield between paddy ratoon system and antial cultivation were very different. This is caused by the percentage of empty grain in paddy ratun high enough. In the R/C ratio ratun paddy was higher than the initial planting. Both systems are efficient and profitable cultivation, but in terms of irrigation, fertilizer, labor costs, and time of harvest, the more efficient and profitable paddy ratoon system.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/925/ 051600012
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130975
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item