BKG

Ardi, NurAtikahPutri (2014) Evaluasi Karakteristik Dan Keragaman 16 Genotip Tanaman Kecipir (Psophocarpus Tetragonolobus L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) ialah salah satu tanaman sayuran yang masuk dalam famili leguminoceae. Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki keberagaman plasma nutfah kecipir yang cukup tinggi. Di Indonesia, sampai saat ini budidaya dan pemanfaatan tanaman kecipir masih belum optimal. Pemanfaatan tanaman kecipir hanya sebatas pemanfaatan polong muda sebagai sayuran, tetapi berdasarkan penelitian NASc (1981) menyebutkan bahwa hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan. Salah satunya ialah biji tanaman kecipir yang memiliki kandungan protein sebesar 27,8%-36,6%. Kandungan protein tersebut menyerupai kandungan protein dalam biji kedelai sehingga biji kecipir memiliki peluang sebagai alternatif pengganti kedelai. Perbedaan asal benih dan pengaruh lingkungan dapat memberikan tampilan yang berbeda dari masing-masing genotip. Untuk itu diperlukan deskripsi tanaman kecipir dari masing-masing genotip untuk mengetahui perbedaan dari masing-masing genotip. Tujuan dari penelitian ini ialah (1) Untuk mengetahui karakteristik fenotip 16 genotip tanaman kecipir, (2) Untuk mengetahui keragaman yang ada pada 16 genotip tanaman kecipir. Hipotesis yang diajukan ialah (1) terdapat karakteristik yang berbeda-beda antar genotip dari 16 genotip tanaman kecipir, (2) terdapat keragaman pada karakter kualitatif dan karakter kuantitatif dari 16 genotip tanaman kecipir. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Agustus 2014 bertempat di Kebun Percobaan Jatikerto, Universitas Brawijaya. Lahan percobaan terletak pada ketinggian ± 303 meter di atas permukaan laut. Curah hujan rata-rata ± 141-373 mm/bulan dengan suhu rata-rata harian ± 25-30°C. Bahan yang digunakan dalam penelitian ialah benih 16 genotip tanaman kecipir yang terdiri dari genotip Bojonegoro A1, Pujon 1, Pujon 2, Pujon 3, Pujon 4, Pujon 5, Pujon 8, Semarang 1, Semarang 2, Semarang 3, Klaten, Padang 1, Padang 2, Gresik, Wates dan Galur UB. Penelitian disusun menggunakan metode single plot, dengan metode pengamatan single plant. Luas lahan yang digunakan 32,5 m x 17 m yang terbagi menjadi 16 bedengan dengan ukuran bedeng 1,65 m x 1,5 m. Setiap bedengan ditanam 10 benih dengan jumlah biji 1 biji per lubang dengan jarak tanam 1,5 m. Karakter yang diamati yaitu karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Parameter pengamatan pada karakter kualitatif meliputi warna daun, bentuk daun, warna bunga, bentuk / type polong dan warna biji. Parameter pengamatan pada karakter kuantitatif meliputi umur berbunga (hst), jumlah bunga per tanaman, umur panen awal (hst), jumlah polong per tanaman, bobot polong (g), diameter polong (mm), panjang polong (cm), jumlah biji per polong, dan bobot 100 butir biji (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada karakter kualitiatif warna daun dan bentuk daun mendapatkan hasil seragam pada semua genotip. Pada karakter warna bunga terdapat satu genotip yang menghasilkan dua warna bunga dan biji yang berbeda, yaitu genotip Wates. Pada karakter kuantitatif, data di analisis dan vi dihitung nilai Koefisien Keragaman Genetik (KKG), Koefisien Keragaman Fenotip (KKF) dan nilai heritabilitas. Nilai heritabilitas tertinggi terdapat pada karakter jumlah biji per polong dengan nilai 0,97. Genotip yang memiliki nilai Koefisien Keragaman Genetik (KKG) yang tinggi pada karakter produksi yaitu genotip Semarang 3 sebesar 43,35% (jumlah bunga), genotip Pujon 4 sebesar 43,84% (jumlah polong), dan genotip Semarang 2 sebesar 23,28% (bobot polong). Pada karakter kualitas polong yaitu genotip Bojonegoro A1 sebesar 12,76% (panjang polong) dan genotip Semarang 1 sebesar 34,23% (diameter polong). Genotip yang memiliki nilai Koefisien Keragaman Fenotip (KKF) yang rendah pada karakter produksi yaitu genotip Padang 2 sebesar 16,72% dan 17,25% (jumlah bunga dan jumlah polong) dan genotip Klaten sebesar 24,71% (bobot polong). Pada karakter kualitas polong yaitu genotip Wates sebesar 8,55% (panjang polong) dan genotip Klaten sebesar 10,80% (diameter polong).

