BKG

Winarsih, Atik (2015) Karakterisasi Beberapa Genotip Padi (Oryza Sativa L.) Berkadar Antosianin Tinggi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Padi merupakan tanaman pangan sumber karbohidrat utama di dunia dan menjadi makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Produktivitas padi di Indonesia dalam kurun waktu 2011-2013 cenderung meningkat, menurut data dari BPS (Anonimous, 2014) berturut-turut 65,76 juta ton pada tahun 2011, 69,06 juta ton pada tahun 2012, 71,28 juta ton pada tahun 2013. Peningkatan produksi beras tersebut juga diikuti oleh peningkatan jumlah penduduk yang semakin pesat. Sehingga produksi tidak dapat memenuhi kebutuhan beras penduduk Indonesia. Diversifikasi pangan merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan beras penduduk. Beras merah dan hitam merupakan bahan pangan yang potensial untuk program diversifikasi pangan. Hal ini dikarenakan kandungan gizi dari beras merah dan hitam yang berupa antosianin lebih tinggi dibandingkan beras putih. Beras hitam serta beras merah merupakan plasma nutfah yang perlu dilestarikan dan dapat digunakan sebagai sumber genetik potensial dalam kegiatan pemuliaan tanaman. Plasma nutfah perlu dikarakterisasi untuk mengetahui potensi genetik yang ada dalam individu tanaman tersebut. Kegiatan karakterisasi juga dapat mengetahui keunikan serta keunggulan dari suatu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik genotip padi hitam dan merah yang memiliki kadar antosianin tinggi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ialah terdapat perbedaan karakteristik antara genotip padi merah dan hitam, serta antara genotip satu dengan yang lainnya, terdapat genotip padi hitam dan merah yang memiliki karakter unggul sehingga dapat dijadikan sumber tetua dalam kegiatan pemuliaan. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Februari hingga Juni 2015. Dengan ketinggian tempat 500 mdpl, suhu minimum 220 C dan maksimum 30 0C . Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain bak semai, spraiyer, penggaris, jangka sorong, timbangan, camera digital, buku color chart, buku Panduan Sistem Karakterisasi dan Evaluasi Tanaman Padi (Anonimous , 2003). Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian adalah 12 genotip padi hitam dan merah koleksi laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Genotip padi yang berjumlah 12 terdiri dari enam genotip padi hitam yang diperoleh dari hasil eksplorasi dari berbagai daerah serta enam genotip padi merah yang merupakan hasil eksplorasi serta permohonan benih dari Balai Besar Tanaman Padi. Genotip-genotip tersebut antara lain G1 (Ungaran), G2 (Kemin), G3 (UB 1), G4 (UB 2), G5 (Mojaloka), G6 (Lestari), G7 (Jowo Melik), G8 (Cempo ireng), G9 (Marahmay), G11 (UB 3), G12 (Rogol), G13 (Yaiti). Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang kambing. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak tunggal. Semua genotip ditanam dalam satu petak tunggal tiap genotip terdiri dari tiga baris tanaman dengan jumlah tanaman 15 tanaman tiap baris. Tahap yang dilakukan dalam percobaan antara lain iv penyemaian, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan. Pengamatan dilakukan pada sepuluh sampel tanaman pada setiap genotip dan dilakukan pada karakter kualitatif serta kuantitatif. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan karakter kuantitatif dihitung rerata, simpangan baku, ragam dan Koefisien Keragaman (KK) untuk mengetahui tingkat keragaman karakter kuantitatif. Juga dilakukan analisis korelasi pada karakter kuantitatif untuk mengetahui hubungan dari karakter kuantitatif dengan hasil. Sedangkan data pengamatan karakter kualitatif dilakukan analisis secara deskriptif. Hasil analisis statistik melalui penghitungan koefisien keragaman (KK) pada karakter kuantitatif dari seluruh genotip menunjukkan karakter bobot gabah per rumpun memiliki nilai koefisien keragaman yang tertinggi sebesar 61,42%. Hal ini menunjukkan karakter bobot gabah per rumpun sangat beragam pada setiap genotip. Hasil karakterisasi pada 12 genotip padi merah dan hitam yang dilakukan menunjukkan bahwa tinggi tanaman dari seluruh genotip termasuk dalam kategori pendek, yaitu < 110 cm. Jumlah anakan berkisar antara sedang hingga banyak. Karakter sudut batang antara tegak hingga sedang, warna ruas batang hijau kekuningan kecuali G2 yang memiliki warna ruas batang bergaris ungu. Permukaan daun antara sedang hingga berambut, warna telinga daun putih kecuali G2 yang memiliki warna telinga daun ungu. Warna helai daun hijau kekuningan dan bercampur ungu untuk G2, kemudian warna pelepah daun hijau dan ungu untuk G2, serta warna lidah daun putih dan ungu untuk G2. Seluruh genotip memiliki bentuk lidah daun 2-cleft. Umur berbunga dari setiap genotip berbeda beda berkisar antara 94-128 HSS sedangkan umur panen berkisar antara 124-156 HSS. Panjang malai berkisar antara 20-24 cm dengan jumlah malai per rumpun berkisar antara 9-20 malai. Jumlah gabah per malai berkisar antara 83-163. Genotip padi hitam memiliki warna lemma dan palea coklat hingga coklat kehitaman. Sedangkan genotip padi merah memiliki warna lemma dan palea coklat muda. Panjang lemma steril dari seluruh genotip berkisar antara sedang hingga panjang. Panjang beras pecah kulit dari seluruh genotip berkisar antara pendek hingga panjang. Warna kulit ari beras pada genotip padi hitam berkisar antara ungu hingga ungu variasi. Sedangkan warna kulit ari beras pada genotip padi merah adalah merah. Pada G2, pewarnaan antosianin terdapat dalam seluruh bagian tanaman ditandai dengan batang, daun, serta bunga yang berwarna keunguan. Hal ini diduga kadar antosianin di dalam genotip ini tinggi. Hasil analisis korelasi menunjukkan karakter jumlah anakan produktif dan jumlah bulir per malai memiliki korelasi terhadap bobot gabah per rumpun.

