BKG

‘Alim, Muhammad Saiful (2018) Analisis Kesesuaian Lahan Konservasi Mangrove Sebagai Tempat Ekowisata Di Pancer Cengkrong Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Hutan Mangrove di Pancer Cengkrong, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur merupakan salah satu kawasan konservasi. Lokasi tersebut terletak di sebelah selatan kawasan Wisata Pantai Karanggongso dan Pantai Prigi. Luas kawasan konservasi mangrove di Cengkrong sejak awal dikelola sampai sekarang terus berkembang hingga ± 100 Ha. Hutan Mangrove Pancer Cengkrong dikelola oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kejung Samudra yang merupakan kelompok atau organisasi kemasyarakatan yang bertujuan untuk meningkatkan peranan dan partisipasi masyarakat pantai di dalam pembangunan perikanan sehingga terwujud masyarakat pantai yang sejahtera. Di dalam perkembangannya Kawasan Hutan Mangrove Pancer Cengkrong sebagai kawasan konservasi semakin menarik minat masyarakat menjadi salah satu tempat wisata di Kabupaten Trenggalek. Namun demikian apakah kawasan hutan konservasi mangrove Pancer Cengkrong Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo telah memiliki kelayakan untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata. Oleh karena itulah perlu dilakukan kajian secara tepat. Sebab akan menjadi permasalahan jika kawasan konservasi hutan mangrove yang belum memenuhi persyaratan dipaksakan untuk dikembangkan menjadi obyek wisata. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juli 2017 di Hutan Mangrove Cengkrong Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan wawancara. Analisis data yang digunakan meliputi analisis kesesuaian wisata dan analisis daya dukung kawasan. Berdasarkan hasil pengukuran IKW, untuk ketebalan hutan mangrove Pancer Cengkrong diperoleh nilai 100%, kerapatan mangrove diperoleh nilai 100%, dan untuk pasang surut diperoleh nilai 100% yang berarti dari ketiga parameter ini menunjkkan kategori sangat sesuai untuk kegiatan ekowisata; kemudian IKW untuk jenis mangrove diperoleh nilai 75 % yang berarti cukup sesuai untuk kegiatan ekowisata. Sementara itu pengukuran IKW terhadap obyek biota diperoleh nilai 75% yang berarti termasuk kategori Cukup Sesuai. Dengan demikian maka kawasan Hutan Konservasi Mangrove Pancer Cengkrong Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek telah memenuhi syarat untuk dikembangkan sebagai obyek ekowisata. Hasil penghitungan daya dukung kawasan (DDK) terhadap Hutan Konservasi Mangrove Pancer Cengkrong Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Jawa Timur sebagai obyek ekowisata diperoleh nilai 42 dengan waktu rata-rata yang dibutuhkan wisatawan dalam berkunjung selama 2 jam. Hal ini berarti bahwa fasilitas yang dimiliki oleh pengelola kawasan Hutan Konservasi Mangrove Pancer Cengkrong masih memungkinkan untuk dinikmati oleh 42 orang pengunjung selama 2 jam kunjung atau 168 orang pengunjung selama sehari.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/655/051806577
Uncontrolled Keywords: Konservasi Mangrove, Ekowisata, Partisipasi Masyarakat, Kawasan
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 634 Orchards, fruits, forestry > 634.9 Forestry > 634.92 Forest management
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/13078
Text
Muhammad Saiful ‘Alim.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item