English Abstract

Winged bean (Psophocarpus tetragonolobus L.) is one of vegetable that included in the family leguminose. Indonesia is a country that has a diversity of winged bean germplasm is quite high. In Indonesia, to date the cultivation and utilization of winged bean crop is still not optimal. The utilization of winged bean crop young pods only limited use as a vegetable, but according to a study NASC (1981) mentions that almost all parts of this plant can be utilized. One of the utilized is winged bean seeds has a protein content of 27.8%-36.6%. The protein content in winged bean seeds resembles the protein content in soybean seeds that winged bean seeds have an opportunity as an alternatives. Differences the origin of seed and environmental may appear the different look from each genotype. It is necessary for the description of winged bean plants to determine the differences of each genotype. The aim of this study is (1) To know the characteristics phenotype of 16 genotype of winged bean plant (2) To know the variety of 16 genotype of winged bean plant. The hypothesis of this research are (1) there are difference characteristics between 16 genotypes of winged bean plant, (2) there are variation in qualitative and quantitative character between 16 genotypes of winged bean plant. The research had conducted on March until August 2014 in experimental field of Brawijaya University, Jatikerto. It is located an altitude ± 303 meters above sea level. Average rainfall ± 141-373 mm / month with a daily average temperature of ± 25-30°C. Materials used in the research was the seed 16 genotypes of winged bean plant consisting of genotype Bojonegoro A1, Pujon 1, Pujon 2, Pujon 3, Pujon 4, Pujon 5, Pujon 8, Semarang 1, Semarang 2, Semarang 3, Klaten, Padang 1, Padang 2, Gresik, Wates and UB line. The Research compiled by using single plot design, with single plant observation method. The land area used 32,5 m x 17 m, divided into 16 parts with its size 1,65 mx 1,5 m. Every parts planted 10 seeds with seed number 1 seed per hole with a spacing of 1,5 m. The observed character is qualitative and quantitative character. Observation of qualitative character include leaf color, shape leaf, flower color, shape/type of pod and color of seed. Observation of quantitative characters include age of flowering (DAP), the number of flowers per plant, the earliest harvesting (DAP), the number of pods per plant, weight of pods (g), diameter pods (mm), pod length (cm) , number of seeds per pod, and weight of 100 seeds (g). The results showed that in qualitative character, the shape and colour of leaf at all genotypes showed no difference. In the character of flower color, there are a genotype that produce two colors of flowers and seeds different. In the quantitative character, the data has analysed and calculated the value of Coefficient of Genetic Variety (KKG), Coefficient of Phenotypic Variety (KKF) viii and value of heritability. The highest value of heritability on character numer of seed per pod with amount is 0,97. Genotype which has a high value of Coefficient of Genetic Variety (KKG) on character product is genotype Semarang 3 with the amount is 43,35% (the number of flower), genotype Pujon 4 with the amount is 43,84% (the number of pods), and genotype Semarang 2 with the amount is 23,28% (weight of pods). At character quality of pods is genotype Bojonegoro A1 with the amount is 12,76% (length of pods) and genotype Semarang 1 with the amount is 34,23% (diameter of pods). Genotype which has a low value of Cofficient of Fenotype Variety (KKF) on character product is genotype Padang 2 with the amount 16,72% and 17,25% (number of flowers and number of pods) and genotype Klaten with the amount 24,71% (weight of pods). At character quality of pods is genotype Wates with the amount 8,55% (leght of pods) and genotype Klaten with the amount 10,80% (diameter of pods).

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/893/ 051509715
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130940
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item