BKG

Afifuddin, Agustia (2015) Peningkatan Pertumbuhan Bibit Bud Chip Batang Bawah Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.) Melalui Perbedaan Waktu Hot Water Treatment (Hwt) Dan Pemberian Giberelin. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Gula ialah bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun industri, gula dihasilkan dari tanaman tebu. Produksi tanaman tebu belum bisa dicapai secara maksimal, karena masih rendahnya produktivitas pada budidaya tebu. Impor gula pasir tahun 2012 sampai 2014 terus meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas gula adalah dengan menggunakan bibit tebu bud chip. Bud Chip adalah teknologi percepatan pembenihan tebu dengan satu mata tunas yang diperoleh dengan menggunakan mesin bor yang mengadopsi teknologi pembenihan ini dari Kolumbia, dengan menggunakan bud chip diharapkan akan tumbuh banyak anakan dengan pertumbuhan yang seragam. Tujuan dalam penelitian ini ialah meningkatkan pertumbuhan bibit bud chip batang bawah tanaman tebu melalui perbedaan waktu Hot Water Treatment (HWT) dan pemberian ZPT giberelin. Adapun hipotesis dalam penelitian ini ialah perbedaan waktu Hot Water Treatment (HWT) dan pemberian ZPT giberelin berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan bibit bud chip batang tanaman tebu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2015 sampai Juni 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Desa Ngijo, Karangploso, Malang menggunakan tebu varietas PS 864, ZPT giberelin dan fungisida, serta paket alat pembibitan bud chip. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah : perbedaan waktu HWT, adalah H1: Hot Water Treatment 15 menit, H2: Hot Water Treatment 30 menit, H3: Hot Water Treatment 45 menit. Faktor kedua adalah pemberian ZPT giberelin adalah : G1 : ZPT giberelin 0,5 ml l-1, G2 : ZPT giberelin 1 ml l-1, G3 : ZPT giberelin 1,5 ml l-1. Ada 2 parameter pengamatan yang dilakukan adalah yang pertama parameter perkecambahan (5, 10, 15 dan 20 HST). Kemudian yang kedua adalah parameter pertumbuhan, pengamatan dilakukan secara non destruktif dan destruktif, parameter pengamatan non destruktif meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang (30, 44, 58 dan 72 HST). Parameter pengamatan destruktif meliputi bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, luas daun (30, 44, 58 dan 72 HST). Data dianalisa menggunakan analisis ragam (uji F) dan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5 %. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan perbedaan waktu Hot Water Treatment (HWT) yang digunakan dengan berbagai taraf pemberian ZPT giberelin pada bibit bud chip batang bawah tanaman tebu varietas. Interaksi terbaik terjadi pada HWT 45 menit dan ZPT giberelin 1,5 ml l-1 yang ditunjukkan pada tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman dan luas daun. Perlakuan perbedaan waktu Hot Water Treatment (HWT) terbaik terjadi pada HWT 45 menit dan perlakuan pemberian ZPT giberelin terbaik pada taraf 1,5 ml l-1, yang ditunjukkan pada perkecambahan, jumlah daun dan diameter batang.

English Abstract

Sugar is the basic material needed by the public and industry, sugar produced from sugar cane. Crop production can’t be achieved to the maximum, due to the low productivity of sugarcane cultivation. Imports of sugar in 2012 to 2014 continues to increase. One way to increase productivity is to use sugar cane seed bud chips. Bud Chip technology is accelerating seeding cane buds with one obtained by using a drilling machine with a cane hatchery technology adopted from Colombia, using bud chips is expected to grow as many seedlings with a uniform growth. The goal of this research is to to improve the growth of seedlings bud chip sugarcane rootstock through the time difference Hot Water Treatment (HWT) and provision of gibberellins. The hypothesis in this study is the difference in time Hot Water Treatment (HWT) and provision of gibberellin effect on seedling growth bud chip rootstock sugarcane. This study was conducted from April 2015 through June 2015 in Experimental Farm Brawijaya University Village Ngijo, Karangploso, Malang using sugarcane varieties PS 864, PGR gibberellins and fungicides, as well as breeding tool bud chip package. The method to be used is the factorial randomized block design consisting of two factors treatments and 3 replications. The first factor is: HWT time difference, namely H1: Hot Water Treatment 15 minutes, H2: Hot Water Treatment 30 minutes, H3: Hot Water Treatment 45 minutes. The second factor is the provision that gibberellins PGR : G1 : PGR gibberellin 0,5 ml l-1, G2 : PGR gibberellin 1 ml l-1, G3 : PGR gibberellin 1,5 ml l-1. There are two parameters of observation to be performed is the first parameter germination (5, 10, 15 and 20 DAP). Then the second is the growth parameters, observations are non-destructive and destructive, non destructive observation parameters plant height, leaf number, stem diameter (30, 44, 58 and 72 DAP). Parameter destructive observation include plant fresh weight, dry weight of plants, leaf area (30, 44, 58 and 72 DAP). Data be analyzed using analysis of variance (F test) and test least significant difference (LSD) at 5%. The results showed that there was significant interaction between treatment time difference of Hot Water Treatment (HWT) used with various level of administration PGR gibberellin on seedling rootstock bud chip sugarcane varieties. HWT best interactions occur in 45 minutes and PGR gibberellin 1.5 ml l-1, shown in plant height, number of leaves, plant fresh weight, dry weight of the plant and leaf area. Treatment time difference Hot Water Treatment (HWT) HWT best occurs in 45 minutes and treatment provision gibberellin PGR best at the level of 1.5 ml l-1, shown in germination, leaf number and stem diameter.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/751/ 051509564
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130790
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item