BKG

Khoir, MochShofarul (2015) Pengaruh Pupuk NPK dan Kompos Kotoran Kelinci Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Wortel merupakan salah satu sayuran yang banyak disukai oleh masyarakat, sehingga permintaan terhadap komoditas ini sangat besar baik dalam dan luar negeri. Sejalan dengan kenaikan jumlah penduduk, kenaikan taraf hidup masyarakat, dan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai gizi, maka permintaan wortel diprediksi akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (2014), produksi wortel dalam negeri pada tahun 2011 mencapai 526.917 ton turun sebesar 61.383 ton dibandingkan pada tahun 2012 yang mencapai 465.534 ton. Menurunnya tingkat produktifitas wortel tersebut salah satu faktor penyebabnya yaitu kurang optimalnya dalam hal pemupukan dan permasalahan kesuburan lahan. Salah satu keuntungan penggunaan kotoran kelinci yaitu ketersediannya yang melimpah, menurut Farel dan Raharjo (1984), bahwa seekor induk dapat beranak 10x setiap tahun dengan masa bunting 31 hari. Ternak ini tidak bersaing dengan manusia atau ternak industri yang intensif seperti ayam dalam memperoleh pakan. Pertumbuhan kelinci cepat dengan memiliki bobot hidup lebih dari 2 kg pada umur 8 minggu. Karena ukuran yang kecil dan kemampuan berkembang biaknya cepat, maka cocok untuk dipelihara dalam skala kecil dan skala besar. Dengan kecepatan berkembangbiakanya tersebut maka dapat menghasilkan kotoran yang banyak sehingga berpotensi sebagai penghasil pupuk Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2014 di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Batu, yang terletak pada ketinggian 900 m diatas permukaan laut. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: cangkul, gembor, amplop, tali, gunting, plakat nama, penggaris, timbangan analitik, camera, kalkulator. Bahan-bahan yang digunakan antara lain benih wortel varietas kuroda, pupuk kompos kotoran kelinci, Pupuk ZA, SP36 dan KCl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 9 perlakuan dari pemberian pupuk Kompos Kelinci dan pupuk anorganik NPK dan ulangan 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Adapun satuan perlakuan yang didapat adalah sebagai berikut: P0 = Tanpa Kompos Kelinci + Tanpa NPK, P1 = 100% Kompos Kelinci (20 ton ha-1), P2 = 100% NPK (N 150 kg ha-1 + P2O5 100 kg ha-1 + K2O 225 kg ha-1), P3 = 25% Kompos Kelinci (5 ton ha-1) + 75% NPK (N 112.5 kg ha-1 + P2O5 75 kg ha-1 + K2O 168.75 kg ha-1), P4 = 50% Kompos Kelinci (10 ton ha-1) + 50% NPK (N 75 kg ha-1 + P2O5 50 kg ha-1 + K2O 112.5 kg ha-1), P5 = 75 % Kompos Kelinci (15 ton ha-1) + 25% NPK (N 37.5 kg ha-1 + P2O5 25 kg ha-1 + K2O 56.25 kg ha-1), P6 = 100% Kompos Kelinci (20 ton ha-1) + 100% NPK (N 150 kg ha-1 + P2O5 100 kg ha-1 + K2O 225 kg ha-1), P7 = 75% Kompos Kelinci (15 ton ha-1) + 75% NPK (N 112.5 kg ha-1 + P2O5 75 kg ha-1 + K2O 168.75 kg ha-1) dan P8 = 25% Kompos Kelinci (5 ton ha-1) + 25% NPK (N 37.5 kg ha-1 + P2O5 25 kg ha-1 + K2O 56.25 kg ha-1). Parameter pengamatan yang dilakukan untuk tanaman wortel terdiri dari pengamatan non-destruktif, destruktif dan pengamatan hasil. Pengamatan destruktif dilakukan pada umur 42, 56, 70 HST dan non-destruktif dilakukan pada umur 28, 42, 56, 70 HST dengan mengambil 3 tanaman sampel setiap perlakuan destruktif dan 5 tanaman sampel setiap perlakuan non-destruktif. Untuk pengamatan komponen hasil dilakukan setelah panen dengan mengambil 24 tanaman sample setiap perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis keragamannya dan diuji berdasarkan uji F dengan taraf 5 % sesuai dengan Rancangan Percobaan. Apabila didapatkan pengaruh perlakuan yang nyata akan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan Kompos Kelinci dan pupuk NPK tidak berbeda nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun, panjang umbi dan diameter umbi. Namun berbeda nyata pada komponen luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar umbi dan produksi umbi ha-1. Perlakuan 100 % Kompos Kelinci + 100 % NPK menghasilkan produksi umbi ha-1 tertinggi sebesar 23.07 ton-1 ha. Sedangkan yang terendah pada perlakuan Tanpa Kompos Kelinci dan Tanpa NPK sebesar 12.26 ton-1 ha.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/765/051509584
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130805
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item