BKG

Arif, Ainin (2015) Evaluasi Kemurnian Genetik 20 Genotip Kacang Bogor (Vigna Subterranea L. Verdcourt) Hasil Single Seed Descent Berdasarkan Penampilan Morfologi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kacang bogor ialah tanaman legume yang bersal dari Afrika dan mulai dibudidayakan di Negara Amerika, Asia dan Australia. Di Indonesia, tepatnya di daerah Bogor (Jawa Barat) dikenal dengan nama kacang Bogor sedangkan di Gresik (Jawa Timur) dikenal dengan nama kacang Kapri. Tanaman ini mempunyai sifat lebih adaptif, toleran pada daerah kering atau kurang subur, tahan hama penyakit serta dapat mengikat nitrogen dalam tanah melalui simbiosis dengan bakteri rhizobium seperti sifat tanaman legume lainnya. Kandungan gizi cukup tinggi yaitu protein 20.75%, karbohidrat 59.93%, 5.88% lemak, 10.43% air, dan 3.03% abu. Sebagai tanaman menyerbukan sendiri, populasi tanaman kacang bogor dapat menjadi galur murni homozigot. Masalah penting dalam pengembangan galur lokal kacang bogor ialah keragaman genetik, sehingga galur lokal ini perlu dimurnikan agar dapat dikembangkan sebagai varietas baru atau sebagai tetua persilangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemurnian genetik dalam setiap genotip berdasarkan penampilan morfologi 20 genotip kacang bogor serta untuk mengetahui keragaman dalam setiap genotip pada 20 genotip kacang bogor. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat kemurnian genetik dalam setiap genotip berdasarkan penampilan morfologi 20 genotip kacang bogor dan terdapat keragaman yang rendah dalam setiap genotip pada 20 genotip kacang bogor. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – September 2014. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain polybag berukuran 25cm x 50cm, cangkul, gembor/sprayer, papan nama, label, penggaris, spidol, RHS color charts, kantong kertas dan kamera digital. Bahan yang digunakan antara lain 20 genotip kacang bogor, pupuk urea 100 kg ha-1, SP-36 100 kg ha-1, KCl 75 kg ha-1 dan pupuk kompos serta pestisida. Penelitian dilaksanakan tanpa menggunkan rancangan serta tanpa ulangan dan pengamatan pada keseluruhan tanaman. Genotip yang digunakan sebanyak 20 genotip, setiap genotip terdiri dari 20 tanaman. Bahan tanam diperoleh dari hasil seleksi Single Seed Descent. Data kualitatif dianalisis menggunkan uji kluster dan diolah menggunkan software MVSP kemudian dilanjutkan dengan dendogram. Data kuantitatif dianalisis dengan evaluasi keragaman di dalam galur dari nilai rerata, ragam, simpangan baku serta koefisien keragaman (KK). Hasil penelitian menunjukkan 20 genotip kacang bogor yang diuji memiliki matriks kemiripan 0,702 – 1,000. Lima populasi yaitu genotip CCC 1.4.1, SS 2.2.2, GSG 1.5, BBL 10.1, dan CCC 1.1.1 masing - masing memiliki matriks kemiripan lebih dari 0,80. Karakter umur berbunga dan umur panen pada 20 genotip kacang bogor yang mempuyai kriteria keragaman rendah, sedangkan pada karakter jumlah bunga, jumlah polong per tanaman dan fruit set memiliki kriteria rendah, sedang, dan tinggi pada 20 genotip kacang bogor. Genotip BBL 10.1 dan GSG 1.5 merupakan genotip kacang bogor yang memiliki matriks kemiripan lebih dari 0,80 dan mempunyai potensi hasil yang diseleksi berdasarkan umur panen cepat, jumlah polong per tanaman yang banyak serta fruit set yang tinggi.

English Abstract

Kacang bogor ialah tanaman legume yang bersal dari Afrika dan mulai dibudidayakan di Negara Amerika, Asia dan Australia. Di Indonesia, tepatnya di daerah Bogor (Jawa Barat) dikenal dengan nama kacang Bogor sedangkan di Gresik (Jawa Timur) dikenal dengan nama kacang Kapri. Tanaman ini mempunyai sifat lebih adaptif, toleran pada daerah kering atau kurang subur, tahan hama penyakit serta dapat mengikat nitrogen dalam tanah melalui simbiosis dengan bakteri rhizobium seperti sifat tanaman legume lainnya. Kandungan gizi cukup tinggi yaitu protein 20.75%, karbohidrat 59.93%, 5.88% lemak, 10.43% air, dan 3.03% abu. Sebagai tanaman menyerbukan sendiri, populasi tanaman kacang bogor dapat menjadi galur murni homozigot. Masalah penting dalam pengembangan galur lokal kacang bogor ialah keragaman genetik, sehingga galur lokal ini perlu dimurnikan agar dapat dikembangkan sebagai varietas baru atau sebagai tetua persilangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemurnian genetik dalam setiap genotip berdasarkan penampilan morfologi 20 genotip kacang bogor serta untuk mengetahui keragaman dalam setiap genotip pada 20 genotip kacang bogor. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat kemurnian genetik dalam setiap genotip berdasarkan penampilan morfologi 20 genotip kacang bogor dan terdapat keragaman yang rendah dalam setiap genotip pada 20 genotip kacang bogor. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – September 2014. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain polybag berukuran 25cm x 50cm, cangkul, gembor/sprayer, papan nama, label, penggaris, spidol, RHS color charts, kantong kertas dan kamera digital. Bahan yang digunakan antara lain 20 genotip kacang bogor, pupuk urea 100 kg ha-1, SP-36 100 kg ha-1, KCl 75 kg ha-1 dan pupuk kompos serta pestisida. Penelitian dilaksanakan tanpa menggunkan rancangan serta tanpa ulangan dan pengamatan pada keseluruhan tanaman. Genotip yang digunakan sebanyak 20 genotip, setiap genotip terdiri dari 20 tanaman. Bahan tanam diperoleh dari hasil seleksi Single Seed Descent. Data kualitatif dianalisis menggunkan uji kluster dan diolah menggunkan software MVSP kemudian dilanjutkan dengan dendogram. Data kuantitatif dianalisis dengan evaluasi keragaman di dalam galur dari nilai rerata, ragam, simpangan baku serta koefisien keragaman (KK). Hasil penelitian menunjukkan 20 genotip kacang bogor yang diuji memiliki matriks kemiripan 0,702 – 1,000. Lima populasi yaitu genotip CCC 1.4.1, SS 2.2.2, GSG 1.5, BBL 10.1, dan CCC 1.1.1 masing - masing memiliki matriks kemiripan lebih dari 0,80. Karakter umur berbunga dan umur panen pada 20 genotip kacang bogor yang mempuyai kriteria keragaman rendah, sedangkan pada karakter jumlah bunga, jumlah polong per tanaman dan fruit set memiliki kriteria rendah, sedang, dan tinggi pada 20 genotip kacang bogor. Genotip BBL 10.1 dan GSG 1.5 merupakan genotip kacang bogor yang memiliki matriks kemiripan lebih dari 0,80 dan mempunyai potensi hasil yang diseleksi berdasarkan umur panen cepat, jumlah polong per tanaman yang banyak serta fruit set yang tinggi.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/77/051501764
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130806
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item