English Abstract

Rice has been the main source of carbohydrate crops in the world and became a staple food for most people in Indonesia. Rice productivity in Indonesia in the period 2011-2013 is likely to increase, according to data from BPS (Anonymous, 2014) respectively 65.76 million tons in 2011, 69.06 million tons in 2012, 71.28 million tons in 2013. The increasing of rice production is also followed by increasing in the number of population rapidly. So that production can not fulfil the rice needs of the population of Indonesia. Diversification is one way to fulfil the rice needs of the Indonesian people. Red and black rice are potential food for food diversification program. Because of the nutritional value of red and black rice which its anthocyanin is higher than white rice. Black and red rice are germplasm must be preserved and can be used as a source of potential genetic in plant breeding activities. Germplasm need to be characterized to determine the genetic potential present in the individual plants. Characterization activities can also find out the uniqueness and superiority of plant. This study aims to determine the characteristics of the black and red rice genotypes that have high anthocyanin content. The experiment had been conducted in lowland villages Dadaprejo, District Junrejo, Batu on February until June 2015. With the altitude of 500 meters above sea level, the minimum temperature is 22 0C and the maximum is 30 0C. The tools used in this experiment include nursery tub, spraiyer, ruler, calipers, scales, digital camera, color chart book, the book Guide of Characterization System and Rice Evaluation (Anonymous, 2003). Planting material used in this study were 14 black and red rice genotypes, collection of Plant Breeding laboratory Faculty of Agriculture, Brawijaya University. The number of genotype that could be characterized were 12 genotypes. Genotypes of rice amounting to 12 consisted of six genotypes of black rice obtained from the exploration of various regions, the six genotypes of red rice which is the result of exploration and seed request from the BB Padi. Fertilizer that used was goat manure. The experimental design used a single plot design. All genotypes were planted in a single plot of each genotype is composed of three rows of plants with 15 plants per row. The experimental stages include seedling, planting, maintenance and harvesting. Observations were made on ten samples of the plants in each genotype and performed on the qualitative and quantitative character. Data obtained from observations of quantitative characters calculated its mean, standard deviation, variance and coefficient of variance (CV) to determine the level of quantitative trait diversity. Also conducted a correlation analysis on the quantitative character to determine the relationship of the quantitative character and thr results. While the qualitative character of observational data analyzed descriptively. Results of statistical analysis by calculating the coefficient of variance (CV) on quantitative characters of all genotypes showed the character of the grain weight per plant has the highest diversity coefficient of 61.42%. It showed the vi character of the grain weight per plant varies in each genotype. Results of the 12 genotype characterization of red rice and black have shown that the higher plants of all genotypes included in the short category, ie <110 cm. Number of tillers ranged from moderate to a lot. Character leaf attitude between erect to moderate, yellowish green culm except G2 which has a purple striped culm . Leaf surface between moderate-to-haired, the auricle color is white except G2 has the auricle color purple. Leaf blade color yellowish-green and purple mixed to G2, then the sheath colors green and purple midrib to G2, ligule color white and purple for G2. All genotype has the ligule shape 2-cleft. Age flowering of each is different genotypes ranged between 94-128 HSS while harvesting ranges between 124-156 HSS. Panicle length ranges from 20-24 cm in the number of panicles per hill ranges between 9-20 panicles. Number of grains per panicle range between 83-163. Black rice genotypes have the lemma and palea color brown to blackish brown. While red rice genotypes have the lemma and palea brown. Sterile lemma length of all genotypes ranged from medium to long term. Length brown rice of all genotypes ranged from short to long. Pericarp color on black rice genotypes ranged from purple to purple variety. While the color of pericarp in red genotypes is red. In G2, anthocyanin colouration present in all parts of the plant is characterized by stems, leaves, and flowers are purple. It is presumed levels of anthocyanin in this genotype higher. Results of correlation analysis showed character number of productive tillers and number of grains per panicle correlated to the weight of grain per clump.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/806/ 051509625
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130843
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item